Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. teknologi
  3. 2 Minggu Lagi, NASA Matikan Ko...

2 Minggu Lagi, NASA Matikan Komponen Penting Pesawat Antariksa di Luar Tata Surya

Ilustrasi. Wahana antariksa Voyager 1 dan 2 sudah melewati batas Tata Surya. (Akun X NASA Voyager)

Ilustrasi. Wahana antariksa Voyager 1 dan 2 sudah melewati batas Tata Surya. (Akun X NASA Voyager)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Lembaga Antariksa Amerika Serikat, NASA, mematikan instrumen pada wahana antariksa tanpa awak miliknya, yakni Voyager 1 dan 2.

Cara ini dilakukan untuk memperpanjang masa pakai kedua pesawat itu, yang disebut hanya memiliki sedikit energi tersisa.

"Voyager telah menjadi bintang luar angkasa sejak diluncurkan, dan kami ingin mempertahankannya selama mungkin," kata Suzanne Dodd, manajer proyek Voyager di Laboratorium Propulsi Jet NASA (JPL), seperti dikutip dari engadget, Kamis (6/3/2025).

Baca Juga: NASA Bongkar Peluang Asteroid Tabrak Bumi di 2032

“Namun daya listriknya hampir habis. Jika kita tidak mematikan instrumen di setiap Voyager sekarang, mereka mungkin hanya akan memiliki daya beberapa bulan lagi sebelum kita perlu menyatakan akhir misi.”

Melalui akun media sosial X (Twitter) resmi JPL, NASA menulis akan mematikan komponen Low-Energy Charged Particles (LECP) di Voyager 2 pada 24 Maret 2025.

“Segera, para insinyur juga akan mematikan instrumen Partikel Bermuatan Energi Rendah pada Voyager 2. Platform instrumen ini ditenagai oleh motor stepper yang mengirimkan denyut (pulse) setiap 192 detik. Pada saat instrumen ini dinonaktifkan di Voyager 2, motor tersebut akan menyelesaikan lebih dari 8,5 juta langkah,” tulis akun @NASAJPL.

That's correct. Once we can no longer communicate and command the spacecraft, they will quietly continue their journey into interstellar space as ambassadors of humanity. https://t.co/DbIpomqYeN

— NASA JPL (@NASAJPL) March 5, 2025

Sebelumnya, pada September tahun lalu, wahana antariksa yang sama juga telah mengalami penonaktifan Plasma Science (PLS).

Sementara itu, Voyager 1 sudah lebih dulu mengalami penghentian komponen “Cosmic Ray Subsystem” (CRS) yang disebut berguna untuk “membantu mengonfirmasi perjalanan antar bintang” pada 25 Februari 2025.

Selama hampir 50 tahun menjalankan misi mereka, wahana Voyager 1 dan 2 yang msing-masing berjarak sekitar 15,5 miliar mil dn 13 miliar mil dari Bumi itu, telah mengalami penonaktifan fitur selama 7 kali (termasuk fitur yang akan dimatikan beberapa pekan lagi).

Namun, NASA mengonfirmasi bahwa fitur miliknya tidak akan bisa dinyalakan kembali setelah dimatikan, untuk selama-lamanya.

“Sayangnya, setelah instrumen saya dimatikan, maka instrumen tersebut mati untuk selamanya,” jawab akun resmi lainnya, @NASAVoyager, kepada @James___Morris.

Here's what's currently operating! You also can see our current instrument status here: https://t.co/CHeUI2klgG pic.twitter.com/boHyrHHPRQ

— NASA Voyager (@NASAVoyager) March 6, 2025

Voyager diklaim telah menjelajahi wilayah yang belum pernah dijangkau oleh wahana antariksa lain. NASA disebut masih sangat menghargai wahana antariksa itu.

"Setiap menit setiap hari, Voyager menjelajahi wilayah yang belum pernah dijelajahi wahana antariksa sebelumnya," kata Linda Spilker, ilmuwan proyek Voyager di JPL.

"Itu juga berarti setiap hari bisa menjadi hari terakhir kita. Namun, hari itu juga (Voyager) mungkin bisa membawa ‘pencerahan’ antarbintang lainnya. Jadi, kami mengerahkan segala upaya, melakukan apa yang kami bisa untuk memastikan Voyager 1 dan 2 terus merintis jalan mereka selama mungkin,” tandas Linda.

Kedua wahana antariksa terjauh dari Bumi itu kini sudah berada di ruang antar-bintang; wilayah yang tak terpengaruhi gravitasi Matahari. NASA mengaku akan mempertahankan operasional keduanya selama mungkin.

Bagikan:
NASAwahana antariksapesawat antariksatata surya
Loading...
ADS

Update News

Trending