Deretan Bahan Alami yang Bisa Dijadikan Sabun Ramah Lingkungan

Seseorang mencuci tangan dengan sabun. (Dokumen Pixabay)
FAKTA.COM, Jakarta - Bahan alami kerap digunakan untuk membersihkan sesuatu dari kotoran. Bahan ini mengandung senyawa surfaktan alami yang aman bagi kesehatan dan lingkungan.
Dikutip dari laman Science Direct, Jumat (10/11/2023), penelitan yang berjudul Soapnut: A replacement of synthetic surfactant for cosmetic and biomedical applications yang ditulis oleh Anita Panda, Susmita Mishra, dan SS Mohapatra, ,menyebut surfaktan merupakan senyawa kimia yang umum dipakai di sabun, deterjen, sampo, atau industri kosmetik.
Senyawa ini mengandung gugus hidrofilik dan hidrofobik yang berfungsi untuk mengurangi tegangan permukaan sehingga dimanfaatkan untuk membersihkan kotoran.
"Namun, banyak surfaktan sintetik yang merugikan," tulis Panda dkk dalam tulisan yang terbit di Journal Sustainable Chemistry and Pharmacy Vol. 17 pada September 2020.
Surfaktan sintetik, menurut mereka, bersifat korosif dan toksik. Senyawa kimia buatan ini bisa mengiritasi kulit manusia dan menganggu pernapasan. Malah, senyawa tersebut juga bersifat non biodegradable sehingga bisa merusak lingkungan.
Enggak heran kalau saat ini, bahan-bahan alami mulai dilirik untuk membuat sabun yang ramah lingkungan. Selain tidak mengandung senyawa kimia buatan, bahan-bahan itu juga baik untuk kesehatan kulit.
Menurut penelusuran FAKTA.COM dari berbagai sumber, berikut ini adalah contoh bahan alami yang sering digunakan untuk sabun yang ramah lingkungan.
1. Lerak
Lerak alias soapnut (Sapindus mukorossi) adalah salah satu bahan alami yang kerap dipakai untuk sabun. Penelitan Panda dkk menunjukkan lerak ini baik untuk dijadikan sabun alami.
Selain bersifat antimikroba, lerak juga punya busa yang stabil, tidak korosif, dan tak beracun.
2. Belimbing Wuluh
Dikutip dari penelitan yang berjudul Pemanfaatan Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi) dalam Pembuatan Sabun Cuci Piring dan Asam Sunti yang Bernilai Ekonomis yang dituliis Maisarah, Fitra Azkia Ramadhani, Nuryani Kasman, dan Chusnur Rahmi, belimbing wuluh bisa digunakan sebagai sabun cuci piring karena mengandung beberapa senyawa yang berfungsi untuk membunuh bakteri, seperti saponin yang bersifat seperti sabun. Makanya, senyawa itu juga disebut sebagai surfaktan alami.
Kemudian, buah ini juga mengandung flavonoid yang berfungsi untuk meenghancurkan protein bakteri dengan lisis. Dengan begitu, kuman tidak bisa berkembang biak dan mati.
Sekadar informasi, penelitian itu terbit di Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 pada September 2023.
3. Daun Dadap dan Air Kelapa
Dikutip dari laman Universitas Padjadjaran, tiga mahasiswa universitas ini membuat sabun cuci tangan yang berbentuk kertas. Sabun ini terbuat dari daun dadap (Erythrina lithosperma) dan air kelapa (Cocos nusifera-nama latin kelapa).
Selain tidak mengandung senyawa kimia buatan, dua bahan itu mengandung antimikroba alami. Diketahui daun dadap dan air kelapa mengandung flavonoid dan alkaloid asam laurat. Senyawa-senyawa itu bisa membunuh bakteri, seperti Salmonella sp.













