Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. data
  3. Merinci Kontributor Ekspor yan...

Merinci Kontributor Ekspor yang Bikin Surplus Dagang Perpanjang Rekor

Ilustrasi. (Dokumen Fakta.com/Putut Pramudiko)

Ilustrasi. (Dokumen Fakta.com/Putut Pramudiko)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia kembali surplus. Per Mei 2024, nilainya US$2,93 miliar.

Menurut Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS), M. Habibullah, pencapaian itu memperpanjang catatan surplus selama 49 bulan beruntun. Surplus itu terjadi setelah Indonesia mencatat nilai ekspor US$22,33 miliar, sementara nilai impor hanya mencapai US$19,39 miliar.

Habibullah pun merinci, Indonesia berhasil surplus dari tiga negara besar. Di antaranya, India (US$1,55 miliar), Amerika Serikat (US$1,21 miliar), dan Jepang (US$0,74 miliar).

Jokowi: Ikan Nila Diminati Dunia, Ekspor Capai Rp230 Triliun

Namun dalam dua bulan terakhir, surplus neraca dagang hanya datang dari komoditas nonmigas. Artinya, komoditas migas masih mencatat defisit dengan nilai US$1,63 miliar (April 2024) dan US$1,33 miliar (Mei 2024).

Lantas, sektor apa saja yang berkontribusi mendorong surplus neraca dagang memperpanjang rekornya?

Seperti diketahui, surplus neraca dagang sempat menyentuh angka tertinggi US$4,58 miliar pada Maret 2024. Kemudian angka itu turun menjadi US$2,72 miliar pada April 2024.

Adapun surplus neraca dagang terendah pada tahun ini terjadi pada Februari 2024 dengan nilai US$0,83 miliar.

Menanggapi data itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan, surplus neraca dagang memberikan indikasi bahwa ketahanan ekonomi kita cukup kuat. "Namun kita harus tetap waspada dan terus memperkuat dukungan kebijakan demi mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan," ucap Febrio.

Laporan Terbaru Bank Dunia, Pertumbuhan Ekonomi Global Lebih Stabil

Febrio pun menegaskan, pemerintah akan terus memantau dampak perlambatan global terhadap ekspor nasional, serta menyiapkan langkah antisipasi melalui dorongan terhadap keberlanjutan hilirisasi sumber daya alam, peningkatan daya saing produk ekspor nasional, serta diversifikasi mitra dagang Utama.

Bagikan:
fakta.comdatapertumbuhan ekonomieksporsurplus neraca dagangbadan pusat statistikkementerian keuanganimpor
Loading...
ADS

Update News

Trending