Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. ekonomi
  3. Makin Vital, Hilirisasi Beri K...

Makin Vital, Hilirisasi Beri Kontribusi 26 Persen dari Total Investasi

Smelter Nikel di Konawe. (Dokumen Kemenperin)

Smelter Nikel di Konawe. (Dokumen Kemenperin)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan bahwa nilai investasi yang mengalir ke sektor hilirisasi pada 2023 mencapai Rp375,4 triliun. Jumlah ini setara dengan 26,5% dari total realisasi investasi tahun lalu yang sebesar Rp1.418,9 triliun.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyatakan sebagian besar penanaman modal itu masuk ke sektor usaha mineral, utamanya smelter sekitar Rp216,8 triliun. Adapun, rinciannya nikel Rp136,6 triliun, bauksit Rp9,7 triliun, dan tembaga Rp70,5 triliun.

“Jadi yang kita bangun itu (dalam program hilirisasi) bukan hanya nikel,” ujar dia kepada awak media, Rabu (24/1/2024).

PT Smelting Kerek Kapasitas Produksi, Jokowi Tegaskan Manfaat Hilirisasi

Bahlil menjelaskan, kebijakan hilirisasi juga telah meluas ke berbagai sektor industri, seperti pertanian dengan komoditas minyak sawit (crude palm oil/CPO) yang terealisasi Rp50,8 triliun. 

Disusul kemudian industri kehutanan dengan produk pulp and papar Rp51,8 triliun, minyak dan gas dengan produk petrochemical Rp46,3 triliun, serta pengembangan ekosistem kendaraan listrik berupa baterai sebesar Rp9,7 triliun.

“Ke depan kita harus mendorong (hilirisasi) di sektor perikanan, kehutanan dan pertanian agar bisa lebih masif lagi,” kata Bahlil.

Kata Wamenkeu, Reformasi Struktural dan Hilirisasi Perlu Dilanjutkan

Sebagai informasi, realisasi investasi 2023 yang sebesar  Rp1.418,9 triliun setara dengan 101,3% dari target yang ditetapkan, yakni Rp1.400 triliun. Angka ini tumbuh 17,5% dari capaian 2022 yang sebesar Rp1.207,2 triliun.

Bagikan:
hilirisasismeltermenteri investasi bahlil lahadaliainvestasiekonomi
ADS

Trending

Update News