Muzani: Kita Menghadapi Masa Depan yang Tidak Gampang
-Partai-Gerindra-Ahmad-Muzani-.jpg)
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut Indonesia akan menghadapi masa yang tidak mudah, terutama di bidang ekonomi. (Fakta.com/Dewi Yugi)
Fakta.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani menyebut Indonesia akan menghadapi masa depan yang tidak mudah, terutama di bidang ekonomi. Hal itu dia sampaikan usai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Muzani mengatakan silaturahmi Prabowo dan Megawati merupakan pertemuan yang positif di tengah dinamika ekonomi global yang bisa mengancam situasi nasional.
"Diharapkan ini bisa menjadi bagian dari upaya yang menguatkan persatuan, kebersamaan, kerukunan, dan kegotongroyongan di antara kita. Apalagi kita menghadapi masa-masa depan yang juga tidak gampang, terutama di bidang perekonomian," tutur Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2025).
Menurut Muzani, pada masa ini, para pemimpin harus saling bergandengan tangan dan bersilaturahmi. Sebab, kata dia, dalam sejarah bangsa Indonesia kerap kali mengalami situasi yang tak mudah dan mengancam persatuan bangsa.
"Tetapi kemudian kita dipersatukan kembali dalam satu kerukunan, dalam satu kebersamaan karena ada kebersamaan, persatuan, kegotongroyongan di antara para pemimpin, di antara rakyat dan pemimpin dan ada kepercayaan satu sama lain. Itu yang kemudian menjadi kesepakatan di antara kedua beliau (Prabowo dan Megawati) setelah berbicara panjang lebar," jelas Muzani.
Adapun, Muzani menerangkan pembahasan antara Prabowo dan Megawati mencakup mengenai pemulihan ekonomi nasional. Menurut Muzani, Megawati saat itu menyampaikan pengalamannya melakukan pemulihan ekonomi nasional dalam menghadapi krisis yang terjadi di era pemerintahannya.
Setelah pertemuan empat mata selama 1,5 jam, Megawati dan Prabowo akhirnya sepakat untuk membangkitkan produk-produk lokal Indonesia. Keduanya setuju penggunaan produk impor justru akan menyebabkan pembekakan biaya yang relatif lebih mahal. Keduanya berpikir bahwa hanya produk-produk tertentu saja yang mungkin akan terus dilakukan impor.
"Karena Pak Prabowo juga bicara tentang berbagai macam problem dan tantangan global yang sekarang ini mengemuka, utamanya akibat dari kebijakan Presiden Donald Trump berkaitan dengan pengenaan tarif yang digunakan untuk produk-produk Indonesia terhadap ekspor di Amerika dan banyak negara-negara yang juga terkena," kata Muzani.
Prabowo menemui Megawati pada Senin (7/4/2025) malam di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.
Pada kesempatan itu, Prabowo didampingi oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala BAPPISUS Aries Marsudiyanto, serta Menko Polkam Budi Gunawan.














