Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?

TikTok Medsos Terpopuler Kedua Versi Gen Z RI, Diakui Jadi Sarang Bullying

Ilustrasi. Survei BSSN menunjukkan TikTok jadi medsos dengan kasus perundungan terbanyak. (dok. Freepik)

Ilustrasi. Survei BSSN menunjukkan TikTok jadi medsos dengan kasus perundungan terbanyak. (dok. Freepik)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Media sosial asal China, TikTok, menjadi platform dengan kasus perundungan dunia maya (cyberbullying) terbanyak, menurut survei Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) 2024.

“Kasus cyberbullying paling tinggi ditemukan di TikTok (39,34%) oleh 3.644 responden,” menurut BSSN dalam survei berjudul 'Pemetaan Perilaku Pengguna Ruang Siber tahun 2024'.

BSSN mengungkapkan banyaknya pengguna TikTok, terutama dari kalangan remaja, menjadi faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kasus perundungan di platform tersebut.

Baca Juga: 6 Aplikasi Alternatif TikTok usai Pemblokiran di AS, RedNote Hingga Shorts

“Karena platform ini memiliki basis pengguna yang besar, terutama di kalangan remaja,” tambah BSSN.

Perundungan di TikTok ini, kata lembaga tersebut, terutama difasilitasi oleh "fitur interaktif seperti komentar dan video duet yang sering memicu interaksi negatif."

Para ahli menyebut perundungan, termasuk cyberbullying, dapat menyebabkan kerusakan kesehatan mental, seperti stres, depresi, hingga mendorong keinginan untuk bunuh diri.  

Pada survei yang sama, TikTok sendiri diketahui menjadi salah satu media sosial yang paling banyak digunakan oleh responden yang terdiri dari Generasi Z (kelahiran 1997 sampai 2012). Aplikasinya digunakan oleh 33,6 persen dari total responden yang mengikuti survei.

TikTok dimiliki oleh ByteDance, perusahaan asal China. Medsos ini terancam diblokir permanen di AS terkait isu keamanan. (ByteDance)

TikTok dimiliki oleh ByteDance, perusahaan asal China. Medsos ini terancam diblokir permanen di AS terkait isu keamanan. (ByteDance)

“Instagram dan TikTok adalah media sosial yang paling sering digunakan, dengan persentase responden yang menggunakan Instagram sebesar 33,6% dan responden yang menggunakan TikTok sebesar 33,09%,” ujar BSSN.

Kedua platform tersebut mengalahkan media sosial lain, yakni YouTube (23,72 persen), Facebook (5,94 persen), dan X atau Twitter (3,67 persen).

BSSN mengungkap platform berbasis gambar lebih digemari oleh Gen Z daripada platform berbasis teks.

Untuk jenis kontennya, Film menjadi konten yang paling banyak disukai (2.777 responden atau 29,98 persen), diikuti oleh Game (21,59 persen atau 2.000 responden).

Baca Juga: Aturan Pembatasan Anak di Medsos Ditargetkan Terbit saat Ramadhan

Respons terhadap bully

BSSN juga menyebut netizen merespons berbeda terhadap perundungan siber ini. Sebesar 32,68 persen responden melaporkan cyberbullying ke pihak yang berwenang, seperti teman, guru, atau orang tua.

Ada pula yang membiarkannya (23,6 persen), atau yang membela korban (22,03 persen). Sebagian kecil responden juga ada yang mengunggahnya di medsos (1,86 persen) hingga membalas bully (1,71 persen).

Terkait perundungan, TikTok mengklaim tidak menolerir perilaku tersebut.

"TikTok adalah komunitas global yang berkembang karena kreativitas dan ekspresi. Karenanya, sangat penting bagi orang-orang untuk merasa aman saat mengekspresikan diri mereka tanpa rasa takut akan perundungan atau pelecehan," tulis platform tersebut pada laman Pusat Keamanan-nya.

View this post on Instagram

A post shared by Faktacom (@faktacom)

Survei ini melibatkan hampir 10.000 responden dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) di 34 provinsi di Indonesia, dengan mayoritas berusia 16-20 tahun, sementara sisanya berusia antara 10-15 tahun.

Metode random sampling digunakan untuk memilih 50 responden dari setiap sekolah yang berpartisipasi pada survei. Dalam hal jenis kelamin, responden perempuan sedikit lebih besar dibandingkan responden laki-laki.

Bagikan:
tiktokmedsosperundunganbullyingBSSN
Loading...
ADS

Update News

Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. teknologi
  3. TikTok Medsos Terpopuler Kedua...

Trending