Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
ads
ads

NASA Bongkar Peluang Asteroid Tabrak Bumi di 2032

Ilustrasi. NASA mengungkap prediksi lintasan Asteroid 2024 YR4 dekat Bumi pada Desember 2032. (NASA/JPL-Caltech)

Ilustrasi. NASA mengungkap prediksi lintasan Asteroid 2024 YR4 dekat Bumi pada Desember 2032. (NASA/JPL-Caltech)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Lembaga Antariksa Amerika Serikat NASA mengungkap peluang asteroid 2024 YR4 menabrak Bumi pada Desember 2032 menurun.

“Pada Rabu, 19 Februari [2025], data baru yang dikumpulkan semalam mengurangi probabilitas dampak menjadi 1,5 persen,” menurut keterangan tertulis NASA di situs resminya.

Asteroid ini diperkirakan memiliki diameter antara 40 hingga 90 meter atau sekitar 130 hingga 300 kaki. Jika terjadi tabrakan, asteroid ini diperkirakan akan memiliki dampak cukup besar pada skala lokal.

Baca Juga: Asteroid Apophis Diramal Mendekat Tahun 2029, Bakal Hancurkan Bumi?

NASA pertama kali melaporkan penemuan asteroid 2024 YR4 pada Desember tahun lalu dengan kemungkinan tabrakan di atas 1 persen.

Probabilitas tersebut kemudian meningkat menjadi 2,3 persen pada 7 Februari 2025. Sehari sebelum pengumuman NASA terbaru ini, Center for Near-Earth Object Studies milik NASA di California Selatan, AS, melaporkan peningkatan probabilitas dari 2,3 persen menjadi 3,1 persen.

“Memperbarui probabilitas dampak asteroid 2024 YR4 pada 2032 menjadi 3,1 persen. Ini adalah probabilitas dampak tertinggi yang pernah dicatat NASA untuk objek sebesar ini atau lebih besar.”

Prediksi lintasan asteroid 2024 YR4 dekat Bumi. (dok. NASA)

Prediksi lintasan asteroid 2024 YR4 dekat Bumi. (dok. NASA)

NASA kemudian memperbarui perhitungannya dan kembali menurunkan tingkat peluang tabrakan itu.

“Meskipun 2024 YR4 memiliki peluang yang sangat kecil untuk menabrak Bumi pada 2032, ia telah melampaui ambang batas probabilitas tabrakan 1 persen, sehingga memerlukan pemberitahuan resmi tentang objek tersebut.”

Perkiraan dampak jika asteroid menghantam Bumi

NASA belum dapat memastikan ukuran pasti asteroid 2024 YR4, begitu juga dampak yang mungkin ditimbulkan.

Perbedaan ukuran dan komposisi dapat menyebabkan efek yang berbeda, namun skenario yang paling mungkin terjadi adalah ariburst atau ledakan yang terjadi di udara atau atmosfer sebelum mencapai tanah.

Jika asteroid ini meledak di atas lautan, NASA memperkirakan dampaknya yang tidak signifikan.

Baca Juga: Misi NASA ke Bulan Jupiter Ditunda Akibat Badai Milton

“Ukuran pasti 2024 YR4 masih belum pasti, tetapi ledakan di udara merupakan skenario yang mungkin terjadi untuk kisaran ukurannya,” menurut keterangan NASA.

“Jika asteroid memasuki atmosfer di atas lautan, model menunjukkan bahwa objek yang meledak di udara sebesar ini tidak menyebabkan tsunami yang signifikan, baik dari tengah lautan maupun lebih dekat ke pantai.”

Sebaliknya, jika asteroid berdiameter 40 hingga 60 meter memasuki atmosfer di atas wilayah berpenduduk, ledakannya diperkirakan bisa menghancurkan jendela atau menyebabkan kerusakan struktural kecil di seluruh kota.

Sementara, asteroid berukuran sekitar 90 meter dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah.

“Berpotensi merobohkan bangunan perumahan di seluruh kota dan memecahkan jendela di wilayah yang lebih luas.”

New observations of asteroid 2024 YR4 helped us update its chance of impact in 2032. The current probability is 1.5%.

Our understanding of the asteroid's path improves with every observation. We'll keep you posted. https://t.co/LuRwg1eaCv pic.twitter.com/SfZIxflB95

— NASA (@NASA) February 20, 2025

Mungkinkah asteroid 2024 YR4 dibelokkan?

Salah satu metode untuk mengalihkan lintasan asteroid berbahaya adalah Uji Pengalihan Asteroid Ganda (DART). Cara ini digunakan dengan membelokkan gerakan asteroid di luar angkasa melalui dampak kinetik.

NASA menyebut setiap asteroid memiliki karakteristik unik, sehingga teknik pembelokan akan bergantung pada ukuran, sifat fisik, orbit, serta waktu peringatan penemuannya. Namun, DART dianggap belum bisa dilakukan karena informasi yang belum lengkap.

"Kami masih dalam tahap pengumpulan informasi. Kemungkinan dampak ke Bumi masih sangat rendah dan kemungkinan akan berkurang saat kami memperoleh lebih banyak pengamatan," demikian keterangan NASA.

Baca Juga: NASA Batalkan Proyek Mencari Es di Kutub Selatan Bulan

"Jadi masih terlalu dini untuk berspekulasi tentang teknik pembelokan potensial," menurut keterangan tertulis NASA.

Di sisi lain, Harrison Agrusa, ilmuwan planet di Observatoire de la Côte d’Azur, menyebut bahwa metode pengalihan asteroid seperti DART justru bisa menimbulkan masalah lebih besar di masa depan.

“Ini mungkin bukan strategi mitigasi yang paling berguna, karena Anda berpotensi menciptakan masalah yang lebih besar dengan mengubah satu proyektil (dengan lintasan yang diketahui) menjadi banyak fragmen (dengan lintasan yang tidak diketahui),” kata Harrison Argusa, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Kamis (20/2/2025).

Ilustrasi. Makin besar asteroid yang jatuh ke Bumi, makin besar peluangnya memicu tsunami raksasa. (dok. Pexels)

Ilustrasi. Makin besar asteroid yang jatuh ke Bumi, makin besar peluangnya memicu tsunami raksasa. (dok. Pexels)

“Kami tahu kami memiliki kemampuan untuk menangkis asteroid seperti ini, seperti yang ditunjukkan oleh misi DART. Jadi asteroid ini tidak perlu ditakuti, hanya perlu dipelajari dan dipahami,” tutup Harrison.

DART merupakan pesawat ruang angkasa berbentuk kotak yang dilengkapi dengan panel surya menyerupai sayap di kedua sisinya, masing-masing memiliki panjang 8,5 meter.

Pada September 2022, DART untuk pertama kalinya menabrak asteroid berukuran 160 meter bernama Dimorphos. Tabrakan tersebut berhasil mengubah lintasan asteroid dengan kecepatan 6,6 kilometer per detik.

Bagikan:
asteroid hantam bumiasteroidNASA
Loading...
ADS

Update News

  1. Home
  2. teknologi
  3. NASA Bongkar Peluang Asteroid ...

Trending