TikTok Medsos Terpopuler Kedua Versi Gen Z RI, Diakui Jadi Sarang Bullying

Ilustrasi. Survei BSSN menunjukkan TikTok jadi medsos dengan kasus perundungan terbanyak. (dok. Freepik)
FAKTA.COM, Jakarta – Media sosial asal China, TikTok, menjadi platform dengan kasus perundungan dunia maya (cyberbullying) terbanyak, menurut survei Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) 2024.
“Kasus cyberbullying paling tinggi ditemukan di TikTok (39,34%) oleh 3.644 responden,” menurut BSSN dalam survei berjudul 'Pemetaan Perilaku Pengguna Ruang Siber tahun 2024'.
BSSN mengungkapkan banyaknya pengguna TikTok, terutama dari kalangan remaja, menjadi faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kasus perundungan di platform tersebut.
“Karena platform ini memiliki basis pengguna yang besar, terutama di kalangan remaja,” tambah BSSN.
Perundungan di TikTok ini, kata lembaga tersebut, terutama difasilitasi oleh "fitur interaktif seperti komentar dan video duet yang sering memicu interaksi negatif."
Para ahli menyebut perundungan, termasuk cyberbullying, dapat menyebabkan kerusakan kesehatan mental, seperti stres, depresi, hingga mendorong keinginan untuk bunuh diri.
Pada survei yang sama, TikTok sendiri diketahui menjadi salah satu media sosial yang paling banyak digunakan oleh responden yang terdiri dari Generasi Z (kelahiran 1997 sampai 2012). Aplikasinya digunakan oleh 33,6 persen dari total responden yang mengikuti survei.

TikTok dimiliki oleh ByteDance, perusahaan asal China. Medsos ini terancam diblokir permanen di AS terkait isu keamanan. (ByteDance)
“Instagram dan TikTok adalah media sosial yang paling sering digunakan, dengan persentase responden yang menggunakan Instagram sebesar 33,6% dan responden yang menggunakan TikTok sebesar 33,09%,” ujar BSSN.
Kedua platform tersebut mengalahkan media sosial lain, yakni YouTube (23,72 persen), Facebook (5,94 persen), dan X atau Twitter (3,67 persen).
BSSN mengungkap platform berbasis gambar lebih digemari oleh Gen Z daripada platform berbasis teks.
Untuk jenis kontennya, Film menjadi konten yang paling banyak disukai (2.777 responden atau 29,98 persen), diikuti oleh Game (21,59 persen atau 2.000 responden).
Respons terhadap bully
BSSN juga menyebut netizen merespons berbeda terhadap perundungan siber ini. Sebesar 32,68 persen responden melaporkan cyberbullying ke pihak yang berwenang, seperti teman, guru, atau orang tua.
Ada pula yang membiarkannya (23,6 persen), atau yang membela korban (22,03 persen). Sebagian kecil responden juga ada yang mengunggahnya di medsos (1,86 persen) hingga membalas bully (1,71 persen).
Terkait perundungan, TikTok mengklaim tidak menolerir perilaku tersebut.
"TikTok adalah komunitas global yang berkembang karena kreativitas dan ekspresi. Karenanya, sangat penting bagi orang-orang untuk merasa aman saat mengekspresikan diri mereka tanpa rasa takut akan perundungan atau pelecehan," tulis platform tersebut pada laman Pusat Keamanan-nya.
Survei ini melibatkan hampir 10.000 responden dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) di 34 provinsi di Indonesia, dengan mayoritas berusia 16-20 tahun, sementara sisanya berusia antara 10-15 tahun.
Metode random sampling digunakan untuk memilih 50 responden dari setiap sekolah yang berpartisipasi pada survei. Dalam hal jenis kelamin, responden perempuan sedikit lebih besar dibandingkan responden laki-laki.













