Puan soal Represi Aksi Tolak UU TNI: Sama-sama Menahan Dirilah

Ketua DPR Puan Maharani (tengah) di Kompleks DPR RI, Jakarta, 25 Maret 2025. (Fakta.com/Dewi Yugi Arti)
Fakta.com, Jakarta - Kekerasan yang dilakukan polisi dan tentara terhadap massa aksi Tolak UU TNI terjadi di berbagai daerah. Ketua DPR RI Puan Maharani meminta semua pihak menahan diri.
“Kami mengimbau kedua belah pihak saling menahan diri. Jadi yang satu pihak juga jangan terlalu menyerang,” ucap Puan dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2025).
Puan pun menyarankan masyarakat untuk lebih cermat menanggapi Revisi Undang-Undang TNI yang baru disahkan pekan lalu. Dia meminta agar setiap orang membaca dengan teliti isi undang-undang tersebut sebelum menyuarakan protes.
“Tolong baca dahulu secara baik-baik isinya," tutur Puan.
Demonstrasi menolak UU TNI digelar di sejumlah daerah. Bahkan aksi massa tersebut berakhir dengan kekerasan aparat dan penangkapan peserta aksi.
Terbaru dalam demo di Surabaya pada Senin (24/3/2025), polisi menahan 25 orang peserta aksi tolak UU TNI. Mereka baru dibebaskan ketika keesokan harinya pada dini hari.
Esensinya orang udah babak belur tau tau ditendang di dada itu apa ya di kepala mereka? pic.twitter.com/HmDMt9PBXb
— Bareng Warga - #IndonesiaGelap (@barengwarga) March 24, 2025
Intimidasi dan kekerasan juga dilakukan aparat terhadap jurnalis yang meliput aksi tolak UU TNI. Sejumlah jurnalis di berbagai daerah mengalami pemukulan hingga diintimidasi agar menghapus foto dan video rekaman kekerasan aparat terhadap massa aksi.













