Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. pangea
  3. Indonesia di BRICS: Agresi Isr...

Indonesia di BRICS: Agresi Israel di Gaza Bukti Kegagalan Global

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyampaikan pernyataannya dalam Pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri (FMM) BRICS di Rio de Janeiro, Brasil, Senin (28/4/2025). (Dok. Kemlu RI)

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyampaikan pernyataannya dalam Pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri (FMM) BRICS di Rio de Janeiro, Brasil, Senin (28/4/2025). (Dok. Kemlu RI)

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menegaskan bahwa BRICS harus mengambil peran yang lebih aktif dalam mendorong perdamaian dan menegakkan norma-norma multilateral.

Hal tersebut disampaikan Menlu RI dalam sesi pertama Pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri (FMM) BRICS yang bertajuk “Peran BRICS dalam Menghadapi Krisis Global dan Regional serta Mendorong Perdamaian dan Keamanan’” di Rio de Janeiro, Brasil, Senin (28/4).

“BRICS harus terdepan dalam memperjuangkan hukum internasional. Penegakan hukum harus adil, konsisten, dan tanpa standar ganda. Tidak ada seorang pun yang kebal hukum,” kata Menlu, sebagaimana pernyataan tertulis Kemlu RI di Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Baca Juga: Sugiono akan Hadiri Pertemuan BRICS di Rio 28-29 April, Bahas Apa?

Situasi di Jalur Gaza yang semakin memburuk akibat agresi Israel yang tidak kunjung berhenti merupakan bukti besar akan kegagalan masyarakat global dalam menegakkan hukum kemanusiaan internasional tanpa pandang bulu, kata dia.

Ia menyatakan, tindakan sepihak dan pelanggaran hukum internasional yang tidak ditindak tegas dikhawatirkan akan memperdalam ketidakpercayaan dan ketimpangan antara negara-negara di tingkat global.

“Kita harus melindungi lembaga hukum internasional dari penegakan hukum yang selektif dan campur tangan politik,” kata Menlu RI, menegaskan.

Untuk itu, ia menyerukan supaya perintah dan fatwa Mahkamah Internasional (ICJ) harus dihormati, dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus diberi kewenangan untuk melaksanakan mandatnya secara efektif.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Evakuasi Warga Gaza Bukan Relokasi ala Trump

Lebih lanjut, dalam sesi kedua FMM BRICS, Sugiono mendorong reformasi untuk memastikan sistem multilateralisme lebih inklusif, transparan, terpercaya, dan responsif terhadap tantangan global. Ia juga menekankan supaya BRICS menjadi pelopor dalam mewujudkan dunia yang lebih adil, damai, dan berkelanjutan.

Di sela-sela FMM BRICS, Menlu Sugiono melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Brasil Mauro Vieira dan pertemuan pull-aside dengan Menlu Ethiopia dan Menteri Negara untuk Kerja Sama Internasional Uni Emirat Arab dalam konteks bilateral maupun BRICS.

Agenda FMM BRICS yang diikuti Menlu Sugiono di Rio de Janeiro, Brazil, pada 28-29 April 2025, menjadi agenda FMM BRICS pertama yang dihadiri Indonesia setelah resmi bergabung menjadi anggota organisasi itu pada Januari lalu.

Baca Juga: BRICS, Menaker Jajaki Kerja Sama Tenaga Kerja dengan China dan UEA
Bagikan:
KTT BRICSBRICSmenlu sugionorekonstruksi jalur gazaperang palestina-israel
ADS

Update News

Trending