Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. lingkungan
  3. BRIN Kembangkan Riset Tanaman ...

BRIN Kembangkan Riset Tanaman Lidah Buaya untuk Cegah Stunting

Pekerja memproduksi minuman olahan dari tanaman lidah buaya di Sam Aloe Vera, Desa Cikarawang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/aww. (ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH)

Pekerja memproduksi minuman olahan dari tanaman lidah buaya di Sam Aloe Vera, Desa Cikarawang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/aww. (ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan riset studi fungsionalitas bahan alam dan pangan fungsional, salah satunya yakni tanaman lidah buaya (Aloe vera).

Riset ini untuk menjawab isu strategis nasional di bidang ketahanan pangan dan pencegahan stunting.

Periset Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN Sri Handayani memaparkan berbagai penelitian menunjukkan tanaman lidah buaya memiliki kandungan senyawa aktif, seperti asam amino esensial, asam lemak tak jenuh, vitamin, dan mineral, yang bermanfaat bagi kesehatan.

"Oleh karenanya lidah buaya memiliki potensi tinggi untuk diolah menjadi produk pangan fungsional," katanya melalui keterangan di Jakarta, Senin (30/9/2024).

Jangan Keliru, Ini Bedanya Stunting dan Gizi Buruk

Handayani menjelaskan riset lidah buaya telah dilakukan sejak 2021. Dimulai dari pendampingan pengolahan Aloe vera menjadi minuman kemasan, hingga bubuk yang difortifikasi untuk penanganan stunting yang diterapkan di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Saat ini pihaknya tengah melakukan riset lidah buaya, yang terkait dengan diversifikasi produk untuk kesehatan. Beberapa produk yang telah dihasilkan, ungkap Handayani, antara lain serbuk kering lidah buaya, non-dairy krimer mengandung Lidah Buaya, serta minuman granul kombinasi lidah buaya dan rosela, di mana beberapa produk ini telah dipatenkan.

"Selain produk kesehatan, ke depan akan dilakukan riset lidah buaya terkait produk kosmetik dan nutrasetikal," ujarnya.

Handayani memaparkan dalam 100 gram gel lidah buaya kering terkandung sekitar 3,7 gram kalsium. Kalsium berperan pada masa pertumbuhan tulang dan gigi, serta mencegah osteoporosis. Selain itu tanaman asal Benua Afrika ini juga mengandung magnesium.

Peneliti BRIN Ungkap Alasan Efek Kecubung Bisa Mematikan

"Dalam 100 gram gel lidah buaya mengandung 0,5 gram magnesium. Magnesium berperan dalam keseimbangan cairan tubuh serta penting membantu penyerapan kalsium," tambahnya.

Di samping itu Handayani menerangkan lidah buaya juga mengandung empat asam amino esensial yang dapat digunakan untuk mengurangi risiko stunting pada balita. Keempat asam amino tersebut antara lain valine, phenylalanine, leucin, dan isoleucin.

Kemudian, lanjutnya, lidah buaya memiliki asam lemak tak jenuh ganda atau asam lemak omega-3, omega-6, dan omega-9 yang sangat dibutuhkan pada masa pertumbuhan.

"Omega-3 berperan dalam perkembangan otak, omega-6 berperan dalam pembentukan energi dan mencegah inflamasi, serta omega-9 berfungsi meningkatkan sensitivitas insulin, dan penghambat penyakit neurodegeneratif, seperti alzheimer dan parkinson," tutur Sri Handayani. (ANT)

Bagikan:
brinLidah buayastunting
ADS

Update News

Trending