Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. lingkungan
  3. Kingkong dan Bombom, Dua Orang...

Kingkong dan Bombom, Dua Orangutan Kalimantan, Kembali ke Habitatnya

Orangutan dilepasliarkan di Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum, Kalbar, Minggu (28/7/2024). (ANTARA)

Orangutan dilepasliarkan di Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum, Kalbar, Minggu (28/7/2024). (ANTARA)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Dua orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Kingkong dan Bombom, dilepasliarkan di Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TN BKDS), Kalimantan Barat. 

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat RM. Wiwied Widodo menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan ke-14 kalinya dilaksanakan semenjak 2017.

Sebelumnya pihaknya berhasil melepasliarkan 30 individu orangutan di kawasan Sub Das Mendalam Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum.

Wiwied Widodo menyampaikan proses menuju pelepasliaran orangutan sangatlah panjang dan mahal. Namun, pihaknya memastikan semua prosedur dari awal sampai pelepasliaran terkait administrasi maupun satwa telah memenuhi persyaratan dan sudah siap dilepasliarkan pada 28 Juli 2024.

BRIN Temukan 13 Situs Geosite Berskala Internasional di Kebumen

"Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam membantu upaya pelepasliaran kedua orangutan ini, mulai dari penyelamatan, rehabilitasi sampai dengan pelepasliaran sehingga berjalan dengan lancar dan sesuai prosedur," kata Wiwied dalam keterangan resminya, Jumat (2/8/2024).

Dia menjelaskan bahwa dua individu orangutan berusia 8 tahun itu merupakan satwa hasil penyelamatan Balai KSDA Kalbar dari masyarakat. Satu individu orangutan berjenis kelamin betina dievakuasi dari masyarakat Kabupaten Mempawah pada 2020 dan satu individu lainnya berjenis kelamin jantan berasal dari Kabupaten Melawi.

Dalam pemulihan kondisi dan sifat liarnya, kedua orangutan telah menjalani proses rehabilitasi di Sekolah Hutan Tembak oleh Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang.

Keduanya telah memiliki kemampuan lokomosi baik, pengenalan berbagai jenis pakan dan memiliki keterampilan membuat sarang dan merenovasi sarang lama.

Mekarnya Bunga Rafflesia jenis Tuan-Mudae di Marambuang Agam, Sumbar

Selain itu, katanya, setelah pelepasliaran kedua individu orangutan akan dipantau demi memastikan mereka dapat beradaptasi dan bertahan hidup di alam liar. Pemantauan dengan metode nest to nest dengan mengikuti orangutan mulai dari bangun di pagi hari hingga tidur di sore hari selama 3 bulan.

Dalam pelepasliaran ke-14 itu, dihadiri pula perwakilan dari masyarakat termasuk tokoh adat, perangkat desa, masyarakat peduli konservasi dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Datah Dian.

Kepala Balai Besar TN BKDS Sadtata Noor Adirahmant menggarisbawahi pentingnya pelibatan pemangku kepentingan dan elemen masyarakat dalam upaya konservasi termasuk orangutan.

"Beri panggung kepada para pihak serta masyarakat dalam kegiatan pelepasliaran seperti ini. Dengan demikian, di bawah alam sadar mereka akan menerima hal baik ini sebagai tugas dan tanggung jawabnya untuk terus berperan dalam menjaga alam," ujar Sadtata. (ANT)

Bagikan:
KalbarKalimantan baratTN BDKSPelepasliaran orangutanOrangutan
Loading...
ADS

Update News

Trending