Meta Ganti Fact Checker Jadi Community Notes seperti X

CEO Meta Mark Zuckerberg diduga tiru X alias Twitter usai munculkan Community Notes. (Dok. Meta)
FAKTA.COM, Jakarta – Mark Zuckeberg, CEO Meta, menyampaikan akan mengganti fact checker yang sebelumnya digunakan di platform milikinya menjadi community notes seperti di X (Twitter).
Hal itu ia ungkapkan melalui videonya di website Meta yang diunggah pada Selasa (7/1/2025).
Meta akan memberlakukan fitur ini untuk pertama kalinya di Amerika Serikat (AS). Zuck mengatakan bahwa fact checker yang merupakan kerjasamanya dengan pihak ketiga dan sistem kompleks yang telah dibangunnya banyak melakukan kesalahan.
Meskipun tujuan utamanya baik, yaitu untuk menghapus konten-konten berbahaya seperti narkoba, teroris, eksploitasi anak dan lain-lain, dia menyebut pada kenyataannya banyak bias yang terjadi khususnya pada konten-konten politik di AS.
Sebelumnya, banyak konten perdebatan politik yang sah dibatasi dan banyak konten yang dianggap sebuah misinformasi disensor, padahal konten tersebut memang sebuah kebenaran dan mengakibatkan banyak orang merasa frustasi.
Melalui perubahan ini Zuck berharap dapat memberikan lebih banyak kebebasan berbicara dan berkurangnya kesalahan-kesalahan moderasi yang sebelumnya kerap terjadi.
Catatan komunitas /community notes adalah sebuah fitur di mana pengguna yang berperan sebagai kontributor saling bekerja sama untuk memberikan ‘catatan’ pada konten yang dianggap menyesatkan. Fitur ini telah digunakan aplikasi X dari tahun 2022 lalu.
Merespons kabar tersebut, pemilik X Elon Musk, di akun Twitter-nya, menyambut baik langkah Meta iti sambil berkata, "cool."
Hal tersebut mengomentari postingan berisi dialog Chief of Global Affairs Meta Joel Kaplan yang memuji community notes milik X dan berencana menerapkannya di Meta.

Miliarder Elon Musk lebih dulu menginisiasi catatan komunitas sejak mengakuisisi Twitter. (Antara)
Kebebasan berpendapat
Langkah-langkah lain juga akan dilakukan oleh Zuck antara lain menyederhanakan aturan konten dengan menghilangkan beberapa aturan pada topik tertentu seperti imigrasi dan gender.
Kemudian, melakukan pendekatan baru pada penegakan aturan. Sebelumnya, terdapat filter yang digunakan untuk memindai konten yang dianggap melanggar aturan. Akan tetapi filter ini banyak melakukan kesalahan.
Untuk ke depannya, filter tersebut hanya diterapkan untuk kegiatan ilegal dan pelanggaran tinggi. Sedangkan pada pelanggaran rendah akan mengandalkan laporan pengguna.
Selain itu, mengembalikan konten-konten kewarganegaraan/politik dan melindungi kebebasan berbicara di seluruh dunia melalui kerjasamanya dengan presiden Trump juga menjadi langkah Zuck yang lainnya.
Dia berpendapat langkah-langkah ini akan menyebabkan berkurangnya ‘penangkapan’ konten buruk, akan tetapi mengurangi korban tidak bersalah yang di takedown.













