Prabowo Soal Cawe-cawe: Hanya Orang Bodoh yang Tak Belajar dari Pengalaman

Presiden Prabowo Subianto membantah ada cawe-cawe dari mantan Presiden. (Tangkapan layar kan YouTube Partai Demokrat)
FAKTA.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan dirinya belajar dari pengalaman kepemimpinan selama 20 tahun dua Presiden Indonesia sebelumnya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo.
"Pak SBY mimpin 10 tahun, Pak Jokowi 10 tahun, 20 tahun pengalaman," kata Prabowo dalam pidatonya di Kongres VI Partai Demokrat di hotel The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan, pada kongres hari kedua Demokrat, Selasa (25/2/2025).
"Hanya orang yang bodoh yang tidak mau belajar," lanjut Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Isu cawe-cawe atau turut campur ini mengemuka usai keterlibatan SBY dan Jokowi di sejumlah program Prabowo, termasuk BPI Danantara.
Prabowo menuturkan SBY punya pengalaman menghadapi krisis ekonomi global 2008. Saat itu, Indonesia tak banyak terdampak.
"Makanya beberapa tim Mas SBY masih saya pake. Ini jangan ada pikiran, 'ih cawe-cawe'-lah, enggak ada. Saya minta di-cawe-cawe. Saya datang ke Pak SBY minta masukan. Bapak enggak pernah titip-titip kepada saya," paparnya.
Senada, Prabowo juga mengajak Jokowi untuk memberi masukan soal kiat menjalankan pemerintahan dengan baik.
"Ada yang mengatakan Pak Jokowi [cawe-cawe]. Enggak ada! Saya datang ke Pak Jokowi," ucap Prabowo.
Salah satu yang dituding bentuk cawe-cawe Jokowi ke Prabowo adalah pencalonan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Tindakan ini dikecam oleh berbagai kalangan masyarakat sipil karena dianggap memanipulasi aturan dan melanggengkan politik dinasti.
Prabowo mengatakan bisa sampai tahap ini karena semua Presiden Indonesia sebelumnya "mengamankan, yang menjaga republik kita, yang sekian tahun tidak diinvasi negara lain, yang sekian tahun tidak mengganggu bangsa lain."
"Inilah bernegara. Ada kekurangan, tapi sekarang kita punya potensi yang kuat," tandas Prabowo.