Dilarang AS, ByteDance Mau Beli Chip AI NVIDIA lewat Pihak Ketiga

Foto: Bytedance.com
FAKTA.COM, Jakarta - ByteDance, induk perusahaan Tiktok, berencana membeli chip dari NVIDIA pada 2025 untuk mengembangkan Artificial intelligence (AI) yang dimilikinya.
Mengutip TechCrunch, Selasa (31/12/2024), perusahaan asal Tiongkok tersebut dikabarkan akan menghabiskan US$7 Miliar guna membeli chip dari NVIDIA. Tapi, mereka disinyalir akan menggunakan celah hukum lantaran adanya larangan dari Pemerintah Amerika Serikat (AS).
Untuk mengatasi permasalahan ini, ByteDance berencana menyimpan chip yang dibelinya ke berbagai negara di luar Tiongkok, seperti negara-negara di Asia Tenggara. Dengan cara ini, ByteDance menghindari pelanggaran ekspor secara langsung yang ditetapkan AS terhadap negara tertentu, khususnya Tiongkok.
Awal Desember 2024, AS kembali memperkuat aturan pembatasan ekspor chip AI terhadap Tiongkok. Peraturan ini dianggap sebuah langkah guna meningkatkan keamanan nasional.
Mengutip laman Department of Commerce’s Bureau of Industry and Security (BIS), Kementrian perdagangan AS, mengumumkan serangkain aturan yang dirancang untuk menghambat kemampuan Tiongkok guna memproduksi semikonduktor canggih yang dapat digunakan untuk memodernisasi persenjataan mereka.
"Langkah ini merupakan puncak dari pendekatan terarah yang dilakukan Pemerintahan Biden-Harris bersama dengan sekutu dan mitra kami, untuk menghambat kemampuan Tiongkok dalam memproduksi teknologi canggih secara mandiri membahayakan keamanan nasional kami,” ujar Menteri Perdagangan AS, Gina Raimondo.
Beberapa atruan tersebut di antaranya ialah, membatasi ekspor ke 140 perusahaan, mencakup alat pembuat chip, memori bandwith tinggi dan perangkat lunak yang sangat krusial untuk aplikasi tingkat lanjut, seperti pelatihan AI.
Sebelumnya, pada Oktober 2022, BIS telah menerbitkan aturan membatasi Tiongkok untuk membeli dan memproduksi semikonduktor high-end tertentu yang sangat penting untuk aplikasi militer.
Akibat pembatasan yang diberlakukan mulai 2022 tersebut, Tiongkok telah meningkatkan upayanya secara mandiri di sektor semikonduktor beberapa tahun terakhir. Tapi, China tetap tertinggal dari industri chip besar seperti NVIDIA.
NVIDIA merupakan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang dikenal karena memproduksi unit pemrosesan grafis (GPU) yang sering digunakan untuk game maupun komputasi berat seperti melatih AI.
Mengutip South China Morning Post, ByteDance mengelola Doubao, sebuah platform AI berbasis chatbot yang memiliki pengguna aktif sebanyak 51 juta orang. (TechCrunch/SCMP)














