Deret Jurus Buat Memperlancar Mudik 2025 Kata Pemerintah

Ilustrasi. Apa saja yang dilakukan Pemerintah buat menjamin mudik warganya? (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama/pri)
FAKTA.COM, Jakarta - Sejumlah upaya dilakukan Pemerintah buat memperlancar arus mudik 2025, mulai dari rekayasa lalu lintas, penambahan personel penjagaan, hingga modifikasi cuaca.
Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2025 bersama kementerian lembaga lain di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, Senin (10/3/2025).
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus mudik Lebaran Idulfitri 2025 akan terjadi pada 28-30 Maret. Sementara, arus balik diperkirakan berlangsung pada 5-7 April.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi jumlah pemudik di Lebaran Idulfitri 2025 mencapai 146,48 juta orang, dengan terbanyak menggunakan mobil pribadi (23 persen).
Daerah asal para pemudik itu terbanyak dari Jawa Barat, disusul Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Daerah tujuan pemudik terbanyak ialah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.
Dudy memprakirakan puncak mudik terjadi pada 28 Maret. Namun, karena ada pemberlakukan WFA atau flexible working arrangements, "kami juga mengantisipasi apabila terjadi kepadatan atau kegiatan mudik yang mulai berlangsung pada tanggal 21 Maret 2025 pada hari Jumat."
Berikut sejumlah langkah buat memperlancar mudik:
Rekayasa lalu-lintas
Polri menyiapkan beberapa strategi guna mengamankan kelancaran perjalanan pemudik. Salah satu fokus utama adalah rekayasa lalu lintas yang mencakup sistem ganjil genap, lawan arus atau contraflow, hingga skema satu lajur atau one way.
“Kemudian juga tentunya kami tetap mempersiapkan berbagai macam persiapan rekayasa lalu lintas, mulai dari bagaimana kita melaksanakan kegiatan ganjil genap, contraflow sampai dengan one way,” ujarnya,
Untuk mendukung kelancaran mudik, Polri juga menggelar Operasi Ketupat 2025 dengan skema berbeda di sejumlah wilayah.
Listyo mengatakan bahwa operasi ini akan dibagi menjadi dua versi. Pertama, operasi di wilayah mulai dari Lampung sampai Bali oleh delapan Polda yang dilaksanakan selama 17 hari. Sedangkan untuk 28 Polda yang lain akan dilaksanakan 14 hari.
Polri juga menyiapkan 2.582 posko pengamanan dan pelayanan di sepanjang jalur mudik. Dari jumlah tersebut, 1.738 posko merupakan pos pengamanan, 788 posko pelayanan, dan 309 posko terpadu. Semua posko ini untuk mengamankan 126.736 objek pengamanan.
Selain itu, Listyo mengatakan Pemerintah akan memberikan insentif bagi masyarakat berupa pemberlakuan work from anywhere (WFA), diskon alat angkut, dan diskon tarif jalan tol.
"Agar masyarakat bisa kembali lebih cepat sehingga puncak arus mudik itu juga bisa dilewati, dengan juga pada saat arus balik," imbuhnya.

Ilustrasi. Warga bisa memilih opsi WFA jika dimungkinkan di musim mudik. (dok. Freepik)
Personel gabungan
Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan menyebut 164.268 personel gabungan bakal dikerahkan dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2025.
Total tersebut terdiri dari 93.358 personil Polri, 66.714 dari TNI, dan personel lainnya dari kementerian/lembaga.
Personel gabungan itu akan ditempatkan di 2.864 pos pengamanan dan titik-titik lainnya yang telah dipetakan. Mereka bakal bertugas menjaga keamanan arus mudik dan balik lebaran.
"Personel gabungan yang terdiri dari Polri sebanyak 93.358, kemudian dari TNI 66.714, dan kekuatan lainnya dari kementerian/lembaga," kata Budi.
Presiden Prabowo Subianto juga memerintahkan untuk membentuk tim respons cepat untuk mengantisipasi dan mengatasi gangguan keamanan dan lainnya.
"Tim respons cepat apabila terjadi hal-hal terkait gangguan keamanan, bencana, dan sebagainya," kata Budi.

Konferensi pers hasil Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2025 bersama kementerian/lembaga, di STIK Polri, Jakarta, Senin (10/3/2025). (dok. Humas Polri)
Armada TNI
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan pihaknya menyiapkan 9 pesawat, 12 unit helikopter, dan sejumlah transportasi darat dalam arus mudik dan balik lebaran tahun ini
"TNI menyiapkan sembilan pesawat dengan beberapa jenis yaitu Boeing, Hercules, CN dan Casa dan 12 unit helikopter dari berbagai jenis dan beberapa truk dan ambulans," ujar Agus
Dari 66.714 personel TNI yang terlibat di operasi ini, Agus mengatakan mereka akan dikerahkan di tempat umum seperti bandara, stasiun, masjid dan beberapa tempat wisata.
Antisipasi pasar tumpah
Selain menyediakan sarana transportasi angkutan darat, laut, kereta api, Menhub juga akan bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mengatasi pasar tumpah dan lintasan kereta api.
"Khususnya terkait dengan antisipasi berkaitan dengan pasar-pasar tumpah atau kemudian lintasan kereta api yang perlu diwaspadai," ucap Dudy.
"Dan perlu juga kerjasama dengan pihak Pemda dan tentunya dengan kepolisian untuk mengamankan jam-jam tersebut."

Ilustrasi. Kemunculan pasar tumpah yang memacetkan jalanan di masa mudik lebaran diklaim bakal diantisipasi. (FOTO ANTARA/Str-Yudhi Mahatma/ed/hp/06)
Modifikasi cuaca
Perihal antisipasi dan mitigasi banjir saat musim Lebaran 2025, Kepala Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya sudah menyiapkan modifikasi cuaca yang dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah.
"Pemerintah menyiapkan modifikasi cuaca, dilakukan secara gotong-royong oleh BNPB, BMKG, juga pemerintah daerah, jadi secara bersinergi, didukung oleh TNI, kemudian juga oleh Kementerian Perhubungan," tutur dia.
Dwikorita menyebutkan targetnya adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat sebagai wilayah rawan bencana di masa arus mudik dan balik lebaran.














