Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. teknologi
  3. Dilarang AS, ByteDance Mau Bel...

Dilarang AS, ByteDance Mau Beli Chip AI NVIDIA lewat Pihak Ketiga

Foto: Bytedance.com

Foto: Bytedance.com

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - ByteDance, induk perusahaan Tiktok, berencana membeli chip dari NVIDIA pada 2025 untuk mengembangkan Artificial intelligence (AI) yang dimilikinya.

Mengutip TechCrunch, Selasa (31/12/2024), perusahaan asal Tiongkok tersebut dikabarkan akan menghabiskan US$7 Miliar guna membeli chip dari NVIDIA. Tapi, mereka disinyalir akan menggunakan celah hukum lantaran adanya larangan dari Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Untuk mengatasi permasalahan ini, ByteDance berencana menyimpan chip yang dibelinya ke berbagai negara di luar Tiongkok, seperti negara-negara di Asia Tenggara. Dengan cara ini, ByteDance menghindari pelanggaran ekspor secara langsung yang ditetapkan AS terhadap negara tertentu, khususnya Tiongkok.

Baca Juga: TikTok Jadi Medsos Paling Populer di Indonesia pada 2024

Awal Desember 2024, AS kembali memperkuat aturan pembatasan ekspor chip AI terhadap Tiongkok. Peraturan ini dianggap sebuah langkah guna meningkatkan keamanan nasional.

Mengutip laman Department of Commerce’s Bureau of Industry and Security (BIS), Kementrian perdagangan AS, mengumumkan serangkain aturan yang dirancang untuk menghambat kemampuan Tiongkok guna memproduksi semikonduktor canggih yang dapat digunakan untuk memodernisasi persenjataan mereka.

"Langkah ini merupakan puncak dari pendekatan terarah yang dilakukan Pemerintahan Biden-Harris bersama dengan sekutu dan mitra kami, untuk menghambat kemampuan Tiongkok dalam memproduksi teknologi canggih secara mandiri membahayakan keamanan nasional kami,” ujar Menteri Perdagangan AS, Gina Raimondo.

Baca Juga: Donald Trump Siap Selamatkan Tiktok

Beberapa atruan tersebut di antaranya ialah, membatasi ekspor ke 140 perusahaan,  mencakup alat pembuat chip, memori bandwith tinggi dan perangkat lunak yang sangat krusial untuk aplikasi tingkat lanjut, seperti pelatihan AI. 

Sebelumnya, pada Oktober 2022, BIS telah menerbitkan aturan membatasi  Tiongkok untuk membeli dan memproduksi semikonduktor high-end tertentu yang sangat penting untuk aplikasi militer.  

Akibat pembatasan yang diberlakukan mulai 2022 tersebut, Tiongkok telah meningkatkan upayanya secara mandiri di sektor semikonduktor beberapa tahun terakhir. Tapi, China tetap tertinggal dari industri chip besar seperti NVIDIA.

Baca Juga: Twitter Paling Tinggi Sentimen Negatif, TikTok & IG Lebih Optimis

NVIDIA merupakan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang dikenal karena memproduksi unit pemrosesan grafis (GPU) yang sering digunakan untuk game maupun komputasi berat seperti melatih AI.

Mengutip South China Morning Post, ByteDance mengelola Doubao, sebuah platform AI berbasis chatbot yang memiliki pengguna aktif sebanyak 51 juta orang. (TechCrunch/SCMP)

Bagikan:
artificial intelligencebytedanceamerika serikatekspor
ADS

Update News

Trending