Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. teknologi
  3. BRIN Buka Peluang Studi Ulang ...

BRIN Buka Peluang Studi Ulang Gunung Padang Pakai Tim Independen, Nihil Anggaran

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengaku tak mengalokasikan anggaran dalam studi bersama Gunung Padang. (dok. BRIN)

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengaku tak mengalokasikan anggaran dalam studi bersama Gunung Padang. (dok. BRIN)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka peluang soal studi ulang situs purbakala Gunung Padang bersama Kementerian Kebudayaan dengan menggunakan tim independen, tanpa memasukkan peneliti lama.

Penelitian tentang Gunung Padang sendiri sejak lama menuai kontroversi lantaran diduga tak melalui prosedur ilmiah ketat.

Peneliti senior BRIN Danny Hilman Natawidjaja sempat mengklaim situs ini sebagai piramida tertua di Bumi berusia 25 ribu tahun, mengalahkan piramida di Mesir.

Baca Juga: Fadli Zon Pastikan Penelitian Gunung Padang Tetap Digelar saat Ada Pemangkasan Anggaran

Pada Maret 2024, karyanya berjudul "Geo-Archaeological prospecting of Gunung Padang buried prehistoric pyramid in West Java, Indonesia" dicabut dari jurnal Archaeological Prospection akibat kesalahan signifikan (majeur error).

Terkait kontroversi penelitian ini, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyebut "itu bagian dari proses kan." Ia pun membuka peluang absennya Danny Hilman dari tim.

"Makanya apakah nanti itu tim independen aja supaya menstudi ulang, kita tunggu saja hasilnya dari mereka," ujar dia, kepada FAKTA usai Rapat Dengar Pendapat di Komisi X DPR, Jakarta, Rabu (5/2/2025).

Baca Juga: Jadi Kontroversi, Layakkah Penelitian Situs Gunung Padang Dilanjutkan?

Handoko melanjutkan penelitian itu kemungkinan akan digelar dengan melibatkan tim yang lebih besar.

"Timnya akan lebih besar lebih luas gitu. Soal Mas Danny ikut apa enggak, ya tergantung timnya aja," ungkap dia.

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengaku pihaknya akan membuka kembali studi situs Gunung Padang di tengah pemangkasan anggaran kementeriannya lebih dari 50 persen.

"Jadi kita akan buka kembali supaya ada satu kesimpulan dan juga langkah-langkah, roadmap bagaimana yang bisa kita lakukan revitalisasi Gunung Padang ini," ucap dia, usai Rapat Kerja dengan Komisi X DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2025).

Situs Gunung Padang, Cianjur, diklaim sebagai piramida tertua dunia. (dok. kemendikbud)

Situs Gunung Padang, Cianjur, diklaim sebagai piramida tertua dunia. (dok. kemendikbud)

Terkait kontroversi penelitian Gunung Padang sebelumnya, Fadli menyebut pihaknya akan melakukan riset ulang dengan menggandeng BRIN.

"Situs Gunung Padang kita akan riset dan tentu nanti kerjasama juga dengan BRIN," tutur Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Handoko melanjutkan lembaganya tak mengalokasikan anggaran khusus dalam rencana studi ulang situs purbakala ini.

"Kalau yang Gunung Padang itu, dari kami sebetulnya belum ada alokasinya. Nanti kita lihat karena itukan ada dana-dana ekstrenal juga," tutur Kepala BRIN. 

Baca Juga: Gunung Padang Diprediksi Jadi Situs Tertua di Dunia

"Tapi kalau minjemin periset, kami pinjamkan semua," imbuh dia.

Sejauh ini, pagu anggaran BRIN 2025 mencapai Rp5,842 triliun, dengan mayoritas direncanakan untuk kebutuhan operasional (71 persen).

Soal pemangkasan anggaran yang mendera hampir semua kementerian/lembaga, BRIN belum bisa memastikan angkanya.

"Belum tahu, baru akan masuk ke Kemenkeu," jawab Handoko.

Bagikan:
gunung padangbrinarkeologipiramida
Loading...
ADS

Update News

Trending