Viral Hilangnya Review Buruk Buat Hotel Fairmont Buntut RUU TNI di Google Maps

Tampilan review Hotel Fairmont, Jakarta, di Google Maps, Senin (17/3/2025). (Tangkapan layar Google Maps)
FAKTA.COM, Jakarta – Media sosial Twitter dihebohkan dengan mendadak hilangnya ulasan-ulasan negatif tentang Hotel Fairmont Jakarta usai rapat RUU TNI dari Google Maps. Simak alasan dan cara menanganinya.
Pemerintah dan Komisi I DPR menggelar rapat tertutup di Hotel Fairmont Jakarta pada 14-15 Maret 2025 untuk membahas revisi Undang-Undang TNI.
Pembahasan ini menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), yang menilai revisi ini berpotensi melemahkan profesionalisme militer dan menghidupkan kembali Dwifungsi TNI.
Selain itu, keputusan menggelar rapat secara tertutup memicu kecurigaan publik terkait transparansi pemerintah.
Usai insiden itu, pihak pengamanan hotel melaporkan para demonstran ke Polda Metro Jaya dengan dugaan pelanggaran pasal mengganggu ketertiban umum dan atau perbuatan memaksa disertai ancaman kekerasan dan atau penghinaan terhadap penguasa atau badan hukum.
Sebagai bentuk protes, warganet memberikan ulasan negatif terhadap Hotel Fairmont di Google Maps karena dianggap telah memfasilitasi rapat tersebut.
Namun, review-review tersebut dilaporkan hilang. Warganet mempertanyakan alasan di balik hilangnya ulasan mereka, terutama karena ulasan-ulasan itu terkait dengan kritik terhadap penyelenggaraan rapat tertutup pembahasan RUU TNI di hotel Fairmont.
Udah kakak-kakak marah-marahnya… udah belain hotel mewahnya. Review kita udah ga ada kok. Ga usah sedih, buat sekelas fairmont gini doang ga ada efeknya. In the end kita yang kalah, kita yang selalu dikadalin pemerintah dzolim (ini baru boleh merasa sedih) pic.twitter.com/dcuUBHHrbY
— lilo 🍉 (@linolilo) March 16, 2025
Google sendiri belum bersuara terkait insiden ini. Meski demikian, ada sejumlah alasan yang mungkin memicu hilangnya review Google Maps, dirangkum FAKTA dari laman Support Google:
1. Google Mengira Ulasannya Palsu
Jika banyak orang meninggalkan ulasan dalam waktu singkat, terutama dengan cara yang mirip, sistem Google bisa menganggapnya sebagai spam atau ulasan berbayar.
2. Ulasan Dianggap Tidak Relevan
Jika isi ulasan tidak berkaitan dengan layanan utama bisnis yang direview, Google bisa menghapusnya karena dianggap tidak sesuai.
3. Bahasa yang Dianggap Melanggar Kebijakan
Google secara otomatis menghapus ulasan yang mengandung kata-kata kasar, ujaran kebencian, atau hal yang dianggap menyesatkan, meskipun maksud reviewer hanya ingin menyampaikan kritik.
4. Lokasi Reviewer Tidak Sesuai
Jika pengguna meninggalkan ulasan untuk bisnis yang jauh dari lokasi tanpa riwayat kunjungan, Google bisa menganggapnya mencurigakan dan menghapusnya.
5. Ulasan Ditulis dari Jaringan yang Sama
Jika pengguna menulis ulasan saat terhubung ke Wi-Fi tempat yang sedang direview, Google bisa mendeteksi IP yang sama dan menghapusnya karena dianggap ada konflik kepentingan.
Cara mengembalikan ulasan yang dihapus
1. Gunakan platform pihak ketiga
Jika Google terus menghapus ulasan, pengguna bisa menulis ulasan di platform pihak ketiga, seperti TripAdvisor dan lainnya, yang juga ditampilkan di Google, sehingga ulasan tetap terlihat meskipun tidak ada di Google Reviews.
2. Hindari Penggunaan Bahasa yang Berpotensi Dihapus
Jangan gunakan kata-kata yang bisa dianggap menyinggung, berbahaya, atau melanggar kebijakan Google. Selain itu, gunakan pembahasan yang relevan terkait bisnis yang direview.
3. Ajukan Banding ke Google
Pengguna bisa mengajukan banding, menggunakan tangkapan layar mengenai ulasan sebelumny ayang telah dihapus, kemudian ajukan permintaan pemulihan melalui forum Google Business Profile. Namun, proses ini bisa memakan waktu lama.













