Daze Jadi Ancaman WhatsApp, Aplikasi Pesan buat Gen Z

User Interface-nya mirip stories di Instagram. Foto: Daze
FAKTA.COM, Jakarta - Mari kita kenalan dengan Daze. Ini adalah aplikasi pesan yang siap menantang kehadiran WhatsApp, Facebook Messenger, ataupun iMessage. Namun, jangan khawatir ya baby boomer dan millennial, Daze cuma menyasar Generasi Z, kok.
Daze dijadwalkan dirilis pada 4 November 2024. Tapi, daftar tunggu pengguna aplikasi Daze sudah penuh, mencapai sekitar 156.000 pendaftar. Bahkan, video demo produk Daze di sosial media sudah ditonton 48 juta kali.
Dalam kacamata pengguna chat, Daze berpotensi membunuh aplikasi pesan lain, bahkan sosial media. Karena, Daze menawarkan aplikasi perpesanan gaya bebas yang mengambil inspirasi dari media sosial.
User Interface-nya mirip stories di Instagram. Para pengguna bisa saling nge-chat menggunakan berbagai font, gaya, grafik, dan lainnya, tidak lagi terbatas pada gelembung biru dan hijau. Selain itu, pesan multi-warna dapat muncul di layar yang dilengkapi dengan foto, grafik, stiker, GIF, gambar, latar belakang yang dihias, dan banyak lagi.

Daze juga memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk membantu memberdayakan beberapa alat kreatifnya. Aplikasi yang didirikan pengusaha Willem Simons ini berencana mengintegrasikan lebih banyak teknologi berbasis AI secara mendalam, tidak seperti aplikasi chat yang saat ini ada.
“Tujuan kami dengan Daze adalah membuat fitur messenger yang lengkap dan kompetitif dengan iMessage, WhatsApp, dll, sambil tetap memiliki serangkaian fitur yang sangat menyenangkan dan kreatif,” kata Simons kepada TechCrunch.
Sebelum tanggal tersebut, aplikasi tersebut telah menjalani pengujian awal dengan sekitar 1.400 pengguna beta yang diundang.
“Anda dapat mengetik pesan dengan cepat dan menekan kirim, atau menyeret pesan ke mana saja dalam obrolan. Mudah digunakan dan bermanfaat, tetapi juga sangat gratis dan tidak terbatas,” kata Simons.
On va parler de cette nouvelle appli qui explose dans la Gen Z !
— Basti Ui ✌️ (@BastiUi) October 22, 2024
💬 ∣ Daze : L'app de messagerie en pleine explosion !
🎶 ∣ Créer une pochette d'album
🐱 ∣ Je design une appli pour un vrai client
Viens dire bjr sur le live
✺➤ Twitch•tv—BastiUi pic.twitter.com/2yeLpIoL0n
Daze masih harus dibuktikan di dunia nyata, apakah penggunaannya memang senyaman dan seseru yang dibayangkan, atau justru sama saja dengan aplikasi pesan lain dengan sedikit penambahan fitur so edgy belaka.
Tapi, laporan yang didapat TechCrunch bisa bikin aplikasi chat lain kebakaran jenggot. Pasalnya, sumber yang melakukan pengujian aplikasi Daze menyebutkan bahwa retensi Daze lebih dari 50 persen selama 60 hari.
Retensi bisa dibilang tingkat rata-rata penggunaan aplikasi dari waktu ke waktu, apakah mereka akan terus balik lagi atau punya jeda yang lama dari peng-install-an dan penggunaan tiap hari. Jika satu aplikasi memiliki retensi di atas 50 persen bisa dibilang pengguna merasa puas saat menggunakan aplikasi.
Sebagian besar pengguna yang melakukan uji coba berada dalam kelompok demografi berusia 13 hingga 22 tahun. Sehingga, tidak mengherankan jika chat bebas nilai ini bisa memuaskan mereka, catat Simons.
AI搭載のクリエイティブなZ世代向けメッセージングアプリ「Daze」が、ローンチ前に大爆発中
— 納村 聡仁 / Osamura Akinori (@akinoriosamura) October 22, 2024
- Dazeの最も人気のある動画は800万回再生
- リリース前で、アプリのwaiting listには約156,000 件のサインアップが殺到
-… pic.twitter.com/pzrL0B90iL
Saat ini, usaha rintisan Daze baru memiliki tujuh staf penuh waktu dan satu staf paruh waktu. Sebagian besar berkantor pusat di New York, dengan hanya beberapa orang yang bekerja dari jarak jauh.
Sebelum peluncuran, Daze telah mengumpulkan pendanaan sebesar 5,7 juta dolar Amerika Serikat dari a16z, Kindred Ventures, Alpaca Ventures, Uncommon Projects, Betaworks, Maveron, 35 Ventures, New Wave, Antoine Martin, dan lainnya. (TechCrunch)













