Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. pasar-modal
  3. Penurunan BI Rate Diprediksi M...

Penurunan BI Rate Diprediksi Menarik Minat Asing ke Pasar Saham

Ilustrasi. (Dokumen Bank Indonesia)

Ilustrasi. (Dokumen Bank Indonesia)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta – Penurunan suku bunga acuan BI Rate ke level 6%, menjadi sentimen positif untuk menarik minat investor asing terhadap pasar saham Indonesia. BI Rate turun 25 bps setelah bertahan di 6,25% dalam 5 bulan terakhir.

Menurut Praktisi Pasar Modal dan Dosen MET Atma Jaya, Hans Kwee, investor asing telah mulai masuk ke pasar modal Indonesia bahkan sebelum kebijakan pemotongan suku bunga diumumkan oleh BI maupun The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat.

"Pasar saham cenderung bergerak lebih dulu sebelum pengumuman penurunan suku bunga, investor asing sudah memanfaatkan ekspektasi penurunan tersebut dengan masuk ke pasar kita," ujar Hans kepada Fakta.com, Kamis (19/9/2024).

Surat Berharga BI jadi Incaran Investor Asing, Kepemilikannya Sudah Segini

Ia menambahkan bahwa investor asing telah mengamati potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia serta disiplin fiskal yang menarik.

"Dengan suku bunga yang lebih rendah, ada kecenderungan untuk beralih dari negara maju ke emerging market, termasuk Indonesia," tambahnya.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang tahun ini hingga 18 September 2024, akumulasi net buy asing telah mencapai Rp53,51 triliun.

Dana Asing Terus Masuk Pasar Saham, Sampai Kapan Bakal Bertahan?

Selain saham, instrumen Surat Berharga Ritel Bank Indonesia (SRBI) juga menjadi perhatian.

Namun, Hans mencatat bahwa SRBI cenderung menjadi kurang menarik dengan turunnya imbal hasil.

"Yield SRBI bergerak turun, yang mengindikasikan BI dan pasar ada pemotongan suku bunga," katanya menjelaskan.

Sebagai tambahan informasi dari Hans, Imbal hasil SRBI enam bulan turun di bawah 7% untuk pertama kali sejak April.

Bagikan:
investor asingfakta.comsrbisekuritas rupiah bank indonesiapasar modalnet buy investor asing
ADS

Trending

Update News