Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. teknologi2
  3. AI Kini Bisa Prediksi Risiko O...

AI Kini Bisa Prediksi Risiko Orang Kena Kanker Paru

Foto rontgen paru-paru. (Dokumen Freepik)

Foto rontgen paru-paru. (Dokumen Freepik)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Teknologi kecerdasan artifisial (AI) kini bisa memprediksi seseorang berisiko terkena kanker atau tidak. Hal ini diungkapkan oleh sebuah studi terbaru.

Dikutip dari Euro News, Kamis (7/12/2023), para peneliti dari University College London dan University of Cambridge di Inggris, menggunakan data dari Biobank Inggris dan US National Lung Screening Trial untuk mengembangkan model AI. Dengan begitu, kecerdasan artifisial itu bisa memprediksi risiko seseorang terkena kanker paru-paru untuk lima tahun ke depan.

Teknologi AI Rancang Robot Hanya dalam 26 Detik

Para peneliti ini menguji serangkaian data dengan lebih dari 60 machine learning yang berbeda. Cara ini bertujuan untuk mengetahui mana yang paling efektif untuk memprediksi risiko penyakit.

Kemudian, mereka mengkombinasikan empat model dan mampu memprediksi risiko kanker paru-paru dengan akurasi yang sama atau lebih baik daripada model yang sudah ada. Temuan itu sudah terbit di jurnal PLOS Medicine beberapa waktu lalu.

Model AI itu hanya diberikan tiga variabel, yaitu usia, lama menjadi perokok, serta jumlah rokok yang dihisap setiap hari.

“Studi kami menunjukkan AI bisa digunakan untuk memprediksi secara akurat risiko kanker paru-paru,” kata salah satu penulis, Tom Callendar dari School of University College London.

Cegah Dampak Buruk ke Manusia, Kebijakan Teknologi AI Diperlukan

Pendekatan ini, kata Callendar, berpotensi menyederhanakan screening kanker paru di masyarakat, kata dia.

Sekadar informasi, kanker paru-paru menjadi penyebab utama kematian akibat kanker di seluruh dunia, berdasarkan World Health Organization (WHO). Merokok menjadi 85% penyebab kanker paru-paru. Menurut data WHO, pada 2020, ada 1,8 juta kasus kematian karena kanker ini.

Bagikan:
kesehatan masyarakatartificial intelligentTeknologi
ADS

Trending

Update News