Cara Aman Mudik Pakai Mobil Listrik, Hemat Baterai Hingga Cek SPKLU

Ilustrasi. Simak tips memakai mobil listrik buat mudik lebaran 2025 kata pakar. (ANTARA/Pamela Sakina)
FAKTA.COM, Jakarta – Pengguna mobil listrik pada mudik Lebaran 2025 diperkirakan akan meningkat pesat. Cek tips mudik aman pakai mobil listrik menurut pakar berikut.
Menurut proyeksi PT PLN (Persero), pengguna mobil listrik di periode lebaran 2025 akan meningkat pesat dibanding lebaran tahun lalu. Yakni, mencapai 21.570 unit, dari sebelumnya 4.314 kendaraan.
PLN juga melakukan penambahan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga 1.000 unit di 615 kota di jalur mudik Jawa dan Sumatra. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan 12 SPKLU mobile.
Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu membagikan beberapa tips kepada pengguna mobil listrik agar mudik menjadi aman dan nyaman.
Berikut tips lengkapnya:
1. Cek kondisi baterai sebelum berangkat
Baterai menjadi bagian krusial bagi mobil listrik. Karena itu, Yannes meminta pengendara untuk melakukan pengecekan menyeluruh pada mobil listrik, termasuk daya baterai dan kesehatan baterai.
“Sebelum memulai perjalanan mudik dengan mobil listrik, pastikan untuk melakukan pengecekan menyeluruh," ujar daia, dalam keterangan tertulis kepada FAKTA (26/3/2025).
"Dimulai dari kondisi baterai utama yang harus terisi penuh (100% SOC) menggunakan charging di rumah sebelum berangkat, sekaligus memverifikasi kesehatan baterai 12V yang sering terlupakan namun krusial untuk sistem kelistrikan kendaraan kita,” lanjutnya.
2. Rencanakan rute perjalanan dengan matang
Tidak seperti mobil BBM yang banyak punya daftar SPBU, tempat pengisian baterai mobil listrik saat ini bisa dibilang masih lebih sedikit.
Karena sebab itu, Yannes meminta pengendara untuk mengecek jalur perjalanan dengan matang, dengan memeperhatikan lokasi SPKLU di sepanjang jalur mudik.
“Rencanakan rute perjalanan secara detail menggunakan aplikasi khusus EV dari dealer tempat kita membeli BEV," kata dia.
"Umumnya aplikasi khusus milik kendaraan yang diberikan dealer dapat memetakan lokasi SPKLU di sepanjang jalur mudik, dengan memperhitungkan faktor pengurangan jarak tempuh akibat beban penumpang dan barang, penggunaan AC, serta topografi jalan yang berbukit.”
3. Optimalkan konsumsi baterai selama perjalanan
Yannes menyebut bahwa pengendara dapat mengoptimalkan konsumsi bateri dengan beberapa cara, yaitu:
· Nyetir efisien
Pengendara dianjurkan menjaga kecepatan mobil secara konstan, berkisar antara 80-90 km/jam.
Selain itu manfaatkan fitur regenerative braking, yakni menurunkan kecepatan mobil tanpa menginjak pedal rem, melainkan dengan hanya melepas pedal gas.
“Selama perjalanan, manfaatkan teknik mengemudi efisien seperti menggunakan regenerative braking secara optimal dengan mengatur mode berkendara ke tingkat paling tinggi, menjaga kecepatan konstan di kisaran 80-90 km/jam untuk efisiensi energi terbaik.”

Infografis tanggal merah 2025. (Fakta.com)
· Batasi pengisian baterai
Yannes menyarankan baterai dicas ketika mencapai angka 20-30 persen dengan menggunakan fast charging DC, dan batasi pengisian baterai hingga 80 persen. Itu dilakukan untuk menjaga kesehatan baterai.
Sebelum mengisi baterai di tengah perjalanan, pengendara juga dianjurkan untuk menggunakan baterai sampai batas maksimal 30 persen untuk menghindari potensi keramaian di SPKLU.
“Untuk pengisian daya di tengah perjalanan, prioritaskan penggunaan fast charging DC di rest area tol saat level baterai mencapai 20-30 persen dan batasi pengisian hingga 80 persen untuk menghemat waktu sekaligus menjaga umur baterai, sambil memanfaatkan waktu charging untuk beristirahat dan makan,” tuturnya.
· Atur penggunaan AC mobil
Pada saat berkendara, hindari penggunaan AC yang berlebihan. Semakin dingin AC, konsumsi listrik menjadi berlebih dan menjadikan baterai lebih cepat habis.
“Untuk kenyamanan penumpang, sebaiknya kita atur suhu kabin secara bijak (disarankan 22-24°C), makin dingin maka akan makin boros listrik dan semakin cepat menghabiskan baterai BEV kita.”
Selain itu, Yannes meminta menghindari penggunaan sistem yang tidak terlalu penting guna menghemat daya.
“Siapkan hiburan yang tidak mengandalkan sistem infotainment utama untuk menghemat daya.”

Ilustrasi. SPBU saat ini masih jauh lebih tersebar ketimbang SPKLU. Jadi, buat mobil listrik, berhemat dan berhitunglah saat mudik. (Dok. Pertamina)
4. Bawa perlengkapan darurat
Yannes juga menyoroti perlunya membawa berbagai perlengkapan darurat guna mengatasi keadaan yang tidak diinginkan. Itu termasuk portable charger mobil listrik dan power bank.
“Mengisi baterai sedikit-demi sedikit lebih baik daripada tidak mengisi sama sekali," ungkapnya.
"Power bank yang terisi penuh untuk perangkat elektronik kita, serta daftar nomor darurat layanan jalan evakuasi dari dealer BEV yang kita beli di setiap titik perlintasan kota.”













