Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In

EIU Sebut Indeks Demokrasi Indonesia Selalu Turun Sejak 2022

Indonesia adalah salah satu negara yang melaksanakan pemilu pada 2024 tetapi mengalami penurunan indeks demokrasi. (Fakta.com/Dewi Yugi Arti)

Indonesia adalah salah satu negara yang melaksanakan pemilu pada 2024 tetapi mengalami penurunan indeks demokrasi. (Fakta.com/Dewi Yugi Arti)

Google News Image

Fakta.com, Jakarta - Sebagian besar negara mengalami tantangan demokrasi global pada 2024. Di tahun itu, lebih dari separuh populasi dunia melaksanakan pemilu. Namun, hasil pemilu justru menunjukkan ketidakpuasan publik tinggi terhadap pemerintahan yang baru terbentuk.

Salah satu negara yang melaksanakan pemilu pada 2024 tetapi mengalami penurunan indeks demokrasi ialah Indonesia. The Economist Intelligence Unit (EIU), lembaga riset dan analisis yang berpusat di London, Inggris, menunjukkan skor demokrasi di Indonesia pada 2024 sebesar 6,44. 

Baca Juga: Surya Paloh: Demokrasi Negara Ini Super Liberal, Lebih dari AS

Skor ini membuat Indonesia masuk kategori negara dengan demokrasi yang cacat atau flawed democracy, dengan skor terendah ada pada kebebasan sipil yakni 5.29.

Indonesia juga turun tiga peringkat dari posisi 56 pada 2023, menjadi peringkat 59 di tahun 2024 dari total 167 negara yang diteliti. Pada 2023, skor demokrasi Indonesia menunjukkan angka 6,5 yang juga menunjukkan penurunan. Di mana pada tahun sebelumnya atau 2022, skor demokrasi Indonesia mencapai besaran 6,71 dan berada di peringkat 54. 

Itu artinya, tiga tahun berturut-turut Indonesia berada di kategori negara dengan demokrasi yang cacat.

Grafik indeks demokrasi Indonesia turun sejak 3 tahun lalu. (Fakta.com/Dewi Yugi Arti)

Grafik indeks demokrasi Indonesia turun sejak 3 tahun lalu. (Fakta.com/Dewi Yugi Arti)

Berdasarkan grafik di atas, garis biru menunjukkan skor indeks demokrasi, yang mengalami penurunan dari 6,71 pada 2022 menjadi 6,44 pada 2024. Sedangkan, garis merah putus-putus menunjukkan peringkat indeks demokrasi, yang semakin turun dari peringkat 54 ke 59 (peringkat semakin tinggi berarti posisi lebih rendah).

Adapun, yang menjadi komponen penilaian EIU terhadap jalannya demokrasi di negara-negara dunia, yakni proses pemilihan dan pluralisme, fungsi pemerintahan, partisipasi politik, budaya politik, serta kebebasan sipil.

Tahun 2024 merupakan tahun terakhir Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo menjabat. Tahun itu pula menjadi tahun pertama bagi Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjabat. Namun, di tahun terakhir masa pemerintahannya, Jokowi tetap menampik bahwa demokrasi pada era pemerintahannya terus mengalami penurunan.

View this post on Instagram

A post shared by Faktacom (@faktacom)

Sebagaimana dilansir dari Antara, Jokowi pada 19 Juli 2024 lalu pernah berkata bahwa demokrasi dan pemilu di Indonesia tetap berjalan baik dan demokratis. Bahkan,  Jokowi mengatakan saat ini orang ingin berserikat, berpendapat, berorganisasi tidak ada yang dihambat. Ia juga selalu mendengarkan aspirasi dari pihak-pihak yang memaki hingga merundung dirinya.

"Setiap hari orang maki-maki Presiden juga kita dengar, orang mem-bully Presiden juga kita dengar. Kalau mengkritik hampir tiap detik ada," kata Jokowi, dikutip dari Antara pada Jumat (7/3/2025).

Baca Juga: Pernyataan Jokowi Soal Presiden Boleh Kampanye Jadi Ancaman Demokrasi

Tanggapan atas isu indeks demokrasi yang mengalami penurunan juga pernah disampaikan Jokowi pada Desember 2023. Kala itu, terdapat salah satu calon presiden (capres) dalam debat capres, yakni Anies Baswedan, yang menyebut indeks demokrasi turun. 

Jokowi saat itu menanggapi akan menjadikan penilaian tersebut sebagai bahan evaluasi. Namun, dia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah melakukan pembatasan-pembatasan apapun pada publik untuk berbicara dan berpendapat. 

Padahal, EIU sendiri merilis bahwa kebebasan sipil di Indonesia mendapatkan skor terendah dalam indeks demokrasi Indonesia tahun 2024.

Bagikan:
Indeks Demokrasi Indonesiademokrasijokowiprabowo subianto
Loading...
ADS

Update News

  1. Home
  2. politik
  3. EIU Sebut Indeks Demokrasi Ind...

Trending