Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

Jabodetabek Terasa Gerah saat Sering Hujan, Pertanda Segera Kemarau?

Ilustrasi. Udara terasa panas saat hujan masih rutin mengguyur. (dok. Freepik)

Ilustrasi. Udara terasa panas saat hujan masih rutin mengguyur. (dok. Freepik)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Belakangan, udara di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) terasa panas dan gerah walau hujan masih rutin mengguyur. Mungkinkah ini tanda-tanda segera kemarau?

Menurut prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam beberapa hari terakhir dan ke depan angka suhu dan kelembapan tergolong tinggi (memicu rasa gerah).

Sebagai sampelnya adalah prediksi suhu dan kelembapan di Gambir, Jakarta Pusat, tiap pukul pukul 13.00 WIB.

Baca Juga: BMKG Sebut Peningkatan Suhu di Perkotaan Indonesia Masuk Terbesar Global

+ 29 April 2025, suhu diprakirakan mencapai 30 derajat C dengan kelembapan 66 persen.

+ 30 April 2025, suhu 31 derajat C, kelembapan 63 persen.

+ 1 Mei 2025, suhu 32 derajat C, kelembapan 59 persen.

Ciri pancaroba

BMKG, dalam keterangan di situsnya pada 2024, mengungkap beberapa ciri masa peralihan musim atau pancaroba.

1. Udara hangat dan terik pada pagi hingga siang hari. Hal ini memicu proses konveksi (pengangkatan massa udara) dari permukaan Bumi ke atmosfer dan membentuk awan.

2. Hujan yang biasa terjadi pada sore hingga menjelang malam hari.

3. Karakteristik hujan pada periode ini cenderung tidak merata, intensitasnya sedang hingga lebat dalam durasi singkat.

4. Rawan cuaca ekstrem seperti kilat/petir, angin kencang, puting beliung, bahkan hujan es jika kondisi atmosfer kurang stabil.

View this post on Instagram

A post shared by BMKG (@infobmkg)

Kapan kemarau datang?

Menurut Prediksi Musim Kemarau di Indonesia 2025 dari BMKG, kemarau akan datang ke Indonesia secara tidak serentak.

"Awal musim kemarau di Indonesia diprediksi berlangsung secara bertahap, dimulai dari bagian tenggara, kemudian meluas ke barat, utara, dan berakhir ke timur dalam periode Maret hingga Agustus 2025," tutur dia.

Dari total 699 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, BMKG memprakirakan sebanyak 6 ZOM (0,86 persen) akan mengalami musim kemarau pada Maret 2025. Ini diprediksi terjadi di sebagian Pulau Madura, sebagian kecil Kalimantan Utara, serta Nusa Penida di Bali.

Baca Juga: Mengenal Sesar Citarik Pemicu Gempa Bogor, Punya Ancaman Terselubung

Pada April 2025, sebanyak 115 ZOM (16,5 persen) diprediksi akan memasuki musim kemarau. Ini meliputi Lampung bagian timur, pesisir utara Jawa bagian barat, pesisir Jawa Timur, serta pesisir Bali, Nusa Tengggara.

Di Mei 2025, wilayah yang diprediksi akan memasuki musim kemarau meluas ke 147 ZOM (21 persen). Ini mencakup sebagian kecil Sumatra, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian Kalimantan Selatan, Bali, serta Papua bagian selatan.

Pada Juni 2025, 141 ZOM (20,2 persen) diprediksikan mulai mengalami musim kemarau, yakni sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa bagian Barat, Kalimantan bagian selatan, dan sebagian kecil wilayah di Sulawesi dan Papua.

Ilustrasi. Hujan deras masih rutin mengguyur Jabodetabek, terutama di sekitar Bogor. (ANTARA/Abdul Fatah)

Kapan giliran Jabodetabek?

BMKG memprediksi hujan masih akan turun di sejumlah wilayah Jabodetabek hingga pertengahan Juni 2025.

Kondisi ini tak berlaku buat Kota Bogor dan sekitarnya yang diprakirakan tetap diguyur hujan tanpa musim kemarau yang pasti.

Berikut pembagian giliran kemarau per wilayah Jabodetabek menurut prediksi BMKG:

1. Jakarta Utara.

Wilayah ini masuk dalam ZOM Banten-DKI 14 (Cilincing, Kelapa Gading, Koja, Pademangan, Penjaringan, Tanjung Priok).

Musim kemarau diprakirakan hadir pada April dasarian III (20-30 April).

