Puan: PDIP Akan Bantu Tugas Presiden Prabowo ke Depan

Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengungkap hasil pertemuan Megawati dengan Prabowo. (Fakta.com/Dewi Yugi Arti)
Fakta.com, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan hasil pertemuan Presiden ke-6 RI Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Prabowo Subianto mempererat hubungan antara PDIP dengan pemerintah. Puan menyatakan partainya akan membantu Prabowo dalam menjalankan tugas presiden ke depan.
"Yang dibicarakan tentu saja hal-hal yang terkait bagaimana sama-sama bersinergi dalam membangun bangsa dan negara, dan kemudian juga bagaimana kemudian PDIP akan bersama-sama bersinergi untuk membangun, membantu, bersinergi dalam menjalankan tugas-tugas presiden ke depan bersama dengan Pak Prabowo," kata Puan saat ditemui awak media seusai menghadiri agenda halal bihalal DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/4/2025).
Puan pun menyebut silaturahmi antara Partai Gerindra dan PDIP yang akhirnya terlaksana dengan pertemuan Prabowo-Megawati ini sudah direncanakan sejak lama.
"Alhamdulillah kan saat silaturahmi di berbagai kesempatan yang saya hadiri, waktu itu kan saya juga dengan teman-teman dari Gerindra sudah mengatakan insya Allah bahwa dalam waktu yang dekat akan ada silaturahmi antara Ibu Mega dengan Pak Prabowo. Dan alhamdulillah kemudian itu bisa terlaksana bahwa ada silaturahmi antara Ibu Mega dan Pak Prabowo dalam rangka silaturahmi di hari Lebaran," tutur Ketua DPR RI tersebut.
Putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu berujar setelah silaturahmi tersebut akan ada pertemuan selanjutnya antara Prabowo dan Mega.
"Akan ada silaturahmi dan pertemuan-pertemuan yang selanjutnya," ujar Puan.
Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan hasil pertemuan antara Prabowo dan Megawati salah satunya untuk memperkuat pemerintahan.
Hal itu, kata Muzani, ditegaskan Megawati dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, Megawati merelakan partainya digunakan sebagai instrumen untuk memperkuat pemerintahan.
Namun, kata Muzani, PDIP tetap bersikukuh tidak masuk koalisi pemerintah atau menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih.
"Ibu Megawati mengharapkan agar masa kepresidenan Pak Prabowo yang telah dilantik pada tanggal 20 Oktober 2024 bisa efektif untuk kebaikan dan kesejahteraan rakyat, karena itu jika dianggap perlu silakan menggunakan PDIP sebagai instrumen yang juga bisa digunakan untuk memperkuat pemerintahan, tetapi tidak dalam posisi dalam koalisi," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2025).














