Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

Israel-Hizbullah Dituntut Lakukan Gencatan Senjata 21 Hari

Foto: Almanar.com

Foto: Almanar.com

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Prancis dan Amerika Serikat (AS) segera mengumumkan usulan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah. Gencatan senjata sementara itu diusulkan berlangsung selama 21 hari, yang memungkinkan negosiasi untuk meredakan ketegangan.

Konflik Kian Panas, Akankah Pecah Perang Besar Israel vs Hizbullah?

"Kami telah bekerja sama dengan mitra Amerika kami dalam platform gencatan senjata sementara selama 21 hari untuk memungkinkan negosiasi," kata Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), Rabu (25/9/2024).

Dewan Keamanan PBB menggelar sidang terkait konflik Israel-Hizbullah di Kantor Pusat PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (25/9/2024). Foto: United Nation.

Dewan Keamanan PBB menggelar sidang terkait konflik Israel-Hizbullah di Kantor Pusat PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (25/9/2024). Foto: United Nation.

Gencatan senjata mesti dilakukan karena korban nyawa terus bertambah, terutama penduduk sipil. Barrot juga mengatakan, kendati perang tidak dapat dihindari, solusi diplomatik masih mungkin tercapai.

"Platform ini akan diumumkan segera, dan kami berharap kedua pihak menerimanya tanpa penundaan guna melindungi penduduk sipil dan memungkinkan dimulainya negosiasi diplomatic," kata Barrot.

Hizbullah Umumkan Babak Baru Serangan Balasan ke Israel

Dalam kesempatan itu pula, Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Robert Wood, punya harapan yang sama. Ia menyebutkan bahwa beberapa negara juga telah berkontribusi pada proposal gencatan senjata tersebut.

Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Robert Wood, saat berbicara dalam rapat DK PBB di Kantor Pusat PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (25/9/2024). Foto: United Nation.

Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Robert Wood, saat berbicara dalam rapat DK PBB di Kantor Pusat PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (25/9/2024). Foto: United Nation.

Mereka berharap upaya itu akan membawa ketenangan serta membuka jalan bagi diskusi menuju solusi diplomatik.

Wood mendorong Dewan Keamanan PBB untuk memberi dukungan bagi upaya diplomatik tersebut dalam beberapa hari mendatang.

Israel Dituduh Perluas Perang di Timur Tengah

Mesir, Yordania, dan Irak menuduh Israel mendorong Timur Tengah ke jurang konflik bersenjata. Tel Aviv dituduh memperluas perang usai meluluh-lantakkan Gaza, dan kini bombardier Lebanon.

Ribuan Warga Lebanon Mengungsi Hindari Perang Hizbullah dan Israel

Tuduhan itu dilayangkan Mesir, Yordania, dan Irak, saat menyampaikan pernyataan Bersama sidang ke-79 Majelis Umum PBB di New York, AS, Rabu (25/9/2024).

Warga Lebanon tertahan di perbatasan Suriah, Senin (23/9/2024) saat hendak mengungsi untuk menghindari ancaman perang besar-besaran antara Hizbullah dan Israel, terutama di kawasan Lebanon Selatan. Foto: UNHCR

Warga Lebanon tertahan di perbatasan Suriah, Senin (23/9/2024) saat hendak mengungsi untuk menghindari ancaman perang besar-besaran antara Hizbullah dan Israel, terutama di kawasan Lebanon Selatan. Foto: UNHCR

Menurut pernyataan itu, upaya untuk mencegah eskalasi berbahaya di kawasan tersebut dimulai dengan menghentikan agresi Israel di Jalur Gaza, Palestina.

"Israel sedang memicu perang habis-habisan di kawasan tersebut," bunyi pernyataan tersebut.

Mereka pun meminta masyarakat internasional dan Dewan Keamanan PBB untuk memikul tanggung jawab menghentikan perang yang terus meluas. (ANT/Anadolu)

Warga Dunia Diminta Tinggalkan Lebanon Antisipasi Perang Besar Hizbullah-Israel
Bagikan:
Konflik Hizbullah - IsraelDewan Keamanan PBBLebanontimur tengah
Loading...
ADS

Update News

  1. Home
  2. internasional
  3. Israel-Hizbullah Dituntut Laku...

Trending