Microsoft Resmikan Datacenter Pertama di RI 27 Mei di Tengah Isu Penundaan

Peta jaringan datacenter Microsoft resmi mencantumkan Cloud Region di Indonesia. (dok. Microsoft)
FAKTA.COM, Jakarta - Microsoft segera merilis secara resmi pusat data Cloud Region pertamanya di Indonesia, Indonesia Central, bulan depan di tengah rumor penundaan pembangunan datacenter perusahaan di sejumlah negara.
“Peluncuran Cloud Region akan menjadi bagian dari AI Tour, acara global Microsoft, yang akan digelar di Jakarta pada 27 Mei. Ini bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang kesiapan Indonesia menjadi pemain besar dalam ekosistem AI global,” kata Dharma Simorangkir, President Director Microsoft Indonesia, dalam keterangan pers Kementerian Komunikasi dan Digital.
Menurut keterangan resmi Microsoft Indonesia, Senin (21/4/2025), tanggal peluncuran Cloud Region ini adalah pada Selasa, 27 Mei 2025, lewat ajang bertajung "Microsoft AI Tour Jakarta."
"Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Indonesia | 27 Mei 2025," demikian dikutip dari situs Microsoft.
Acara yang rangkaiannya dimulai dari pukul 07.30 WIB hingga 04.00 WIB keesokan harinya tersebut berisi seminar dengan pembicara dari Microsoft hingga menjajaki pengalaman teknologi cloud terbaru di Connection Hub.
Para pembicara itu di antaranya adalah Scott Guthrie, Executive Vice President, Cloud + AI Group Microsoft; Nina Wirahadikusumah, Director of Business Strategy Microsoft Indonesia; dan Dharma Simorangkir.
"Belajar langsung dari para pemimpin industri, Microsoft, dan ahli mitra yang akan menunjukkan kepada Anda cara mengembangkan dan memakai AI secara bertanggung jawab untuk membantu organisasi Anda mencapai tujuannya dengan AI," menurut keterangan Mirosoft.

Presdir Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir sempat menyebut peluncuran datacenter di Indonesia ini akan membuka 106.295 pekerjaan baru. (Fakta.com/A. H. Muzayyin)
Cloud Region, seperti Indonesia Central, merupakan jaringan pusat data yang berada di wilayah geografi tertentu. Indonesia Central ini terkonfirmasi akan terdiri dari tiga bagian (availability zone) datacenter. Microsoft sejauh ini memiliki lebih dari 60 lebih Azure region dan ada lebih dari 300 datacenter.
Kepastian tanggal peluncuran ini mengonfirmasi pengumuman Dharma beberapa waktu lalu.
"Indonesia Central yaitu Indonesia Cloud Region, akan kami luncurkan pada Kuartal II tahun 2025," ungkap dia, di Jakarta, Rabu (12/3/2025).
Pembangunan data center ini merupakan bagian dari investasi Microsoft di Indonesia senilai Rp27 triliun untuk penguatan cloud dan pengembangan AI.
Isu penundaan
Microsoft sebelumnya dikabarkan menghentikan pembicaraan atau menunda pengembangan sejumlah proyek pusat data di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, Inggris, Australia, Illinois, North Dakota, dan Wisconsin.
Kabar yang diberitakan oleh Bloomberg, pada awal April, itu bersumber dari "orang-orang yang mengetahui situasi tersebut."
Fasilitas pusat data itu awalnya dimaksudkan untuk mendukung kecerdasan buatan dan cloud.
Namun, menurut Bloomberg, investor memantau dengan cermat rencana pengeluaran Microsoft, yang bermitra dengan OpenAI, untuk mendapatkan gambaran permintaan pelanggan jangka panjang pada layanan cloud dan AI mereka.
Dalam beberapa kasus, kata sumber terkait, Microsoft menunda pengerjaan konstruksi di beberapa bagian pusat data miliknya, termasuk di Indonesia, yang berlokasi sekitar 1 jam dari Jakarta.
Microsoft juga menunda beberapa rencana perluasan di sebuah lokasi di Mount Pleasant, Wisconsin, AS bagian dari kompleks yang dikunjungi oleh eks Presiden Joe Biden saat itu.

Microsoft bermitra dengan OpenAI, yang didirikan Sam Altman, dalam pengembangan AI mereka. (Tangkapan layar akun X @sama)
Microsoft mengakui telah membuat perubahan pada rencana pusat datanya meski menolak untuk membahas sebagian besar proyek mereka.
"Kami merencanakan kebutuhan kapasitas pusat data kami beberapa tahun sebelumnya untuk memastikan kami memiliki infrastruktur yang cukup di tempat yang tepat," kata seorang juru bicara Microsoft.
"Karena permintaan AI terus tumbuh, dan keberadaan pusat data kami terus berkembang, perubahan yang telah kami buat menunjukkan fleksibilitas strategi kami."













