AHY Ungkit Pembegalan Demokrat dan Keberpihakan Prabowo-Mega

Ketum Demokrat AHY di Kongres VI Partai Demokrat, di Jakarta, Selasa (25/2/2025). (Tangkapan layar YouTube Partai Demokrat)
Fakta.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkit upaya pembegalan partainya. Dia menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tak setuju dengan upaya “kudeta” tersebut.
Menurutnya, Prabowo tak setuju dengan upaya mengkudeta Partai Demokrat. Hal itu, kata AHY, Prabowo sampaikan di kediamannya, Kertanegara, Jakarta. Namun dia tak menyebut kapan hal itu disampaikan.
“Saya ingat pesan Pak Prabowo di Kertanegara ketika itu. Beliau sampaikan, saya juga tidak suka ada upaya pembegalan partai seperti itu,” kata AHY saat memberikan sambutan dalam penutupan Kongres VI Partai Demokrat di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Selasa (25/2/2025).
AHY menganggap pesan Prabowo begitu berarti. Menurutnya, Prabowo tahu persis betapa tidak mudahnya membangun partai dan menjaga soliditas kader.
“Saya yakin keberpihakan Pak Prabowo dalam hati ketika itu tentu didasari oleh pengalaman panjang beliau dan itu sangat berarti untuk Partai Demokrat,” ujar AHY.
Tak hanya Prabowo, AHY pun meyakini Megawati juga tidak akan menyetujui upaya pembegalan partai. Sebab menurutnya, Megawati juga pernah mengalami hal serupa di era sebelumnya.
“Kabarnya Ibu Megawati juga tidak setuju dengan hal-hal seperti itu, praktik-praktik politik yang amoral dan inkonstitusional karena beliau pernah mengalaminya di masa terdahulu,” kata AHY.
AHY mengaku bangga dengan kader Demokrat karena mampu melewai badai kudeta tersebut. Dia pun mengingatkan kepada seluruh kadernya agar jangan pernah kehilangan integritas dan rasa hormat terhadap demokrasi.
“Politik adalah tentang siapa yang berdiri di sisi kita, ketika badai datang,” ujarnya.

Prabowo Subianto di Kongres VI Partai Demokrat, di Jakarta, Selasa (25/2/2025). (Tangkapan layar YouTube Partai Demokrat)
Partai Demokrat pernah diterpa “kudeta” lewat Kongres Luar Biasa di Deli Serdang, 5 Maret 2021. Saat itu kepemimpinan AHY sempat ingin diambil alih oleh Moeldoko yang kala itu menjabat sebagai kepala Staf Kepresidenan era Presiden Joko Widodo.
Hasil Kongres Luar Biasa tersebut memutuskan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2026. Namun konflik perebutan kepengurusan Partai Demokrat berakhir dengan kekalahan Moeldoko.
Pada Kongres Demokrat kali ini, AHY kembali terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2025-2030. AHY terpilih pada hari pertama Kongres Demokrat, Senin (24/2/2025).
"Tadi malam beliau kembali dikukuhkan oleh Kongres sebagai ketua umum untuk periode lima tahun ke depan," kata Juru Bicara Demokrat Herzaky Mahendra Putra di Hotel The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan, pada kongres hari kedua Demokrat, Selasa.














