Massa Aksi 411 Serukan Adili Jokowi dan Fufufafa, Singgung Ahok dan Tom Lembong

Ratusan orang dari 10 ormas dalam aksi 411 di Monumen Patung Kuda, Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (4/11/2024). (Fakta.com/Dewi Yugi Arti)
FAKTA.COM, Jakarta - Menantu Habib Rizieq Shihab, Habib Muhammad bin Husein Alatas, berorasi di hadapan massa aksi 411 di Monumen Patung Kuda, Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (4/11/2024).
Husein menyerukan Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong ditangkap sebagai tersangka kasus korupsi impor gula akibat menjadi menteri di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Diketahui Tom Lembong merupakan Menteri Perdagangan periode 2015 - 2016 yang saat ini ditetapkan oleh Kejaksaan Agung sebagai tersangka kasus korupsi pemberian izin impor gula.
"Korupsi yang ugal-ugalan yang mesti bertanggung jawab siapa? Utang negara yang ugal-ugalan yang mesti bertanggung jawab siapa? Ya itu Tom Lembong ditangkap gara-gara waktu jadi menteri di zaman Jokowi. Bapak Prabowo selalu mengatakan yang namanya ikan rusak dari kepalanya," seru Husein dalam orasinya.
Husein pun menyerukan apabila Tom Lembong ditangkap, seharusnya Presiden Joko Widodo sebagai atasan dari Tom Lembong pada saat itu juga ikut ditangkap. Ia pun menyerukan agar menteri-menteri lain juga ditangkap.
"Kalau Tom Lembong ditangkap, mestinya yang ditangkap atasannya, Saudara. Betul? Betul. Begitu juga menteri-menteri yang lain, Saudara," tegas Husein.
Menurut Husein, hukum harus ditegakkan dengan seadil-adilnya, karena selama Indonesia dipimpin Presiden Joko Widodo sudah mengalami banyak kerusakan.
"Jawab yang kompak ada kerusakan selama 10 tahun dipimpin Jokowi. Kita pengen hukum ditegakkan. Ditegakkan seadil-adilnya," ucap Husein.
Ratusan orang dari 10 ormas dalam aksi 411 di Monumen Patung Kuda, Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (4/11/2024). (Fakta.com/Dewi Yugi Arti)
Selain itu, Husein juga mengatakan Rizieq Shihab menitipkan pesan untuk terus menegakkan keadilan dan melawan segala bentuk kezaliman.
Ia pun memberikan klarifikasi bahwa tuntutan hari ini hanyalah mengadili Jokowi dan Gibran (Fufufafa), tidak ada kaitannya dengan Suswono.
"Disampaikan dalam media bahwa aksi kita itu untuk menangkap Suswono dan memakzulkan Gibran. Tidak benar, itu hoaks. Bahwa aksi agenda kita pada hari ini adalah yaitu untuk mengadili Jokowi dan tangkap Fufufafa," tegas Husein saat doorstop bersama awak media.
Husein berujar FPI tidak menuntut Suswono atas dasar penistaan agama karena Suswono sudah meminta maaf. Menurutnya, penistaan agama yang dilakukan oleh Suswono berbeda dengan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok.
"Beda antara penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok dengan Suswono, cagub DKI dari PKS. Kalau Ahok dulu udah salah, nggak mau ngaku salah.Bahkan setelah terbukti, dia pun minta maaf tanpa penuh rasa kesadaran. Seolah-olah terpaksa. Sementara kalau Suswono, itu penistaannya tidak sengaja dan itu pun dia sudah minta maaf," pungkas Husein.
Sebagai informasi, massa aksi 411 hari ini dihadiri lebih dari 10 ormas, yakni FPI, Persada 212, GNPF Ulama, Jawara Sejabodetabek, ARM, Aspirasi, API Jabar, serta ormas-ormas kemahasiswaan, kepemudaan, ibu-ibu militan dengan total sekitar ratusan massa aksi.
Diketahui mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab tidak ikut serta dalam Aksi 411 yang digelar sejumlah ormas Islam untuk mendesak penangkapan pemilik akun Fufufafa.