Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. data
  3. Desa Mengejar Literasi dan Ink...

Desa Mengejar Literasi dan Inklusi Keuangan Kota

Ilustrasi. (Fakta.com/Putut Pramudiko)

Ilustrasi. (Fakta.com/Putut Pramudiko)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya membantu pemerintah mengejar target inklusi keuangan 90% pada 2024. Salah satu caranya dengan turun ke desa-desa.

OJK baru saja mengadakan pilot project pelaksanaan Program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI). Program ini merupakan bagian dari Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2023.

Pada tahun ini, BIK mengambil tema “Akses Keuangan Merata, Masyarakat Sejahtera". "Tujuannya untuk mendukung pemerintah mencapai target inklusi keuangan," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, Rabu (18/10/2023).

10.000 Nasabah Lulus Restrukturisasi Kredit, OJK: Bank Makin Tangguh

Masyarakat pedesaan menjadi sasaran peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Terlebih berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 menunjukkan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat perdesaan adalah 48,43% dan 82,69%.

"Masih di bawah jika dibandingkan wilayah perkotaan yang mencapai 50,52% dan 86,73%," ujar Agusman.

Hal ini menjadi salah satu faktor pendorong dilaksanakannya kegiatan Festival Budaya Desa Ekosistem Keuangan Inklusif, untuk melakukan perluasan inklusi keuangan masyarakat terutama di perdesaan serta meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi desa.

Sejak 2013-2022, indeks literasi dan inklusi keuangan terus meningkat. Namun jika dikaitkan dengan target 2024, jaraknya masih cukup jauh.

Apalagi jika melihat dari sisi wilayah, dimana gap besar antara pedesaan dan perkotaan.

Di sisi lain, literasi dan inklusi keuangan juga masih didominasi perbankan. Sementara, dari sisi inklusi, banyak sektor jasa keuangan yang punya indeks rendah.

Bagikan:
indeks literasi dan inklusi keuanganojkotoritas jasa keuangan
ADS

Update News

Trending