Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
ads
ads
  1. Home
  2. teknologi
  3. Donald Trump Mungkin Tunda Pem...

Donald Trump Mungkin Tunda Pemblokiran TikTok 90 Hari

Akun Tiktok Donald Trump

Akun Tiktok Donald Trump

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Platform media sosial asal Tiongkok, TikTok, akan dilarang di Amerika Serikat per 19 Januari 2025. Pasalnya, pada Jumat (17/1), Mahkamah Agung AS menolak permintaan TikTok untuk menunda larangan operasional jaringan sosial tersebut di Negeri Paman Sam.

Namun, Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan bahwa ia mungkin memberikan perpanjangan waktu selama 90 hari kepada TikTok untuk memenuhi persyaratan sebelum akhirnya dilarang di AS.

Baca Juga: Donald Trump Siap Selamatkan Tiktok

Terlebih, Gedung Putih menyatakan bahwa keputusan akhir terkait nasib jaringan sosial asal Tiongkok tersebut di AS sebaiknya dibuat oleh pemerintahan baru yang dipimpin oleh Trump mengingat batas waktu pemberlakuan larangan tersebut. Trump sendiri akan dilantik pada 20 Januari.

TikTok is now officially banned. It’s up to Donald Trump is the only person who can bring it back. pic.twitter.com/L4GYFpbTTT

— Fortnite Leaks | Pluto V2 (@FortnitePV2) January 19, 2025

Menanggapi keputusan Mahkamah Agung dan Gedung Putih, Trump mengatakan kepada NBC bahwa ia akan mengambil keputusan sendiri. keputusan akhir akan diumumkan pada Senin (20/1).

"Saya rasa itu adalah salah satu opsi yang tentu akan kami pertimbangkan. Perpanjangan 90 hari kemungkinan besar akan dilakukan, karena itu tindakan yang tepat. Anda tahu, itu memang tepat. Kami harus memeriksanya dengan hati-hati. Ini adalah situasi yang sangat besar," ujar Trump dalam wawancara dengan NBC News.

Baca Juga: TikTok Bantah akan Dijual ke Elon Musk

Berdasarkan dokumen yang diperoleh RIA Novosti, Trump meminta Mahkamah Agung untuk menunda larangan terhadap jaringan sosial asal China itu agar ia dapat menyelesaikan sengketa setelah dilantik pada 20 Januari.

Unggahan Donald Trump terkait Tiktok di media sosial Truth Social.

Unggahan Donald Trump terkait Tiktok di media sosial Truth Social.

TikTok adalah aplikasi video pendek yang dimiliki oleh perusahaan China, ByteDance, dan dirilis pada tahun 2018. TikTok memiliki sekitar 170 juta pengguna di AS.

Jaringan sosial ini berada di bawah pengawasan ketat otoritas AS yang khawatir bahwa pemerintah China dapat meminta data pengguna atau menggunakan aplikasi tersebut untuk menyebarkan propaganda. Perusahaan pemilik TikTok telah berulang kali menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kekhawatiran ini.

Baca Juga: 6 Alasan Elon Musk Berpeluang Besar Buat Beli TikTok AS

Pada April 2024, Presiden AS yang sedang menjabat, Joe Biden, meneken undang-undang yang mewajibkan TikTok untuk dialihkan ke kendali perusahaan Amerika Serikat dengan ancaman larangan operasional di negara tersebut, yang dapat mulai berlaku pada 19 Januari. (SPutnik/CNN-US/ANT)

Baca Juga: Albania Blokir Tiktok, Perundungan atau Pembungkaman Politik?
Bagikan:
donald trumptiktokpemblokiran tiktokamerika serikat
Loading...
ADS

Update News

Trending