Selain Putih, Es di Antartika Ada Juga yang Berwarna Hijau

Ilustrasi es di Antartika. (Dokumen Freepik)
FAKTA.COM, Jakarta – Biasanya es di Antartika ini berwarna putih. Akan tetapi, ada, lho, es yang warnanya hijau.
Dikutip dari CGTN, Senin (8/1/2024), kapal pemecah es China, Xuelong 2, mencapai Laut Amundsen, Antartika. Kapal ini menemukan gunung es berwarna hijau di “jantung” Antartika. Mengapa bisa berwarna hijau?
Profesor Shi Jiuxin dari Ocean University of China, kepada China Media Group, mengatakan bahwa gunung es berwarna hijau disebabkan oleh potongan-potongan es gletser yang mengandung besi. Potongan ini berasal dari lapisan es Antartika yang jatuh ke laut.
“Sebenarnya bagian yang kita lihat di sini adalah yang terbalik. Semula (bagian itu) tersembunyi di bawah permukaan laut. Tampak hijau karena mengandung besi,” kata Shi.
Dia juga mengatakan ada beberapa es di laut yang berwarna kuning dan coklat. Dikatakan bahwa kapal Xuelong memecah es dan membaliknya. Bagian bawah es berwarna kuning.
“Sebenarnya ini adalah warna alga. Kami menyebutnya alga es, sumber makanan utama krill,” kata dia.
Shi mengatakan bahwa beberapa area permukaan laut di Antartika tetap tidak membeku. Ketika angin kencang, es di laut pecah. Es-es ini bertabrakan satu sama lain dan ujung-ujungnya menebal. Di China, kata dia, es seperti itu disebut dengan es teratai.
“Bagian pinggirnya tebal dan tengahnya tipis,” kata dia.
Sekadar informasi, perjalanan Xuelong 2 ke Antartika dalam rangka studi komprehensif kedua yang dilakukan oleh China. Disebutkan bahwa para kru menyesuaikan rute perjalanan berdasarkan data real time dari radar pendeteksi es laut dan gambar penginderaan jauh satelit.
Kapten Xuelong-2, Xiao Jinfeng, berkata sudah memasuki wilayah es terapung yang padat. Mereka juga menjaga kapal agar tetap berada dalam kecepatan yang aman sehingga tidak menabrak bongkahan es atau gunung es.
“Jika menemui bongkahan es tebal yang berukuran besar, kapal kami mampu memecahkan es setebal 1,5 meter ditambah salju setebal 0,2 meter yang menutupi es,” kata Xiao.













