Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. pasar-modal
  3. Yakin IHSG ke 7.750, DBS Resea...

Yakin IHSG ke 7.750, DBS Research Beberkan 4 Faktor Utama

Equities Specialist DBS Group Research, Maynard Arif dalam group interview di Jakarta, Selasa (6/8/2024). (Dokumen Fakta.com/Viona Avinda Zahran)

Equities Specialist DBS Group Research, Maynard Arif dalam group interview di Jakarta, Selasa (6/8/2024). (Dokumen Fakta.com/Viona Avinda Zahran)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih bisa menguat hingga akhir tahun ini. Salah satu prediksi itu datang dari Equities Specialist DBS Group Research, Maynard Arif.

Dalam group interview yang berlangsung Selasa (6/8/2024), Maynard memaparkan, pihaknya menargetkan IHSG berada di level 7.750. Artinya, angka itu tumbuh 6,56% dari penutupan akhir 2023 sebesar 7.272,79.

"Faktornya adalah foreign flow yang balik di semester II. Kemudian, pertumbuhan ekonomi masih bisa terjaga," kata Maynard.

IHSG Ambrol, Waspadai Sektor Saham Ini Agar Kantong Gak J

Soal investor asing, Maynard berpendapat, selalu ada perubahan di setiap bulan. Apalagi jika mengacu data-data ekonomi di Amerika Serikat.

"Nah kalau mungkin ternyata tidak sebaik yang kita harapkan, mungkin nanti kita harus kondisikan lagi," ucap Maynard.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi investor asing hingga Juli 2024 tercatat net sell Rp1,05 triliun. Net sell ini telah berlangsung sejak Juni 2024.

Sebelum itu, asing terus membukukan net buy hingga pernah mencapai Rp26,28 triliun pada Maret 2024.

Net Buy Investor Asing Bawa IHSG Menuju Technical Rebound

Maynard menambahkan, ada faktor ketiga yang bisa mendorong penguatan IHSG. "Yakni faktor valuasi yang menurut kita, Indonesia cukup menarik," katanya.

Sementara faktor keempat adalah penurunan suku bunga. "Biasanya nanti kupon bond juga menurun, yield-nya menurun," tutur Maynard.

Bagikan:
fakta.comindeks harga saham gabunganpasar modalihsgdbs group research
ADS

Update News

Trending