Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. ekonomi
  3. Proyeksi Ekonomi RI dari IMF M...

Proyeksi Ekonomi RI dari IMF Maksimal 5,1 Persen, Apa Sebabnya?

Logo IMF. (Dokumen International Monetary Fund)

Logo IMF. (Dokumen International Monetary Fund)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - International Monetary Fund (IMF) punya pandangan berbeda atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam rilis World Economic Outlook terbarunya bulan ini, IMF hanya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kisaran 5%-5,1% sampai dengan lima tahun ke depan.

Angka ini tidak berbeda jauh dengan rata-rata ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, Indonesia ingin mengakselerasi pertumbuhan ekonominya hingga mencapai 8% di bawah nahkoda Presiden Prabowo Subianto.

Menanggapi hal ini, Pakar Kebijakan Publik dan Ekonom Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat berpendapat, mengingat banyak menteri lama di bidang ekonomi yang diboyong kembali, jika tidak ada perubahan signifikan dalam arah kebijakan ekonomi, maka proyeksi tersebut benar.

“Bisa jadi kalau dengan gaya yang lama, program yang lama, orang yang lama, bahkan pertumbuhan kita bisa dibawah prediksi 5,1% itu,” katanya kepada Fakta.com, Kamis (24/10/2024).

Bos BCA Tanggapi Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Begini Katanya

Di samping itu, Achmad menilai saat ini salah satu persoalan yang terjadi adalah tidak ada harmonisasi kebijakan moneter dan fiskal.

“Mungkin dari sisi moneter sudah terjadi relaksasi tetapi transmisi ke sektor realnya itu masih sangat lambat,” ujarnya

Achmad merasa heran soal ekspansi kebijakan fiskal yang tidak terlihat. Pasalnya, negara cenderung menaikkan pajak, terutama Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Di samping itu, pemerintah tidak menahan kenaikan administrated price.

“Administered price itu kan ada biaya pendidikan, ada biaya PLN, termasuk tol, listrik, dan sebagainya itu semua masih mengalami tren kenaikan,” katanya menjelaskan.

Ternyata, Mencapai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Ada yang Sulit Dilakukan

Achmad juga bilang, di tengah kelesuan daya beli seperti saat ini, apabila pertumbuhan ekonomi ingin diakselerasi hingga mencapai 8%, maka dibutuhkan easing monetary dan fiscal policy.

Dihubungi terpisah, Peneliti Celios, Achmad Hanif Imaduddin mengungkap salah satu hal yang mungkin menjadi pertimbangan dari proyeksi pertumbuhan ekonomi oleh IMF tersebut adalah regulasi di Indonesia yang dinilai kurang efisien.

Menurutnya, hal ini bisa berimplikasi kepada terhambatnya investasi asing atau kelancaran bisnis.

“Begitu pula dalam hal institusi penyusun regulasi dan pengawasan yang masih lemah dan cenderung terkena moral hazard,” ucap Hanif.

Bagikan:
pertumbuhan ekonomi 8 persenekonomioutlook ekonomi indonesiainternational monetary fundimf
ADS

Update News

Trending