Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. ekonomi
  3. Impor Oktober 2023 Naik 7,68 P...

Impor Oktober 2023 Naik 7,68 Persen, Terbanyak dari Sektor Nonmigas

Ilustrasi (Foto: Dok. Kementerian Keuangan)

Ilustrasi (Foto: Dok. Kementerian Keuangan)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Oktober 2023 senilai US$18,67 miliar. Angka ini naik 7,68% secara month to month (mtm). 

Sektor nonmigas menjadi penyumbang impor terbanyak untuk Oktober 2023.

Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan jika dibandingkan dengan Oktober 2022 (year on year/yoy), impor RI turun sebesar 2,42%.

Pudji menjelaskan, impor ini terdiri dari dua jenis, yaitu impor migas dan impor nonmigas. Disebutkan bahwa untuk impor migas bulan lalu senilai US$3,21 miliar, turun 3,66% dibandingkan September 2023 dan turun 4,68 persen dibandingkan Oktober 2022.

Bantuan Beras Lanjut, Bulog Pastikan Tambahan Impor 1,5 Juta Ton

“Sementara untuk impor nonmigas senilai US$15,46 miliar atau naik 10,37% dibandingkan September 2023 dan turun 1,94% dibandingkan Oktober 2022,” ujarnya kepada awak media di Jakarta pada Rabu (15/11/2023).

Pudji memerinci peningkatan impor golongan barang nonmigas secara bulanan terdiri atas mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya senilai US$386,8 juta (21,06%).

“Sementara penurunan terbesar adalah besi dan baja US$47,4 juta (5,30%),” tuturnya.

Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Oktober 2023 adalah Tiongkok US$51,03 miliar (33,09%), Jepang US$13,92 miliar (9,02%), dan Thailand US$8,55 miliar (5,55%). 

Untuk, impor nonmigas dari ASEAN US$25,78 miliar (16,72%) dan Uni Eropa US$11,80 miliar (7,65%).

Impor Kain Melonjak, Industri Dalam Negeri Merugi

Lebih lanjut, menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Oktober 2023 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang modal senilai US$2.749,3 juta (9,32%) dan barang konsumsi US$1.138,6 juta (6,96%). Lalu, impor bahan baku/penolong turun US$19.317,3 juta (12,65%).

“Neraca perdagangan Indonesia Oktober 2023 mengalami surplus US$3,48 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$5,31 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,83 miliar,” kata dia.

Bagikan:
badan pusat statistikimpor
ADS

Trending

Update News