Prabowo Respons RUU Polri: Kalau Wewenang Cukup, Kenapa Harus Ditambah?

Ilustrasi. Presiden Prabowo Subianto merespons draf RUU Polri yang beredar. (dok. ICJR)
FAKTA.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menilai kewenangan Polri tak perlu ditambah selama wewenang yang sudah ada saat ini mencukupi.
"Pada prinsipnya polisi harus diberi wewenang yang cukup untuk melaksanakan tugasnya. Kalau dia sudah diberi wewenang cukup. kenapa harus ditambah?" ujar dia, merespons pertanyaan jurnalis Najwa Shihab, dalam wawancara di Hambalang, Bogor, Minggu (8/4/2025) mengutip kanal YouTube Narasi.
Berdasarkan catatan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), sejumlah penambahan kewenangan Polri di draf terbaru RUU Polri dinilai mengkhawatirkan.
Di antaranya, penambahan kewenangan pengawasan ruang siber, perluasan kewenangan intelijen Polri, pengaturan Pengamanan (Pam) Swarkasa (yang mengingatkan era 1998), hingga peningkatan batas usia pensiun terutama buat para jenderal yang tak urgen sama sekali.
Pada saat yang sama, tak ada penambahan kewenangan pengawasan, termasuk dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Selain itu, masih banyak rangkaian kasus yang melibatkan oknum 'parcok', mulai dari pemerasan bermodus tes narkoba, menolak laporan warga yang berujung penembakan, hingga pelecehan seksual terhadap anak.
Presiden pun menyebut pihaknya akan mengkaji kinerja Polri dan aparat penegak hukum lainnya berdasarkan sejumlah indikator, termasuk angka kriminalitas hingga peredaran narkoba.
"Jadi ini tinggal kita menilai secara arif gradasi itu. Ya kan," ujar Prabowo, sambil menyindir peredaran draf RUU tak resmi.
"Kalau polisi sudah diberi wewenang yang cukup untuk melaksanakan tugasnya, ya kan, untuk memberantas kriminalitas, menberantas penyelundupan narkoba, dan sebagainya, melindungi masyarakat, saya kira saya cukup. Kenapa kita harus mencari-cari, menurut saya?" cetus dia.
Menurut Prabowo, pada dasarnya sudah ada sistem pengawasan yang terkait Polri, mulai dari Menko Polkam, Kapolri, Kompolnas, hingga partai politik.
"Terima kasih masukan itu. Saya akan kasih perhatian khusus sekarang, mungkin alinea demi alinea akan saya pelajari."
"Ya, saya berkepentingan, butuh polisi yang terhebat," ucap Prabowo.
"Yang bisa diawasi," timpal Najwa.
"That is kunci," lanjut Prabowo.













