Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. kebijakan
  3. Jokowi Curiga Banyak Pemda Mas...

Jokowi Curiga Banyak Pemda Masih Gunakan Produk Impor

Presiden Jokowi saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (10/7/2024). (Dokumen Setkab/Seno)

Presiden Jokowi saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (10/7/2024). (Dokumen Setkab/Seno)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Selain persoalan inflasi, penggunaan produk dalam negeri menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan kepada para kepala pemerintah daerah kabupaten/kota. Pasalnya, saat ini penggunaan produk dalam negeri oleh kabupaten dan kota baru masih sangat rendah.

"Penggunaan produk dalam negerinya masih 41% untuk kabupaten dan kota, masih kecil. Artinya, selain itu berarti produk-produk impor," ujar Jokowi saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (10/7/2024).

Jokowi pun mengingatkan bahwa sulit mengumpulkan penerimaan negara dari berbagai sumber. Seperti pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), royalti, dan dividen.

Setelah Bea Masuk 200 Persen, Mendag Zulhas Siapkan Satgas Impor Ilegal

"Ini perlu saya ingatkan, beli produk-produk kita sendiri. Saya ingatkan, mengumpulkan anggarannya itu sangat sulit sekali. Jadi gunakan 100% untuk pengadaan barang dan jasa itu produk-produk dalam negeri," kata Presiden.

Untuk itu, Presiden menekankan kepada seluruh pemerintah daerah untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasanya.

Sebelumnya, Jokowi juga menyinggung adanya bupati yang tidak mengetahui inflasi di daerahnya sendiri. "Kalau saya ke daerah pasti masuk pasar, bupatinya saya tanya inflasinya berapa bulan kemarin? Kalau yang saya tanya gak bisa jawab, mohon maaf masih ada satu dua," kata Jokowi.

Sentil Bupati yang Tak Tahu Inflasi di Daerahnya, Jokowi: Tanya ke BI atau TPID

Jokowi pun meminta para bupati tersebut untuk bertanya ke Bank Indonesia dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

"Tolong sebelum saya masuk ke kabupaten, bertanya dulu ke BI inflasinya berapa, ke TPID inflasinya berapa, karena pasti saya tanya," ujar Jokowi.

Bagikan:
fakta.comjokowiimporpenggunaan produk dalam negeripresiden joko widodo
ADS

Update News

Trending