BRIN Buka Peluang Studi Ulang Gunung Padang Pakai Tim Independen, Nihil Anggaran

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengaku tak mengalokasikan anggaran dalam studi bersama Gunung Padang. (dok. BRIN)
FAKTA.COM, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka peluang soal studi ulang situs purbakala Gunung Padang bersama Kementerian Kebudayaan dengan menggunakan tim independen, tanpa memasukkan peneliti lama.
Penelitian tentang Gunung Padang sendiri sejak lama menuai kontroversi lantaran diduga tak melalui prosedur ilmiah ketat.
Peneliti senior BRIN Danny Hilman Natawidjaja sempat mengklaim situs ini sebagai piramida tertua di Bumi berusia 25 ribu tahun, mengalahkan piramida di Mesir.
Pada Maret 2024, karyanya berjudul "Geo-Archaeological prospecting of Gunung Padang buried prehistoric pyramid in West Java, Indonesia" dicabut dari jurnal Archaeological Prospection akibat kesalahan signifikan (majeur error).
Terkait kontroversi penelitian ini, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyebut "itu bagian dari proses kan." Ia pun membuka peluang absennya Danny Hilman dari tim.
"Makanya apakah nanti itu tim independen aja supaya menstudi ulang, kita tunggu saja hasilnya dari mereka," ujar dia, kepada FAKTA usai Rapat Dengar Pendapat di Komisi X DPR, Jakarta, Rabu (5/2/2025).
Handoko melanjutkan penelitian itu kemungkinan akan digelar dengan melibatkan tim yang lebih besar.
"Timnya akan lebih besar lebih luas gitu. Soal Mas Danny ikut apa enggak, ya tergantung timnya aja," ungkap dia.
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengaku pihaknya akan membuka kembali studi situs Gunung Padang di tengah pemangkasan anggaran kementeriannya lebih dari 50 persen.
"Jadi kita akan buka kembali supaya ada satu kesimpulan dan juga langkah-langkah, roadmap bagaimana yang bisa kita lakukan revitalisasi Gunung Padang ini," ucap dia, usai Rapat Kerja dengan Komisi X DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2025).

Situs Gunung Padang, Cianjur, diklaim sebagai piramida tertua dunia. (dok. kemendikbud)
Terkait kontroversi penelitian Gunung Padang sebelumnya, Fadli menyebut pihaknya akan melakukan riset ulang dengan menggandeng BRIN.
"Situs Gunung Padang kita akan riset dan tentu nanti kerjasama juga dengan BRIN," tutur Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Handoko melanjutkan lembaganya tak mengalokasikan anggaran khusus dalam rencana studi ulang situs purbakala ini.
"Kalau yang Gunung Padang itu, dari kami sebetulnya belum ada alokasinya. Nanti kita lihat karena itukan ada dana-dana ekstrenal juga," tutur Kepala BRIN.
"Tapi kalau minjemin periset, kami pinjamkan semua," imbuh dia.
Sejauh ini, pagu anggaran BRIN 2025 mencapai Rp5,842 triliun, dengan mayoritas direncanakan untuk kebutuhan operasional (71 persen).
Soal pemangkasan anggaran yang mendera hampir semua kementerian/lembaga, BRIN belum bisa memastikan angkanya.
"Belum tahu, baru akan masuk ke Kemenkeu," jawab Handoko.














