Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. edukasi
  3. Mengenal Musik Keroncong, Dang...

Mengenal Musik Keroncong, Dangdut, dan Campursari

Ilustrasi musik keroncong. (Dokumen Shutterstock)

Ilustrasi musik keroncong. (Dokumen Shutterstock)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Musik keroncong, dangdut, dan campursari merupakan beberapa jenis musik yang terkenal di kalangan masyarakat Indonesia. Bahkan, ketiganya ini diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.

Lalu, apa itu musik keroncong, dangdut, dan campursari dan apa pula perbedaan di antara ketiganya? Berikut ini adalah penjelasannya menurut penelusuran FAKTA.COM dari berbagai sumber, Rabu (1/11/2023).

1. Keroncong

Musik keroncong ini merupakan perpaduan dari budaya Barat dan Timur. Keroncong pertama kali ditemukan pada abad ke-20 di Kampung Tugu, Batavia, dikutip dari laman Pemerintah Kota Surakarta. Musik tersebut dibawa oleh pelaut dari bangsa Portugis, dikutip dari laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Link dan Cara Beli Tiket Konser Ed Sheeran di Jakarta

Musik keroncong ini diadaptasi dalam berbagai bentuk, seperti langgam jawa (yang berkembang jadi campursari), keroncong rock, dan keroncong dangdut. Keroncong menggunakan beberapa alat musik, seperti instrumen dawai, vocal, flute, dan ukulele—alat musik khas keroncong.

2. Dangdut

Dikutip dari laman Indonesia.go.id, dangdut ini merupakan musik yang mendapatkan pengaruh dari Melayu, Arab, dan India. Ciri khas musik ini adalah iringan gendang dan tabla (alat musik dari India). Kamu juga bisa mendengarkan iringan gitar, tamborin, mandolin, dan seruling dari dangdut.

Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, lirik-lirik dangdut biasanya berisi hal-hal romantis hingga dakwah agama. Contoh penyanyi yang mempopulerkan musik dangdut adalah Rhoma Irama.

'Lagu Lama Kaset Baru' Dalih Coldplay Cuma Konser Sehari

3. Campursari

Dikutip dari laman Berita Magelang, campursari ini merupakan musik tradisional yang dipadukan dengan musik Barat. Selain itu, genre musik ini juga memadukan musik tradisional dengan jenis lain, seperti pop dan dangdut.

Mengutip keterangan tertulis Kemdikbudristek, musisi campursari, Endah Laras, mengatakan keindahan musik ini terletak di perpaduan musik lokal dengan aransemen yang sesuai dengan perkembangan masa.

Dikutip dari berbagai sumber, lirik genre musik ini biasanya berbahasa Jawa. Manthous dan Didi Kempot merupakan contoh penyanyi campursari.

Bagikan:
edukasimusik indonesia
ADS

Update News

Trending