Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

Puan soal Represi Aksi Tolak UU TNI: Sama-sama Menahan Dirilah

Ketua DPR Puan Maharani (tengah) di Kompleks DPR RI, Jakarta, 25 Maret 2025. (Fakta.com/Dewi Yugi Arti)

Ketua DPR Puan Maharani (tengah) di Kompleks DPR RI, Jakarta, 25 Maret 2025. (Fakta.com/Dewi Yugi Arti)

Google News Image

Fakta.com, Jakarta - Kekerasan yang dilakukan polisi dan tentara terhadap massa aksi Tolak UU TNI terjadi di berbagai daerah. Ketua DPR RI Puan Maharani meminta semua pihak menahan diri.

“Kami mengimbau kedua belah pihak saling menahan diri. Jadi yang satu pihak juga jangan terlalu menyerang,” ucap Puan dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2025).

View this post on Instagram

A post shared by Reformasi Polri (@reformasi.polri)

Puan pun menyarankan masyarakat untuk lebih cermat menanggapi Revisi Undang-Undang TNI yang baru disahkan pekan lalu. Dia meminta agar setiap orang membaca dengan teliti isi undang-undang tersebut sebelum menyuarakan protes.

“Tolong baca dahulu secara baik-baik isinya," tutur Puan.

View this post on Instagram

A post shared by Social Movement Institute (SMI) (@socialmovementinstitute)

Demonstrasi menolak UU TNI digelar di sejumlah daerah. Bahkan aksi massa tersebut berakhir dengan kekerasan aparat dan penangkapan peserta aksi.

Terbaru dalam demo di Surabaya pada Senin (24/3/2025), polisi menahan 25 orang peserta aksi tolak UU TNI. Mereka baru dibebaskan ketika keesokan harinya pada dini hari.

Esensinya orang udah babak belur tau tau ditendang di dada itu apa ya di kepala mereka? pic.twitter.com/HmDMt9PBXb

— Bareng Warga - #IndonesiaGelap (@barengwarga) March 24, 2025

Intimidasi dan kekerasan juga dilakukan aparat terhadap jurnalis yang meliput aksi tolak UU TNI. Sejumlah jurnalis di berbagai daerah mengalami pemukulan hingga diintimidasi agar menghapus foto dan video rekaman kekerasan aparat terhadap massa aksi.

Bagikan:
demo uu tniUU TNIRUU TNIdemo ruu tnipuan maharanikekerasan aparatkekerasan terhadap jurnalis
Loading...
ADS

Update News

  1. Home
  2. politik
  3. Puan soal Represi Aksi Tolak U...

Trending