Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

Massa Aksi Sepakat Duduki DPR Meski UU TNI Telah Disahkan

Massa aksi berniat menduduki Gedung DPR RI untuk menyikapi pengesahan RUU TNI menjadi undang-undang pada Kamis (20/3/2025). (Fakta.com/Hendri Agung)

Massa aksi berniat menduduki Gedung DPR RI untuk menyikapi pengesahan RUU TNI menjadi undang-undang pada Kamis (20/3/2025). (Fakta.com/Hendri Agung)

Google News Image

Fakta.com, Jakarta - Koalisi masyarakat sipil dan elemen mahasiwa dari berbagai universitas bersepakat menduduki Gedung DPR RI untuk menyikapi pengesahan RUU TNI menjadi undang-undang pada Kamis (20/3/2025). Mereka berniat memasuki Kompleks MPR/DPR.

Jenderal Lapangan Aliansi Perempuan Indonesia, Suci yang menyatakan berbagai organisasi masyarakat sipil dan mahasiwa telah sepakat menduduki DPR hingga pengesahan RUU TNI dibatalkan.

Baca Juga: DPR Resmi Sahkan RUU TNI Jadi Undang-Undang

"Kawan koalisi masyarakat sipil dan juga kawan-kawan aliansi mahasiswa itu juga sudah bersepakat untuk mengadakan pendudukan [di DPR] hari ini," ujar Suci saat ditemui Fakta.com.

Demo menolak RUU TNI di DPR RI, Jakarta, Kamis (20/3/2025). (Fakta.com/Hendri Agung)

Demo menolak RUU TNI di DPR RI, Jakarta, Kamis (20/3/2025). (Fakta.com/Hendri Agung)

Ia berharap setelah memasuki kawasan DPR, para demonstran akan meminta RUU TNI itu dibatalkan. "Kami akan bertahan di depan DPR selama mungkin yang kami bisa sampai undang-undang TNI ini dicabut," tutur Suci.

Dalam catatan sejarah Indonesia, kata Suci, keterlibatan TNI atau Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) terbukti melemahkan supremasi sipil. Oleh karenanya, dia meminta pengesahan RUU TNI itu dibatalkan.

View this post on Instagram

A post shared by Faktacom (@faktacom)

Bermalam di Tenda

Massa aksi tolak RUU TNI semakin ramai datang ke DPR RI setelah undang-undang itu disahkan. Bahkan ada demonstran yang bermalam dengan memasang tenda di depan Gerbang Pancasila DPR RI.

Terdapat tiga tenda yang telah berdiri di depan Gerbang Pancasila DPR. Sejumlah orang bermalam di tenda tersebut.

"[Tujuannya] tidak lain dan tidak bukan menghentikan anggota DPR dari mengesahkan RUU TNI," kata Salsa (21) demonstran yang bermalam di tenda.

Baca Juga: Daftar 16 Lembaga Bisa Diduduki Prajurit Versi Draf Final RUU TNI

Salsa mengatakan pemasangan dilakukan pada Rabu tengah malam. Menurutnya, petugas keamanan berkali-kali mengintimadasi dan menghalangi pemasangan tenda.

"[Pihak keamanan] awalnya ngusir secara halus sih, tapi lama-lama akhirnya makin rame," ujar Salsa.

View this post on Instagram

A post shared by Faktacom (@faktacom)

Cinta (25) yang juga bermalam di tenda menegasakan bahwa Revisi UU tetap garus dibatalkan kendati sudah disahkan. Dia tidak ingin rezim Orde Baru kembali lagi melalui pengesahan RUU TNU. 

Ia mengatakan RUU TNI tidak sesuai dengan amanat reformasi.

Di tengah aksi, beberapa demonstran berusaha merobohkan Gerbang Pancasila DPR. Lima orang menarik gerbang hitam yang sudah dikunci tersebut.

Namun, upaya perobohan ini sulit dilakukan lantaran kondisi pagar yang kokoh. Sebelumnya, beberapa orang juga melempari batu ke arah pagar.

Baca Juga: Sejarah Dwifungsi ABRI, Kekuatan Politik yang Dipersenjatai

5.021 Aparat Dikerahkan

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro, mengatakan pihak kepolisian mengerahkan sebanyak 5.021 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa penolakan terhadap Revisi Undang-Undang TNI.

"Dalam rangka pengamanan aksi penyampaian pendapat dari Mahasiswa dan beberapa Aliansi, kami melibatkan 5.021 personel gabungan," kata  Susatyo Purnomo Condro dalam keterangan resminya, Kamis (20/3/2025).

Personel gabungan tersebut terdiri dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda DKI dan instansi terkait. Mereka ditempatkan di sejumlah titik sekitar Gedung DPR RI.

Selain itu, pengamanan juga dilakukan untuk mencegah massa aksi masuk ke Gedung DPR RI.

Pengalihan arus lalu lintas di depan Gedung DPR RI bersifat situasional. Susatyo menyebut, rekayasa arus lalu lintas akan diberlakukan melihat perkembangan dinamika situasi di lapangan.

Lebih lanjut, Susatyo menyebut personel yang terlibat pengamanan tidak ada yang membawa senjata dan tetap menghargai massa aksi yang akan menyampaikan pendapatnya.

Bagikan:
RUU TNIruu tni disahkanUU TNIDPR RIdemopuan maharanidwifungsi tni
Loading...
ADS

Update News

  1. Home
  2. politik
  3. Massa Aksi Sepakat Duduki DPR ...

Ketua DPR Puan Maharani mengesahkan RUU TNI

Logo Fakta
0:00 / 0:00

Ketua DPR Puan Maharani mengesahkan RUU TNI di Rapat Paripurna DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/3/2025). (YouTube DPR)

Trending