Golkar dan PKB Respons Wacana Jokowi Bentuk Partai Super Tbk

Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat menghadiri acara HUT Gerindra di SICC, Kabupaten Bogor, Sabtu (15/2/2025). (Tangkapan layar YouTube Gerindra)
Fakta.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Adies Kadir menanggapi wacana pembentukan Partai Super Tbk oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Adies menilai rencana mantan kader PDI Perjuangan itu sah-sah saja.
"Silakan saja, (pembentukan partai baru) ini baik, tapi harus sesuai dengan peraturan undang-undang," ujar Adies saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (6/3/2025).
Namun, Adies memandang perlu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum mendirikan partai, salah satunya terkait model partainya.
"Mau terbuka, tertutup. Mereka pendirinya mau seperti apa arah partainya," ucap Wakil Ketua DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan tersebut
Sebelumnya, Jokowi sempat digadang-gadang akan merapat ke Partai Golkar sebelum muncul wacana mendirikan partai sendiri. Adies pun mengatakan pintu partainya terbuka untuk siapa pun, termasuk Jokowi.
"Kalau mau bergabung, monggo. Kalau enggak, enggak apa-apa. Yang penting Golkar bekerja untuk rakyat," tuturmya.
Wakil Ketua Umum PKB Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan) dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Adies Kadir (kiri) menanggapi wacana pembentukan Partai Super Tbk oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (Fakta.com/Dewi Yugi Arti)
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, menanggapi wacana pembentukan Partai Super Tbk ini dengan berseloroh bahwa partai politik bukan perusahaan.
"Tadi kan sudah dijawab Pak Adies. Kalau dari kita ya orang mau bikin partai silahkan aja sesuai dengan aturan undang-undang yang ada. Misalkan sekarang membuat partai, tapi polanya bukan pola undang-undang di kita. Kan, ada wacananya menggabungkan seperti Tbk. Ini kan bukan perusahaan," ungkap Cucun saat ditemui awak media seusai rapur.
Wakil Ketua DPR Bidang Kesejahteraan Rakyat itu mempersilakan jika ada kajian ke depannya terkait gagasan partai tersebut. Namun, menurut Cucun, hal itu bukanlah ranah PKB.
"Ya silakan bukan kita (PKB yang kaji). Kalau kita sudah punya partai, ngapain kaji. Yang mau bikin partai ya suruh kaji," cetusnya.
Sebelumnya, Jokowi sempat mengungkapkan ide hendak membuat Partai Super Tbk saat wawancara bersama Najwa Shihab. Mulanya, Najwa bertanya mengenai peluang Jokowi bergabung dengan partai politik lagi setelah dipecat dari PDIP.
Jokowi pun mengaku belum terpikirkan untuk bergabung dengan partai politik mana pun, kendati beberapa partai dikabarkan tertarik mengajaknya bergabung.
Namun, Jokowi justru menyinggung konsep partai politik baru. Saat ditanya lebih lanjut maksud partai perseorangan, Jokowi menyebut bahwa gagasan itu masih perlu dimatangkan.
"Keinginan kita ada sebuah partai politik yang super Tbk. Artinya dimiliki oleh seluruh anggota," ungkap Jokowi, sebagaimana dikutip dari video di kanal YouTube Najwa Shihab yang tayang pada Selasa (11/2/2025).













