Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. kebijakan
  3. Demi Bansos Beras, Daging Ayam...

Demi Bansos Beras, Daging Ayam dan Telur, Pemerintah Tambah Biaya Rp11 Triliun

Presiden Jokowi saat membagikan bansos ke masyarakat. (Dokumen Sekretariat Presiden)

Presiden Jokowi saat membagikan bansos ke masyarakat. (Dokumen Sekretariat Presiden)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Perpanjangan masa bantuan sosial (bansos) beras serta daging ayam dan telur, membuat pemerintah harus merogoh kocek lebih dalam. Total nilainya Rp11 triliun.

"Bantuan ini akan diperpanjang tiga bulan, yaitu pada Agustus, Oktober, dan Desember untuk pembayarannya. Ini akan menambah biaya Rp11 triliun," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati saat Rapat Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR di Jakarta, Senin (9/7/2024).

Sepanjang semester I-2024, Kementerian Keuangan telah menyalurkan belanja bansos senilai Rp75,8 triliun, tumbuh 3% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Bansos Beras Masih Lanjut, Pemerintah Anggarkan Rp9 Triliun

Peningkatan realisasi bansos utamanya dipengaruhi oleh kenaikan jumlah penerima dan unit bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2024 serta penyaluran bantuan makanan lansia dan disabilitas.

Secara rinci, belanja bansos yang disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos) tercatat sebesar Rp37,5 triliun untuk Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dan Kartu Sembako bagi 18,7 juta KPM.

Kemudian, belanja yang disalurkan melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencapai Rp23,2 triliun, yakni berupa Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN) untuk 96,8 juta peserta.

Jokowi: Bansos Beras 10 Kg Bisa Lanjut Sampai Desember

Selain itu ada juga bansos melalui Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebesar Rp13,2 triliun untuk PIP bagi 8,9 juta siswa dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk 769,4 ribu mahasiswa.

Di sisi lain, bansos melalui Kementerian Agama (Kemenag) disalurkan sebesar Rp1,7 triliun untuk PIP bagi 1,5 juta siswa dan KIP Kuliah bagi 99,86 ribu mahasiswa.

Terakhir, bansos disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp200 miliar.

Belanja bansos termasuk dalam anggaran perlindungan sosial (perlinsos) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Adapun realisasi anggaran perlinsos pada semester I-2024 mencapai Rp176,7 triliun atau 35,6% dari pagu APBN 2024. (ANT)

Bagikan:
anggaran bansosbansos beras 10 kgbansoskementerian keuanganmenteri keuangan sri mulyani
ADS

Update News

Trending