2 Minggu Lagi, NASA Matikan Komponen Penting Pesawat Antariksa di Luar Tata Surya

Ilustrasi. Wahana antariksa Voyager 1 dan 2 sudah melewati batas Tata Surya. (Akun X NASA Voyager)
FAKTA.COM, Jakarta – Lembaga Antariksa Amerika Serikat, NASA, mematikan instrumen pada wahana antariksa tanpa awak miliknya, yakni Voyager 1 dan 2.
Cara ini dilakukan untuk memperpanjang masa pakai kedua pesawat itu, yang disebut hanya memiliki sedikit energi tersisa.
"Voyager telah menjadi bintang luar angkasa sejak diluncurkan, dan kami ingin mempertahankannya selama mungkin," kata Suzanne Dodd, manajer proyek Voyager di Laboratorium Propulsi Jet NASA (JPL), seperti dikutip dari engadget, Kamis (6/3/2025).
“Namun daya listriknya hampir habis. Jika kita tidak mematikan instrumen di setiap Voyager sekarang, mereka mungkin hanya akan memiliki daya beberapa bulan lagi sebelum kita perlu menyatakan akhir misi.”
Melalui akun media sosial X (Twitter) resmi JPL, NASA menulis akan mematikan komponen Low-Energy Charged Particles (LECP) di Voyager 2 pada 24 Maret 2025.
“Segera, para insinyur juga akan mematikan instrumen Partikel Bermuatan Energi Rendah pada Voyager 2. Platform instrumen ini ditenagai oleh motor stepper yang mengirimkan denyut (pulse) setiap 192 detik. Pada saat instrumen ini dinonaktifkan di Voyager 2, motor tersebut akan menyelesaikan lebih dari 8,5 juta langkah,” tulis akun @NASAJPL.
That's correct. Once we can no longer communicate and command the spacecraft, they will quietly continue their journey into interstellar space as ambassadors of humanity. https://t.co/DbIpomqYeN
— NASA JPL (@NASAJPL) March 5, 2025
Sebelumnya, pada September tahun lalu, wahana antariksa yang sama juga telah mengalami penonaktifan Plasma Science (PLS).
Sementara itu, Voyager 1 sudah lebih dulu mengalami penghentian komponen “Cosmic Ray Subsystem” (CRS) yang disebut berguna untuk “membantu mengonfirmasi perjalanan antar bintang” pada 25 Februari 2025.
Selama hampir 50 tahun menjalankan misi mereka, wahana Voyager 1 dan 2 yang msing-masing berjarak sekitar 15,5 miliar mil dn 13 miliar mil dari Bumi itu, telah mengalami penonaktifan fitur selama 7 kali (termasuk fitur yang akan dimatikan beberapa pekan lagi).
Namun, NASA mengonfirmasi bahwa fitur miliknya tidak akan bisa dinyalakan kembali setelah dimatikan, untuk selama-lamanya.
“Sayangnya, setelah instrumen saya dimatikan, maka instrumen tersebut mati untuk selamanya,” jawab akun resmi lainnya, @NASAVoyager, kepada @James___Morris.
Here's what's currently operating! You also can see our current instrument status here: https://t.co/CHeUI2klgG pic.twitter.com/boHyrHHPRQ
— NASA Voyager (@NASAVoyager) March 6, 2025
Voyager diklaim telah menjelajahi wilayah yang belum pernah dijangkau oleh wahana antariksa lain. NASA disebut masih sangat menghargai wahana antariksa itu.
"Setiap menit setiap hari, Voyager menjelajahi wilayah yang belum pernah dijelajahi wahana antariksa sebelumnya," kata Linda Spilker, ilmuwan proyek Voyager di JPL.
"Itu juga berarti setiap hari bisa menjadi hari terakhir kita. Namun, hari itu juga (Voyager) mungkin bisa membawa ‘pencerahan’ antarbintang lainnya. Jadi, kami mengerahkan segala upaya, melakukan apa yang kami bisa untuk memastikan Voyager 1 dan 2 terus merintis jalan mereka selama mungkin,” tandas Linda.
Kedua wahana antariksa terjauh dari Bumi itu kini sudah berada di ruang antar-bintang; wilayah yang tak terpengaruhi gravitasi Matahari. NASA mengaku akan mempertahankan operasional keduanya selama mungkin.













