Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

Derita Pengungsi Suriah dan Lebanon: di Sana Dibom, di Sini Dibom

Warga dari Lebanon tertahan di perbatasan Suriah, Senin (23/9/2024) saat hendak mengungsi untuk menghindari ancaman perang besar-besaran antara Hizbullah dan Israel, terutama di kawasan Lebanon Selatan. Foto: UNHCR

Warga dari Lebanon tertahan di perbatasan Suriah, Senin (23/9/2024) saat hendak mengungsi untuk menghindari ancaman perang besar-besaran antara Hizbullah dan Israel, terutama di kawasan Lebanon Selatan. Foto: UNHCR

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Ribuan warga Lebanon dan Suriah berbondong-bondong meninggalkan wilayah Lebanon selatan menghindari perang antara Israel dan Hizbullah. Mereka terpantau menuju Suriah, dan sebagian masih antre di perbatasan.

Ratusan kendaraan mengular di perbatasan Suriah, menurut pantauan UNHCR, Rabu (25/9/2024). Banyak orang juga datang dengan berjalan kaki, membawa apa yang mereka bisa.

“Pertumpahan darah ini menelan korban yang mengerikan, membuat puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka,” kata Filippo Grandi, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi.

Kerumunan keluarga dari Lebanon tengah mengantre di perbatasan untuk mengungsi ke Suriah. Foto: UNHCR

Kerumunan keluarga dari Lebanon tengah mengantre di perbatasan untuk mengungsi ke Suriah. Foto: UNHCR

Kerumunan besar, termasuk wanita, anak kecil, dan bayi mempertaruhkan nasib di perbatasan. Mereka rela menginap di luar ruangan meskipun suhu udara di perbatasan Lebanon-Suriah dingin mencekam. Beberapa warga bahkan terlihat terluka, diduga akibat jadi korban ledakan baru-baru ini.

Di tengah panasnya konflik, yang bisa saja berakhir dengan perang besar, jumlah warga yang bermaksud mengungsi ke Suriah terus bertambah setiap harinya.

Israel-Hizbullah Dituntut Lakukan Gencatan Senjata 21 Hari

Sebagian dari pengungsi merupakan warga Suriah yang sebelumnya mengungsi ke Lebanon akibat perang Suriah beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Lebanon pernah menampung sekitar 1,5 juta pengungsi akibat perang Suriah. Selain itu, Lebanon juga jadi rumah sementara bagi 11.000 pengungsi dari negara lain.

Sekelompok anak-anak berjalan kaki di tengah antrean kendaraan dari Lebanon yang mengantre di perbatasan untuk mengungsi ke Suriah. Foto: UNHCR

Sekelompok anak-anak berjalan kaki di tengah antrean kendaraan dari Lebanon yang mengantre di perbatasan untuk mengungsi ke Suriah. Foto: UNHCR

Data terbaru PBB menunjukkan setidaknya 90.530 orang mengungsi di Lebanon, selain hampir 112.000 orang yang mengungsi sejak Oktober 2023.

“Ini adalah cobaan lain bagi keluarga yang sebelumnya melarikan diri dari perang di Suriah, tetapi sekarang harus dibom di negara tempat mereka mencari perlindungan," kata Filippo Grandi.

Konflik Kian Panas, Akankah Pecah Perang Besar Israel vs Hizbullah?

Menurut otoritas Lebanon, lebih dari 27 ribu orang telah mengungsi selama 48 jam terakhir.

Sementara Kantor koordinasi bantuan PBB, OCHA, mencatat bahwa lebih dari 110.000 orang telah mengungsi sejak Oktober 2023. Hingga Selasa malam, lebih dari 25.000 orang telah menemukan tempat berlindung di 130 tempat penampungan baru.

Seorang anak berada di antara puing-puing bangunan yang hancur di sebuah kawasan Lebanon selatan usai diserang Israel. Foto: PBB

Seorang anak berada di antara puing-puing bangunan yang hancur di sebuah kawasan Lebanon selatan usai diserang Israel. Foto: PBB

Jumlah pengungsi kian banyak setelah ledakan demi ledakan menambah korban tewas, terutama warga di wilayah Lebanon. Sedikitnya, gempuran Israel telah menewaskan 558 orang dan melukai 1.835 orang di Lebanon.

Warga Dunia Diminta Tinggalkan Lebanon Antisipasi Perang Besar Hizbullah-Israel

UNHCR beserta Lembaga lain kini disibukkan di titik-titik penyeberangan perbatasan Lebanon-Suriah untuk membantu pengungsi. Mereka, di antaranya, menyediakan makanan, air, selimut, dan kasur bagi mereka yang tiba, dan membimbing mereka menuju tempat pengungsian di Suriah.

"Timur Tengah tidak mampu menanggung krisis pengungsian baru. Jangan sampai kita menciptakannya dengan memaksa lebih banyak orang meninggalkan rumah mereka. Melindungi kehidupan warga sipil harus menjadi prioritas,” kata Grandi. (UN/UNHCR)

Bagikan:
Konflik Hizbullah - IsraelpengungsiLebanonSuriah
Loading...
ADS

Update News

  1. Home
  2. internasional
  3. Derita Pengungsi Suriah dan Le...

Trending