Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. ekonomi
  3. Jokowi Kasih Paham Penentang K...

Jokowi Kasih Paham Penentang Kebijakan Setop Ekspor Nikel

Presiden Jokowi didampingi beberapa menteri dan pejabat daerah saat meresmikan pabrik bahan anoda baterai litium di Kendal, Jawa Tengah, Rabu (7/8/2024). (Tangkapan layar Youtube Setpres)

Presiden Jokowi didampingi beberapa menteri dan pejabat daerah saat meresmikan pabrik bahan anoda baterai litium di Kendal, Jawa Tengah, Rabu (7/8/2024). (Tangkapan layar Youtube Setpres)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung kebijakan setop ekspor bahan mentah nikel pada 2020. Saat itu, kata dia, banyak penolakan tak hanya dari luar tapi juga dari dalam negeri.

"Banyak yang menentang. Dari dalam negeri sendiri karena pada saat awal kehilangan US$1,5 miliar atau Rp20 triliun," ujar Jokowi saat meresmikan pabrik bahan anoda baterai litium di Kendal, Jawa Tengah yang disiarkan Youtube Setpres, Rabu (7/8/2024).

Luhut Kasih Paham Tom Lembong soal Harga Nikel

Meski begitu, kata Jokowi, dirinya meyakini kebijakan tersebut akan memberi nilai tambah.

Hasilnya, "Seperti disampaikan Menko Luhut Binsar Pandjaitan, sekarang sudah US$34 miliar nilai dari ekspor nikel kita."

Jokowi menyebut, nilai itu melompat sangat besar dari Rp33 triliun menjadi Rp510 triliun. "Meskipun dari awal-awal banyak tidak setuju, banyak pro dan kontra dan digugat oleh Uni Eropa dan kita kalah," tutur dia.

Nikel Sudah Mau Habis, Bahlil: Siapa yang Bilang?

Dia pun menegaskan, Indonesia adalah negara berdaulat yang tidak bisa didikte oleh siapapun. "Saya sampaikan kepada para menteri, maju terus. Digugat kalah, banding," ucap Jokowi.

Di sisi lain, Jokowi menyampaikan, Indonesia memimpikan ekosistem besar kendaraan listrik yang kuat dan terintegrasi. "Satu per satu mulai kelihatan," tuturnya.

Bagikan:
fakta.comjokowiekspornikelbaterai mobil listrikkendaraan listrikpresiden joko widodo
ADS

Trending

Update News