Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

Pemerintah Belum Buru-buru Hapus App Jagat, Buatan Anak Bangsa?

Tangkapan layar dari website jagat.io

Tangkapan layar dari website jagat.io

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Pemerintah mengklaim telah memanggil pengembang aplikasi Jagat terkait permainan "Koin Jagat". Game itu viral belakangan ini setelah muncul kerusakan fasilitas umum akibat para pengguna yang memainkannya.

"Sudah, kita sudah panggil, kita sudah ajak diskusi ini. Diskusi lagi berlangsung ketika kalian bertanya ini," kata Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, di Jakarta, Rabu (15/1/2025).

Baca Juga: Geger Koin Jagat dan Alasan Bikin 'Rusuh' Jakarta-Bandung, Potensial Diblokir?

Nezar menilai aplikasi Jagat sebenarnya memiliki inovasi dan kreativitas yang baik. Namun dalam perkembangannya, aplikasi ini mengeluarkan permainan semacam pencarian harta karun bernama "Koin Jagat" yang ternyata menimbulkan dampak negatif.

Nezar mengatakan pengembang aplikasi mengaku telah menerima pengaduan terhadap timbulnya dampak negatif tersebut, yakni adanya sejumlah pengguna yang mencari koin tersebut malah merusak fasilitas umum.

"User yang seperti ini mungkin mereka belum paham bahwa pencarian seperti itu merusak yang namanya fasilitas publik. Kita sudah sampaikan pada pengembangnya," ucap Nezar.

@jagatapp_id Seru banget main Coin Hunt! Katanya besok bakal ada lebih banyak koin di 3 kota baru loh. Jangan sampe ketinggalan! #jagatcoinhunt #hartakarundiJkt #hartakarundiSby #hartakarundiBdg #hartakarundiBali #squidgame ♬ original sound - aestheticsx only

Lebih lanjut, Nezar menyebut bahwa pengembang kemungkinan akan mengubah mekanisme permainan guna mencegah dampak negatif. Mereka juga berencana mengembangkan konsep baru yang lebih edukatif dan konstruktif tanpa merusak fasilitas umum.

"Jadi pengembangnya itu mereview dan kemudian mungkin akan mengubah pola permainannya untuk tidak sampai merusak. Jadi bahkan juga akan dilihat satu program yang lebih baru, yang lebih edukatif dan juga lebih konstruktif, gitu. Jadi tidak lagi merusak dan lain sebagainya," ujar dia.

Nezar juga mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada opsi untuk menutup aplikasi tersebut. Pihaknya berupaya untuk tidak menghambat inovasi dan kreativitas anak bangsa.

Dikecam Kepala Daerah

Permainan “Koin Jagat” merupakan sebuah permainan yang ada dalam aplikasi Jagat. Berdasarkan data yang tertera dalam Google Play, Jagat merupakan aplikasi sosial yang dibuat agar pengguna selalu dekat dengan keluarga dan sahabatnya.

Aplikasi ini mulanya digunakan untuk menunjukkan lokasi real-time pengguna satu dengan yang lainnya, serta menandai tempat favorit dan berkesan. Pengguna juga bisa mengirimkan emoji ke pengguna lainnya.

Namun, aplikasi Jagat kemudian menawarkan permainan "Jagat Coin Hunt" yang bisa ditukar dengan total hadiah Rp850.000.000 di Jakarta pada Desember 2024. Belakangan diketahui, warga di beberapa daerah ramai-ramai menyerbu taman kota atau ruang publik untuk berburu koin.

Baca Juga: Menkominfo Pastikan Aplikasi TEMU Dilarang Beroperasi di Indonesia

Salah satu wilayah di Jakarta yang menjadi sasaran masyarakat mencari koin tersebut adalah Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.

Pj Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi mengatakan, pihaknya telah meminta Kementerian Komdigi untuk mengevaluasi aplikasi Koin Jagat. Teguh berharap aplikasi berburu koin itu dapat diturunkan (take down) apabila lebih banyak dampak negatifnya.

"Kami sudah minta kepada Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) untuk koordinasi dengan Kementerian Komdigi terkait evaluasi atau kajian terhadap aplikasi Koin Jagat. Kalau memang lebih banyak dampak negatifnya mudah-mudahan juga bisa di-take down," katanya.

Polda Metro Jaya menyatakan akan menindak siapapun sebagai perusak fasilitas umum terkait tren berburu koin melalui aplikasi "Koin Jagat".

@faktacom Permainan berburu harta karun, Koin Jagat, menuai kritik dari sejumlah pejabat daerah karena menyebabkan kerusakan taman-taman. Pj Wali Kota Bandung A. Koswara, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, dan Pj Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi telah menyampaikan aduan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan akan menindak tegas jika permainan tersebut melanggar aturan. #KoinJagat #PerlindunganLingkungan ♬ original sound - Faktacom

Sebelumnya, di Bandung, Jawa Barat, tren itu juga sempat terjadi. Warga yang berburu koin di Taman Tegalaga bahkan dilaporkan sampai merusak sejumlah fasilitas.

Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, A. Koswara, meminta pengembang aplikasi pencari koin Jagat agar segera menghentikan aktivitasnya karena para pengguna telah merusak fasilitas umum, terutama taman-taman kota.

Pemkot Bandung pun meminta pengembang aplikasi Jagat Koin untuk bertanggung jawab atas kerusakan sejumlah taman kota akibat para pengguna yang berburu koin.

Buatan Anak Bangsa?

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menduga ada keterlibatan pengembang aplikasi lokal di balik game online Koin Jagat yang menjadi fenomena baru di sejumlah daerah di Indonesia.

"Lagi kami telusuri sih, ada kemungkinan itu mix sih. Karena kan kalau itu di web3 biasanya pasti mix kan," kata Wamenekraf Irene saat menyampaikan tanggapan seputar keterlibatan pengembang aplikasi lokal dalam fenomena Koin Jagat, di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/1/2024).

Baca Juga: Apakah Bukalapak Benar-benar akan Tutup?

Meski terdapat potensi buruk yang bisa timbul dari gim tersebut, Wamenekraf menilai setiap fenomena seperti ini memiliki sisi positif asalkan diarahkan dengan tepat.

Ia menegaskan pentingnya melakukan kajian yang lebih mendalam terkait siapa yang berada di belakangnya dan apa tujuan dari fenomena tersebut.

"Semuanya bisa memiliki sisi baik jika diarahkan dengan positif, tapi kami perlu melihat lebih lanjut dan melakukan kajian yang lebih matang," lanjut Wamenekraf.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Jagat App ID (@jagatapp_id)

Dalam penelusuran Fakta.com, Jagat merupakan aplikasi teknologi informasi di bawah naungan perusahaan yang berbasis di Singapura yakni Jagat Technology Pte. Ltd. Perusahaan itu sudah berdiri sejak Desember 2021, dan merilis apliaksi Jagat pada 2022.

Jagat diinisiasi oleh dua orang yakni Loy Xing Zhe dan Barry Beagen. Loy Xing Zhe merupakan warga Singapura, sementara Barry tercatat sebagai warga negara Indonesia.

Dalam profil Linkedin keduanya, Barry mengaku sebagai President Jagat Tech, sementara Xing Zhe mengaku sebagai CEO Jagat Tech. (ANT/Jagat)

Bagikan:
koin jagatgameKementerian KomdigiNezar Patria
Loading...
ADS

Update News

  1. Home
  2. teknologi
  3. Pemerintah Belum Buru-buru Hap...

Trending