Fakta.com
    !
FOCUS
FOCUS
Fakta.com
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Fakta
Politik
Politik
Update
Update
Hukum
Hukum
Daerah
Daerah
Ekonomi
Ekonomi
Pangea
Pangea
Teknologi
Teknologi
Humaniora
Humaniora
Memoar
Memoar
Data
Data
Infografik
Infografik
Tematik
Tematik
Program
Program
Survey
Survey
Flash Video
Chicken Skin
Paradox
Roots
Ytta
Spotlight
  • ●

    Tentang Kami
  • ●

    Redaksi
  • ●

    Pedoman Media Siber
  • ●

    Kode Etik Jurnalistik
  • ●

    Terms of Service
  • ●

    Disclaimer
  • ●

    Kerjasama
  • ●

    Bergabung di Fakta?
Interactive
Games
Video
Log In
  1. Home
  2. pangea
  3. Rusia Bantah Minta Indonesia B...

Rusia Bantah Minta Indonesia Buka Pangkalan Militer di Papua

Dubes Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, saat menjawab pertanyaan wartawan di Kedubes Rusia, Jakarta, Senin (28/4/2025). Fakta.com/Hanun Rifda

Dubes Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, saat menjawab pertanyaan wartawan di Kedubes Rusia, Jakarta, Senin (28/4/2025). Fakta.com/Hanun Rifda

Google News Image

FAKTA.COM, Jakarta - Kedutaan Besar Rusia di Jakarta secara tegas membantah adanya rumor yang menyebut Pemerintah Rusia meminta Indonesia menyiapkan pangkalan militer di Papua.

Info yang beredar itu menyebut Rusia meminta RI membuka pangkalan militer Manuhua dan Bandara Frans Kaisiepo untuk angkatan udara Rusia.

“Tak ada pangkalan udara, angkatan laut ataupun pangkalan militer Rusia di Indonesia,” kata Duta Besar Rusia untuk RI, Sergei Gennadievich Tolchenov, kepada wartawan di Kantor Kedubes Rusia, Jakarta, Senin (28/4/2025).

Baca Juga: Rusia Akhirnya Akui Tentara Korut Ikut Perang Lawan Ukraina

Menurutnya, Rusia tak pernah meminta atau mengajukan kerja sama tersebut karena menghormati hukum yang berlaku di Indonesia.

“Kita bekerja sama dengan negara asing tak hanya berdasarkan hukum internasional, tetapi juga (berdasarkan) hukum local. Di konstitusi Indonesia tertulis bahwa tak boleh ada pangkalan asing di wilayah Indonesia, maka apa yang bisa kita lakukan?" kata Tolchenov.

Media AS dan Australia heboh soal dugaan ‘pangkalan udara Rusia’ di Biak, Papua. Kabar itu dibantah tegas oleh Kemenlu RI: tak ada izin pembangunan pangkalan militer asing di Indonesia. Namun, kunjungan dalam misi damai tetap dibolehkan.#PangkalanMiliter #PapuaBiak pic.twitter.com/Ezlxz6uEph

— Faktacom (@Faktacom_) April 18, 2025

Isu tersebut muncul saat Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Pertama Federasi Rusia, Denis V. Manturov, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (15/4/2025).

Informasi yang tak bisa dipertanggungjawabkan itu menyampaikan bahwa Federasi Rusia mengusulkan kepada pemerintah Indonesia untuk menjadikan Lanud Manuhua di Biak, Papua, sebagai lokasi pangkalan bagi pesawat-pesawat militer Rusia.

Menurut laporan media tersebut, permintaan itu disampaikan setelah pertemuan antara Menteri Pertahanan RI dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari 2025, dengan maksud menempatkan pesawat-pesawat jarak jauh milik Russian Aerospace Forces (VKS) di Lanud Manuhua, yang berbagi landasan pacu dengan Bandara Frans Kaisiepo.

Baca Juga: Indonesia Bantah Isu Rusia Mau Bikin Pangkalan Militer di Papua

Indonesia sudah membantah isu yang menyebut Rusia akan membangun pangkalan militer di Papua. Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, menegaskan tidak akan pernah mengizinkan pembangunan pangkalan militer asing untuk tujuan apapun di wilayah NKRI.

“Indonesia tidak pernah memberikan izin kepada negara manapun untuk membangun atau memiliki pangkalan militer di Indonesia,” menurut Juru Bicara Kemlu RI Rolliansyah Soemirat dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (16/4/2025).

Walau demikian, komitmen tersebut bukan berarti Indonesia mulai membatasi kerja sama militernya karena Indoneisa akan tetap “menerima dan mengizinkan pesawat atau kapal militer negara lain dalam misi damai untuk berkunjung,” kata Jubir Kemlu.

Baca Juga: Wakil PM Rusia Undang Prabowo ke Moskow Tingkatkan Kerja Sama
Bagikan:
Indonesia-RusiaIsu Pangkalan Militer RusiapapuaHubungan Bilateral
Loading...
ADS

Update News

Trending