Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?

Menko Muhaimin Pasrah soal Wacana Gelar Pahlawan Soeharto

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar komentari wacana gelar pahlawan nasional untuk Soeharto. (ANTARA/Prisca Triferna)

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar komentari wacana gelar pahlawan nasional untuk Soeharto. (ANTARA/Prisca Triferna)

Google News Image

Fakta.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, menyebut wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai kewenangan kementerian terkait. Namun, reaksi penolakan dari berbagai pihak perlu dipertimbangkan.

"Ya tentu kementerian terkait, baik itu Kemensos, Kemenko Polkam, kemudian Dewan Kehormatan dan Jasa benar-benar mempertimbangkan seluruh masukan-masukan yang ada," ucap Muhaimin saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/4/2025).

Baca Juga: Mensos Respons Ramai Tolak Soeharto Jadi Pahlawan: Kami Ikuti

Muhaimin pun mengaku pasrah dan menyerahkan semua kewenangan itu kepada kementerian terkait.

"Kita pasrah, kita serahkan pada mereka," ujar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Gerakan Masyarakat Sipil Adili Soeharto (Gemas) yang terdiri dari keluarga korban pelanggaran berat HAM dan jaringan organisasi masyarakat sipil telah menyerahkan surat terbuka kepada Kementerian Sosial (Kemensos) berisi penolakan terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto, pada Kamis (10/4/2025), di Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat. 

Gemas menolak pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto didasarkan pada rekam jejak buruk dan berdarah Soeharto selama 32 tahun menjabat sebagai Presiden.

Baca Juga: Respons Jubir Presiden, Rakyat Makin Keras Tolak Soeharto Jadi Pahlawan

Berdasarkan keterangan rilis dari Gemas, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) saat ini diketahui tengah membahas nama-nama yang akan diusulkan untuk diberi gelar Pahlawan Nasional, dengan nama Soeharto termasuk sebagai salah satunya. Pengusulan ini dibatasi sampai 11 April 2025 lalu.

Penggalangan petisi online menolak wacana Soeharto menjadi pahlawan nasional. (Foto: tangkapan layar change.org) 

Penggalangan petisi online menolak wacana Soeharto menjadi pahlawan nasional. (Foto: tangkapan layar change.org) 

Setelah tahap verifikasi, sidang pleno TP2GP akan menyampaikan rekomendasi usulan calon Pahlawan Nasional dari Menteri Sosial kepada Presiden. Selanjutnya, Presiden memilih daftar nama yang diajukan untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

"Ia telah melakukan kekerasan terhadap warga sipil, pelanggaran HAM bahkan pelanggaran berat terhadap HAM, penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan, serta praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang dituangkan dalam TAP MPR Nomor IV/MPR/1999 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) tahun 1999-2004 dan TAP MPR No. XI/MPR/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Pengusulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto bermasalah serta merupakan upaya penghapusan sejarah dan pemutihan atas berbagai kejahatan yang dilakukan Soeharto," tulis keterangan rilis tersebut, dikutip Kamis (10/4/2025) lalu.

#Indonesia🇮🇩 Today, April 10, 2025, Gerakan Masyarakat Sipil Adili Soeharto (GEMAS) submitted an open letter to the Ministry of Social Affairs to express its firm rejection of the proposal to grant Suharto the title of National Hero.

During his 32-year authoritarian rule,… pic.twitter.com/6mEoqkkYXv

— KontraS #StopGenocide🍉 (@KontraSupdates) April 10, 2025

Dalam surat terbuka dari Gemas yang disampaikan kepada Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos, Mira Riyati Kurniasih, Gemas mengutip Pasal 1 Nomor 4, Pasal 2, dan Pasal 25 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (Undang-Undang GTK).

Menurut Gemas, Soeharto tak memenuhi tiga kriteria yang termaktub dalam Pasal 2 Undang-Undang GTK, yakni kriteria kemanusiaan, kerakyatan, dan keadilan, sebab sejarah panjang selama masa pemerintahan Soeharto pada Orde Baru justru diwarnai dengan aksi kekerasan terhadap warga sipil, penyalahgunaan wewenang, hingga KKN.

Baca Juga: A-Z Kesalahan Soeharto Versi Kontras dkk, Menjawab Pertanyaan Mensesneg

Gemas juga menyebutkan deret pelanggaran HAM yang terjadi selama masa Orde Baru, seperti Peristiwa 1965-1966, Peristiwa Penembakan Misterius (1982-1985), Peristiwa Tanjung Priok (1984), Peristiwa Talangsari (1989), dan peristiwa-peristiwa lain. Selain itu, GEMAS juga penyimpangan dana yayasan yang dipimpin oleh Soeharto yang telah ditemukan oleh Kejaksaan Agung pada September 1998 lalu, seperti penyelewengan dana Yayasan Trikora, Yayasan Supersemar, Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, serta tiga yayasan lain.

Ketujuh yayasan itu telah terindikasi menyimpan aliran dana milik negara berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 333/KMK.011/1978. Lebih lanjut, Gemas juga mengungkapkan tidak dipidananya Soeharto tidak membuktikan bahwa Soeharto tak bersalah atas kasus-kasus yang menjeratnya, tetapi proses peradilan memang dihentikan pada tahun 2006 karena kondisi kesehatan Soeharto yang terus memburuk.

Bagikan:
muhaimin iskandarcak iminMenko PMSoehartogelar pahlawan nasionalpahlawan nasional
Loading...
ADS

Update News

Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. politik
  3. Menko Muhaimin Pasrah soal Wac...

Trending