Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?

Prabowo Akui Salah Terkait Blunder Komunikasi Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto diwawancara tujuh jurnalis, di Bogor, Minggu (6/4/2025). (Tangkapan layar YouTube TVRI)

Presiden Prabowo Subianto diwawancara tujuh jurnalis, di Bogor, Minggu (6/4/2025). (Tangkapan layar YouTube TVRI)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengakui sejumlah masalah komunikasi publik di pemerintahannya adalah kesalahan dirinya yang terlalu fokus pada kerja demi meraih kepercayaan masyarakat.

"Bener sekali, saya akui bahwa 150 hari [masa pemerintahan], saya sendiri, menurut pendapat saya, saya yang bertanggung jawab, saya yang salah sebetulnya," jawab dia, merespons salah satu pertanyaan terkait isu komunikasi pemerintah dalam wawancara dengan tujuh jurnalis di kediamannya, Hambalang, Bogor, Minggu (6/4/2025).

"Bahwa komunikasi kurang baik, itu sebetulnya saya anggap itu saya yang bersalah, karena fokus kita deliver-deliver, kerja, rakyat nunggu-nunggu apa keputusan," lanjutnya.

Baca Juga: Deret Blunder Komunikasi Pemerintahan Prabowo, Ndasmu Hingga Kampungan

Prabowo mengakui dirinya mencontoh pilihan Presiden ketujuh Joko Widodo yang berfokus pada kerja dan mengambil tindakan secepatnya.

"Jadi fokus kita kerja, ker... Mungkin ada yang ngejek, tapi saya paham etos."

"Saya bukan selalu membela Pak Jokowi, banyak orang yang jelek-jelekin ya. Saya enggak tau ya, pasti ada orang yang baik, ada orang yang tidak baik, ada kekurangan, tapi etos waktu itu kita ingin kerja kita ingin buktikan, kita selesaikan," tuturnya.

Nyatanya, Prabowo menyadari bekerja saja tak cukup, terlebih dalam politik 

View this post on Instagram

A post shared by Faktacom (@faktacom)

"Itu, akhirnya tim saya semua juga kurang, karena waktu itu kita yakin kalau kita bisa deliver dengan baik, dengan cepet, kendalikan harga, ini, ini, rakyat merasakan, mereka akan percaya sama kita," ujarnya.

"Ternyata tidak seperti itu. Politik adalah persepsi dan ya kadang-kadang kekuatan-kekuatan tertentu, apa pun yang kita buat pasti dinarasi tidak baik. Karena itu saya mau perbaiki [masalah komunikasi] itu," sambung Prabowo.

Baca Juga: Bahlil Ungkap Arahan Prabowo Soal Blunder Komunikasi Pejabat

Soal teror kepala babi

Salah satu blunder komunikasi yang ramai disorot adalah respons Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi terhadap teror yang diterima wartawan Tempo, Francisca Christy Rosana alias Cica, berbentuk kiriman kepala babi tanpa telinga.

"Sudah dimasak saja, sudah dimasak saja," ujar Hasan, di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (21/3/2025).

Koalisi Masyarakat Sipil meminta Prabowo "meninjau kembali posisi Hasan Nasbi dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan."

Sebelum menjabat Kepala PCO, Hasan Nasbi merupakan pendiri lembaga survei Cyrus Network. (Antara)

Sebelum menjabat Kepala PCO, Hasan Nasbi merupakan pendiri lembaga survei Cyrus Network. (Antara)

"Ungkapan yang disampaikan Hasan Nasbi menunjukkan rendahnya komitmen pemerintah, yang diwakili Kantor Komunikasi Kepresidenan, terhadap demokrasi dan kebebasan sipil. Bukannya menyampaikan, setidaknya sikap keperihatinan terhadap teror tersebut, justru seakan mendukung tindakan teror tersebut," menurut keterangan Koalisi, Sabtu (22/3/2025).

Prabowo, dalam kesempatan wawancara di Hambalang itu pun, mengakui pernyataan Hasan Nasbi itu keliru. 

"Tapi bener, itu ucapan yang menurut saya teledor, itu ya... keliru saya kira. Beliau menyesal," kata dia.

Baca Juga: Band Punk Sukatani Buka Suara, Akui Diintimidasi Kepolisian Sejak Juli 2024

"Mungkin ya karena baru dalam posisi, pemerintahan yang selalu disorot. Jadi kadang-kadang orang yang dari dunia perencana, dunia survei, atau dunia akademis muncul di panggng publik kurang cepet menyesuaikan," urai Prabowo.

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra tersebut, teror kepala babi itu dilakukan oleh pihak yang "ingin mengadu domba, ingin menciptakan suasana yang tidak baik." 

Bagikan:
prabowo subiantokomunikasiHasan nasbi
Loading...
ADS

Update News

Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. politik
  3. Prabowo Akui Salah Terkait Blu...

Trending