Daftar Daerah Potensial Dilanda Cuaca Ekstrem di Puncak Arus Mudik Besok

Ilustrasi. Cek daftar daerah potensial dilanda cuaca ekstrem saat puncak arus mudik. (ANTARA/ Wahyu Putro A/ed/nz/pri)
FAKTA.COM, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksikan wilayah-wilayah yang berpotensi terkena cuaca ekstrem selama puncak arus mudik. Cek daftar lengkapnya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperkirakan jumlah pemudik Lebaran Idul Fitri 1446H mencapai 146,48 juta orang, dengan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Jumat (28/3/2025).
"Untuk tahun ini kami perkirakan bahwa jumlah pemudik yang akan melakukan perjalanan di lebaran adalah sebanyak 146,48 juta orang," ujar Dudy, Senin (10/3/2025).
Sementara itu, BMKG melaporkan beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami cuaca ekstrem pada puncak arus mudik 28 Maret 2025.
“Potensi cuaca ekstrem (hujan sedang, hujan lebat, hujan sangat lebat, dan angin kencang) yang terjadi di wilayah Indonesia,” menurut keterangan tertulis BMKG di situsnya, Rabu (26/3/2025).
Pada 'Prospek Cuaca Mingguan Periode 25 – 31 Maret 2025', BMKG memaparkan sejumlah fenomena atmosfer yang memicu cuaca ekstrem saat periode mudik ini.
"Memasuki periode mudik lebaran, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan melakukan antisipasi risiko terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan dalam perjalanan," kata BMKG.

Daerah potensi cuaca ekstrem di puncak arus mudik 2025 ditandai dengan tanda seru. (dok. BMKG)
Pertama, fenomena atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO). Fenomena ini berada di fase 5 (benua maritim RI), yang terpantau aktif di wilayah Indonesia bagian barat dan diprediksi akan meluas ke wilayah Indonesia bagian tengah pada akhir pekan ini.
Kedua, kombinasi antara MJO, gelombang Kelvin, gelombang Equatorial Rossby, dan gelombang Low Frequency pada wilayah dan periode yang sama diprediksi akan terjadi di beberapa area daratan dan perairan, termasuk Laut China Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, hingga dan Samudra Pasifik utara Papua.
Hal ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan (aktivitas konvektif) serta pembentukan pola sirkulasi siklonik di wilayah tersebut.
Ketiga, potensi berkembangnya Bibit Siklon Tropis 92S dan 96W. Keduanya berpotensi memberikan dampak tidak langsung di wilayah Indonesia hingga sepekan ke depan.
Keempat, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal, seperti di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan sebagian besar Jawa.
Berikut daftar wilayah potensial cuaca ekstrem di puncak arus mudik menurut data BMKG.
Provinsi yang tidak disebutkan, termasuk DK Jakarta, Aceh, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara, berarti tidak masuk dalam 'Potensi Cuaca Ekstrem' yang dirilis BMKG.
Sumatera
1. Bengkulu, Hujan Lebat-Sangat Lebat
2. Jambi, Hujan Lebat-Sangat Lebat
3. Kepulauan Bangka Belitung, Hujan Sedang-Lebat
4. Kepulauan Riau, Hujan Sedang-Lebat
5. Lampung, Hujan Sedang-Lebat disertai Angin Kencang
6. Riau, Hujan Sedang-Lebat
7. Sumatera Barat, Hujan Lebat-Sangat Lebat
8. Sumatera Selatan, Hujan Lebat-Sangat Lebat
9. Sumatera Utara, Hujan Sedang-Lebat
Jawa dan sekitarnya
1. Banten, Hujan Sedang-Lebat
2. Jawa Barat, Hujan Sedang-Lebat
3. Jawa Tengah, Hujan Lebat-Sangat Lebat
4. Jawa Timur, Hujan Lebat-Sangat Lebat
5. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Hujan Sedang-Lebat
6. Bali, Hujan Sedang-Lebat
7. Nusa Tenggara Barat (NTB), Hujan Sedang-Lebat
8. Nusa Tenggara Timur, Hujan Lebat-Sangat Lebat disertai Angin Kencang
Kalimantan
1. Kalimantan Barat, Hujan Sedang-Lebat
2. Kalimantan Tengah, Hujan Sedang-Lebat
3. Kalimantan Timur, Hujan Lebat-Sangat Lebat
4. Kalimantan Utara, Hujan Sedang-Lebat
Sulawesi
1. Sulawesi Selatan, Hujan Sedang-Lebat
2. Sulawesi Tengah, Hujan Sedang-Lebat
Kepulauan Maluku
1. Maluku Utara, Hujan Sedang-Lebat














