Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

Kala Game Assassin’s Creed Shadows Bikin Kesal Politikus Jepang

Game Assassin’s Creed Shadows dirilis. (dok. PlayStation)

Game Assassin’s Creed Shadows dirilis. (dok. PlayStation)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Game aksi terbaru besutan Ubisoft, Assassin’s Creed Shadows, yang resmi dirilis pada Rabu (20/3/2025), memicu kekecewaan politikus di Jepang. Simak alasannya.

Assassin’s Creed Shadow merupakan seri ke 14 dari franchise game Assassin’s Creed. Game yang dikembangkan oleh Ubisoft Quebec ini mengambil latar belakang negeri Jepang pada abad ke-16, tepatnya periode Sengoku.

Melansir IGN, tersedia 2 karakter utama di game ini. Pertama, Naoe, seorang shinobi/ninja memiliki keahlian ninjustu. Kedua, Yasuke, samurai legendaris dari Afrika. Masing-masing memiliki jenis kemampuan berbeda.

Baca Juga: Game-game Terbaik yang akan Rilis dalam Waktu Dekat

Game ini sudah bisa didapatkan di berbagai platform, termasuk Playstation 5, Xbox Series X dan S, toko digital game Steam, dan lain-lain.

Bagi yang ingin memainkannya perlu memperhatikan satu hal; Ubisoft menandai game buatannya dengan rating 18 tahun ke atas.

Hal ini bukan tanpa alasan, Game ini menampilkan adegan pemenggalan, penyiksaan, serta pembunuhan sadis dengan berbagai senjata khas Jepang.

Pemain bisa menusukkan katana ke tubuh lawan, menggunakan kusarigama untuk mencabik-cabik musuh, atau bahkan menghancurkan kuil yang menjadi bagian ‘suci’ masyarakat Jepang.

Wake up, Ubisoft “defender,” and hear our voice! What kind of Assassin’s Creed game destroys an actual religious site? Japanese culture is consumed but receives no respect. Here is a perfect example. pic.twitter.com/UsfWMgy53n

— Shohei Kondo (@shoheikondo) January 31, 2025

Karena hal itu, permainan yang sempat mengalami pengunduran perilisan beberapa kali ini tidak serta merta mendapatkan tanggapan yang baik. Salah satu yang merespons negatif adalah politikus Jepang, Hiroyuki Kada.

Media sosial X (Twitter) belakangan dihebohkan dengan video Hiroyuki dalam sebuah rapat resmi di Jepang. Video tersebut berisikan kekhawatirannya terhadap dampak yang akan ditimbulkan dari game tersebut.

Dirinya merasa, Game ini dapat memberikan ‘motivasi’ kepada orang-orang di dunia nyata untuk bertindak anarkistis.

“Saya khawatir mengizinkan pemain untuk menyerang dan menghancurkan lokasi dunia nyata dalam permainan tanpa izin dapat mendorong perilaku serupa di kehidupan nyata. Pejabat kuil dan penduduk setempat juga khawatir tentang hal ini,” ujar Hiroyuki, dikutip dari IGN, Kamis (20/3/2025).

The address of Assassin's Creed Shadows issue at the National Diet of Japan, with English subtitles by @KM1514Brookpic.twitter.com/RiawycymPL

— Grummz (@Grummz) March 19, 2025

“Tentu saja, kebebasan berekspresi harus dihormati, tetapi tindakan yang merendahkan budaya lokal harus dihindari,” imbuhnya.

Merespons pernyataan Hiroyuki, Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba menegaskan perlu pembahasan lebih lanjut dengan berbagai lembaga terkait, termasuk Kementerian Ekonomi, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Kebudayaan, guna menentukan langkah selanjutnya terkait dampak yang ditimbulkan oleh game ini.

“Merusak kuil tidak mungkin dilakukan - itu adalah penghinaan terhadap negara itu sendiri. Ketika Pasukan Bela Diri [Militer Jepang] dikerahkan ke Samawah, Irak, kami memastikan mereka mempelajari adat istiadat Islam sebelumnya," ujar Ishiba.

Baca Juga: Pemerintah Tutup Pembelian 'Top Up Game' Imbas Penindakan Judi Online

Menghormati budaya dan agama suatu negara adalah hal yang mendasar, dan kita harus menegaskan bahwa kita tidak akan menerima begitu saja tindakan yang mengabaikan budaya dan agama tersebut."

Video yang diunggah oleh akun @Grummz tersebut telah ditonton lebih dari 500 ribu kali di Twitter.

Bagikan:
gameplaystationAssassin’s Creed Shadowsgame online
ADS

Update News

  1. Home
  2. teknologi
  3. Kala Game Assassin’s Creed Sha...

Trending