2. Jakarta Barat.

Area ini dibagi dalam dua ZOM.

- ZOM Banten-DKI 14 (Cengkareng, Grogol Petamburan, Kalideres, Tamansari, Tambora). Kemarau diprakirakan datang pada April dasarian III.

- ZOM Banten-DKI 15 (Kebon Jeruk, Kembangan, Palmerah), kemarau diprediksi datang Juni dasarian II (10-20 Juni).

Baca Juga: NASA Bongkar Peluang Asteroid Tabrak Bumi di 2032

3. Jakarta Pusat

- ZOM Banten-DKI 14 (Gambir, Kemayoran, Sawah Besar). Kemarau potensial datang pada April dasarian III.

- ZOM Banten-DKI 15 (Cempaka Putih, Johar Baru, Menteng, Senen, Tanah Abang). Kemarau tiba pada Juni dasarian II.

4. Jakarta Timur

- ZOM Banten-DKI 14 (Cakung, Duren Sawit). Kemarau diprediksi tiba April dasarian III.

- ZOM Banten-DKI 15 (Jatinegara, Makasar, Pulogadung, Matraman). Kemarau diprediksi datang Juni dasarian II.

- ZOM Banten-DKI 16 (Cipayung, Kramatjati, Ciracas, Pasar Rebo). Kemarau tiba Juni dasarian II.

5. Jakarta Selatan

- ZOM Banten-DKI 15 (Kebayoran Lama, Pesanggrahan, Setiabudi, Tebet). Kemarau diprediksi datang Juni dasarian II.

- ZOM Banten-DKI 16 (Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pancoran, Jagakarsa, Pasar Minggu). Kemarau diprakirakan tiba Juni dasarian II.

6. Kepulauan Seribu

Wilayah yang masuk ZOM Banten-DKI 14 ini diprediksi masuk musim kemarau pada April dasarian III.

View this post on Instagram

A post shared by Fakta Tekno (@fakta_tekno)

7. Kota Bekasi

- ZOM Jabar 01 (bagian utara), kemarau tiba kemungkinan pada April dasarian I.

- ZOM Jabar 02 (bagian tenggara), kemarau diprakirakan sampai pada April dasarian II.

- ZOM Jabar 06 (bagian selatan), kemarau pada Juni dasarian II.

8. Kota Depok

- ZOM Jabar 06 (sebagian besar Depok), Juni dasarian II.

- - ZOM Jabar 10 (sebagian kecil Depok bagian selatan), Juni dasarian I.

9. Bogor

- ZOM Jabar 16  (sebagian besar Bogor), tetap hujan.

- ZOM Jabar 09 (bagian barat laut), kemarau diprediksi Juni dasarian I (1-10 Juni).

- ZOM Jabar 10 (sebagian kecil bagian utara dan timur), Juni dasarian I.

- ZOM Jabar 11 (sebagian kecil bagian timur lainnya), Juni dasarian I.

- ZOM Jabar 15 (sebagian kecil bagian barat), Juni dasarian II.

- ZOM Jabar 16 (Bogor bagian barat daya dan tengah), tetap hujan

- ZOM Jabar 17 (sebagian kecil bagian selatan), Juni dasarian II.

Baca Juga: Evaluasi Penanganan Bencana, DPRD Kota Bogor Minta Pemkot Gerak Cepat

10. Kota Tangerang

- ZOM Banten-DKI 12 (Cibodas, Ciledug, Cipondoh, Jatiuwung, Karangtengah, Karawaci, Pinang, Tangerang). Kemarau diprediksi pada Mei dasarian III.

- ZOM Banten-DKI 13 (Batuceper, Benda, Periuk), kemarau di April dasarian III.

11. Kota Tangerang Selatan

ZOM Banten-DKI 12 (Ciputat, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara, Setu). Mei dasarian III.

12. Kabupaten Tangerang

- ZOM Banten-DKI 12 (Cisauk, Curug, Pagedangan), Mei dasarian III.

- ZOM Banten-DKI 13 (Gunung Kaler, Kemiri, Kosambi, Kresek, Kronjo, Mauk, Mekarbaru, Pakuhaji, Pasar Kemis, Rajeg, Sepatan, Sepatan Timur, Sindang Jaya, Sukadiri, Sukamulya, Teluknaga), April dasarian III.

Bagikan:
musim hujanmusim kemaraubmkgprakiraan cuacacuaca ekstrem
Loading...
ADS

Update News

  1. Home
  2. teknologi
  3. Jabodetabek Terasa Gerah saat ...

Trending