Desa Mengejar Literasi dan Inklusi Keuangan Kota

Ilustrasi. (Fakta.com/Putut Pramudiko)
FAKTA.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya membantu pemerintah mengejar target inklusi keuangan 90% pada 2024. Salah satu caranya dengan turun ke desa-desa.
OJK baru saja mengadakan pilot project pelaksanaan Program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI). Program ini merupakan bagian dari Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2023.
Pada tahun ini, BIK mengambil tema “Akses Keuangan Merata, Masyarakat Sejahtera". "Tujuannya untuk mendukung pemerintah mencapai target inklusi keuangan," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, Rabu (18/10/2023).
Masyarakat pedesaan menjadi sasaran peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Terlebih berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 menunjukkan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat perdesaan adalah 48,43% dan 82,69%.
"Masih di bawah jika dibandingkan wilayah perkotaan yang mencapai 50,52% dan 86,73%," ujar Agusman.
Hal ini menjadi salah satu faktor pendorong dilaksanakannya kegiatan Festival Budaya Desa Ekosistem Keuangan Inklusif, untuk melakukan perluasan inklusi keuangan masyarakat terutama di perdesaan serta meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi desa.
Sejak 2013-2022, indeks literasi dan inklusi keuangan terus meningkat. Namun jika dikaitkan dengan target 2024, jaraknya masih cukup jauh.
Apalagi jika melihat dari sisi wilayah, dimana gap besar antara pedesaan dan perkotaan.
Di sisi lain, literasi dan inklusi keuangan juga masih didominasi perbankan. Sementara, dari sisi inklusi, banyak sektor jasa keuangan yang punya indeks rendah.













