Rusia Buat Roket Listrik, Perjalanan ke Mars Diklaim Cuma Sebulan

Prototipe roket listrik ciptaan Rusia. (dok. Rosatom)
FAKTA.COM, Jakarta – Para ilmuwan dari Badan Nasional Energi Atom Rusia (Rosatom) mengembangkan prototipe roket listrik yang diklaim mampu menjalankan misi ke Mars hanya dalam waktu 30 hingga 60 hari.
Angka ini jauh lebih cepat dibandingkan roket konvensional yang membutuhkan waktu hampir satu tahun perjalanan Bumi-Mars.
“Saat ini, perjalanan satu arah ke Mars dengan pesawat ruang angkasa bermesin konvensional dapat memakan waktu hampir satu tahun, yang menimbulkan risiko signifikan bagi astronaut mengingat paparan radiasi kosmik,” kata Alexey Voronov, First Deputy Director General for Science di Lembaga Penelitian Rosatom, dikutip situs Rosatom, 10 Februari 2025.
“Namun, mesin plasma dapat mengurangi durasi penerbangan menjadi hanya 30 hingga 60 hari, sehingga memungkinkan misi kembali ke Mars,” tambahnya.
Melansir situs berita Izvestiya, keunggulan mesin ini terletak pada penggunaan akselerator plasma magnetik, yang memanfaatkan medan magnet untuk mempercepat plasma.

Roket Starship milik SpaceX diperkirakan punya kecepatan lebih dari 36.000 km/jam dan bisa mencapai Mars dalam waktu 80 hingga 100 hari. (dok. Akun X SpaceX)
Teknologi itu bisa menghasilkan dorongan yang jauh lebih besar dibandingkan mesin konvensional berbasis pembakaran bahan bakar.
Dibandingkan dengan mesin roket konvensional, teknologi yang digunakan pada mesin ini juga diklaim memungkinkan pesawat luar angkasa melaju lebih cepat sekaligus 10 kali lebih hemat bahan bakar.
Saat ini, sistem propulsi roket konvensional memiliki kecepatan maksimum aliran materi sekitar 4,5 km/detik. Namun, mesin baru ini diklaim mampu mempercepat partikel hingga 100 km/detik, serta dapat menghasilkan daya hingga 300kW (kilowatt).
Two missions. One rocket. New date: Our sky mapper, SPHEREx, and Sun gazer, PUNCH, are now slated to launch no earlier than Thursday, March 6. https://t.co/ijIZyyMqwV pic.twitter.com/sjp6FuUMNm
— NASA (@NASA) March 4, 2025
Selain itu, mesin ini memiliki daya dorong (thrust) sebesar 6 Newton (N) untuk menggerakkan pesawat luar angkasa.
“Pada mesin kami, benda yang bekerja adalah partikel bermuatan yang dipercepat oleh medan elektromagnetik. Hal ini memungkinkan untuk mencapai kecepatan yang jauh lebih tinggi," tandas Alexey.
Di sisi lain, Konstantin Gutorov, penasihat ilmiah proyek, menambahkan mesin tersebut direncanakan akan mulai digunakan pada 2030. Saat ini, prototipe mesin sedang diuji di fasilitas khusus yang dirancang untuk mensimulasikan kondisi luar angkasa.
“Sebuah mesin prototipe kini telah disiapkan. Mesin ini ditujukan untuk pengujian di darat dan pengembangan berbagai mode pengoperasian mesin. Menurut rencana, model penerbangan unit tersebut akan muncul pada tahun 2030,” kata Konstantin.
Nantinya, pesawat ruang angkasa yang menggunakan mesin plasma ini akan diluncurkan ke orbit dengan cara tradisional, yaitu menggunakan roket peluncur yang dilengkapi dengan mesin roket berbahan kimia. Setelah mencapai orbit, barulah mesin plasma akan diaktifkan.














