Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

TikTok Bantah akan Dijual ke Elon Musk

TikTok membantah kabar menjual plaftormnya ke Elon Musk. (Dok. Pixabay)

TikTok membantah kabar menjual plaftormnya ke Elon Musk. (Dok. Pixabay)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Tiktok, media platform asal Tiongkok membantah kabar bahwa platformnya akan dijual kepada Elon Musk, CEO X (Twitter).

Melansir Aljazeera, juru bicara Tiktok menampik kabar tersebut dan menganggap itu hanyalah sebuah fiksi belaka.

“Kami tidak diharapkan untuk mengomentari fiksi belaka,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Aljazeera, Selasa (14/1/2025).

Baca Juga: Amerika Ancam Hapus Tiktok, Data Warga AS Dikirim ke Partai Komunis China?

Baru-baru ini, beredar kabar bahwa Tiktok akan menjual perusahaannya kepada Elon Musk. Selain itu, Tiktok juga dikabarkan akan digabungkan dengan sosial media milik Elon Musk, Twitter.

Kabar beredar setelah Bloomberg melaporkan adanya upaya Tiongkok untuk menjual Tiktok di AS kepada Elon Musk sebagai opsi potensial untuk menghindari pemblokiran platformnya di Negeri Paman Sam.

Could Elon Musk potentially acquire TikTok's US operations to fend off a controversial ban in the country? And is China open to the idea?@rchoongwilkins examines what's at stake https://t.co/Qs1xv0mbmz pic.twitter.com/8m0C9CBUan

— Bloomberg (@business) January 14, 2025

Melansir The Guardian, rencananya Amerika Serikat akan memblok akun Tiktok jika mereka tidak menjualnya ke pihak swasta AS.

Tiktok telah menjalani persidangan terbarunya di gedung Mahkamah Agung AS, Jumat lalu. Para hakim mendengarkan pendapat masing-masing pihak yang bersengketa. 

Baca Juga: Twitter Paling Tinggi Sentimen Negatif, TikTok & IG Lebih Optimis

Hakim terlihat skeptis dan cenderung mendukung undang-undang (UU) yang telah disahkan sebelumnya terkait pemblokiran Tiktok di AS. Hal ini ditandai dengan waktu persidangan yang banyak dihabiskan untuk megajukan pertanyaan kepada Tiktok. 

Namun, hasil persidangan ini belum ditentukan. Nasib media sosial asal China itu pun masih menggantung di tangan MA.

Data pengguna Tiktok di Amerika Serikat. Sumber data: Statista

Data pengguna Tiktok di Amerika Serikat. Sumber data: Statista

Sebelumnya pada April 2024, pemerintah AS mengesahkan UU yang memaksa ByteDance, induk perusahaan Tiktok, menjual platform miliknya dengan batas waktu hingga 19 Januari 2025 guna menghindari pemblokiran. 

Langkah ini ditetapkan karena kekhawatiran pemerintah AS akan adanya potensi ancaman keamanan data yang bocor dan akan digunakan untuk kepentingan pemerintahan negeri Tiongkok. Platform tersebut dipercaya menjadi alat spionase maupun menyebarkan propaganda.

Karena hal ini, Presiden Terpilih AS, Donald Trump, meminta penangguhan undang-undang (UU) pemblokiran Tiktok di Amerika Serikat. Permohonan penangguhan itu dilayangkan kuasa hukumnya kepada Mahkamah Agung AS,  pada Desember tahun lalu.

Baca Juga: Donald Trump Siap Selamatkan Tiktok

Tiktok Telah Diblokir di Albania dan Negara Lainnya

Untuk diketahui, Perdana Menteri Albania, Edi Rama, telah mengumumkan pemblokiran Tiktok selama setahun penuh pada 2025. Ini terjadi dikarenakan adanya dugaan kasus pembunuhan yang menewaskan seorang remaja berusia 14 tahun karena terlibat perkelahian di aplikasi itu.

Rama mengklaim langkah ini dilakukannya untuk melindungi anak muda di negaranya. Ia menganggap Tiktok menampilkan banyak konten perundungan, kekerasan, dan kejahatan, yang menyebabkan rusaknya anak-anak muda di Albania.

Tiktok juga telah diblokir di berbagai negara di dunia, seperti Afganistan, Iran, India, dan lain-lain. (Aljazeera/Guardian/Bloomberg)

Baca Juga: Albania Blokir Tiktok, Perundungan atau Pembungkaman Politik?
Bagikan:
tiktokelon musktiktok dijualpemblokiran tiktok
ADS

Update News

  1. Home
  2. teknologi
  3. TikTok Bantah akan Dijual ke E...

Trending